Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 24_Kenangan Masa Lalu Yuning


__ADS_3

"Iniii.. Manager cafe nanyain Freya" bahasa isyarat Ardhan lagi.


"Ohh.. Iya dia tau dari gue Dhan." Jawab Fachry menulis disebuah kertas


"Halo..haloo.. Ardhan kamu masih disana? Haloo? Apa nggak ada sinyal ya?" ucap manager cafe dari ponsel Ardhan yang ia loudspeaker


"Halo.. Pak.. Iya pak maaf tadi sempet susah sinyal pak disini. Gimana tadi pak? Sampe mana ya tadi?" ucap Ardhan


"Aiissh. Kukira kau tertidur? Tadi aku nanya kabar Freya Dhan. Gimana udah ada informasi tentang Freya belum?" ucap manager cafe


"Emmm. Masih belum ada kabar tentang Freya pak. Kita juga selama ini cemas pak. Tapi bapak tenang saja, kita akan berusaha buat nemuin Freya. Dan untuk masalah tampil nanti kita pas.... " Ucap Ardhan terpotong oleh perkataan manager cafe


"Ahh iya benar. Untuk masalah job cafe. Kalian santai aja. Udah nggak usah dipikirin dulu. Kita bahas lagi kalo Freya udah ketemu, Oke! Udah sekarang intinya kita fokus buat nyari Freya aja dulu Dhan." Ucap manager cafe


Ardhan hanya terdiam mendengarkan perkataan manager cafe itu. Ia hampir tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Dhan, hallo?" ucap manager cafe


"Iya pak. Oke oke pak. Alhamdulillah terimakasih banyak pak atas perhatian bapak." Sahut Ardhan


"Ya sama-sama Dhan. Ya udah Dhan. Saya cuma mau ngasih hal itu aja. Kalo ada kabar tentang Freya. Kamu jangan lupa buat kabarin saya ya." Ucap manager cafe


"Oke siap pak" sahut Ardhan


Sambungan telepon pun terputus.


"Aneh, kok pak manager bisa baik gitu ya? Apa karena Lo ngancem dia Ry?" ucap Ardhan


"Gila Lo. Ngancem apaan. Gue cuma ngasih tau dia kalo Freya menghilang dan minta maaf kalo andaikan kita gagal tampil, itu aja." Jawab Ardhan


"Mungkin dia suka sama Freya kali." Ucap Fachry


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Beberapa derap langkah kaki mulai memasuki ruangan pribadi Raja Yuning. Tempat dimana Freya masih tertidur. Mereka tak tau bahwa sebenarnya Freya sudah sadar sejak tadi. Freya tenang menjalankan aksinya. Ia berpura-pura tertidur seperti sebelumnya.


"Semua informasi harus kalian dapatkan. Termasuk hal sekecil apapun. Aku harus segera tau apa yang terjadi pada Shiba. Kirim beberapa orang lagi untuk masuk kedalam istana. Pastinya semuanya sesuai rencana kita. Jangan sampai raja ingusan itu tahu jika banyak orang ku yang menjadi mata-mata disana. Kita harus mendapatkan stempel kerajaan itu . Dan membuat pertahanan tang melemah. Ganti satu persatu prajurit mereka. Jika waktunya tepat aku sendiri yang akan menyerang Tang. Dan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku sejak lama." Ucap Raja Yuning

__ADS_1


"Rencana yang bagus Yuning Tapi akan ku pastikan kau tak akan pernah berhasil." Suara hati Freya


"Yang Mulia, saya mendapat kabar dari Raja Gurun Selatan. Bahwa ia bersedia menjadi Sekutu anda asalkan yang mulia bisa memberinya setangkai bunga kristal langka." Ucap salah satu pengawalnya


"Bunga Kristal langka?" Dimana kita bisa mendapatkannya?" Ucap Raja Yuning


"Bunga Kristal? apakah itu bunga kristal yang sama?" Suara hati Freya


"bunga itu ada di dua tempat Yang Mulia. Tempat pertama ada didasar jurang yang sangat dalam. Jurang itu bagaikan sebuah sumur yang sangat besar. Sangat sulit perjalanannya untuk menuju ketempat itu dan memang sangat berbahaya untuk mengambilnya. Nyawalah taruhannya yang mulia. Sampai saat ini saya belum mendengar bunga itu telah dipetik orang. Dan tempat kedua adalah di istana langit. Dewi Bungalah yang pernah memetiknya Yang Mulia." Ucap pengawal itu


"Dewi bunga? Sulit untuk mendapatkan kepercayaan dewi bunga. Ia adalah dewi yang paling tegas dan jujur. Hemmm. Kita akan mulai mencari bunga itu ditempat pertama. Siapkan semua persiapannya. Aku akan mengirim Yu zhong untuk perjalanan ini." Ucap Raja Yuning


"Baik Yang Mulia" ucap pengawal itu


Selain Raja Yuning. Semua orang diruangan itu pergi meninggalkan ruangannya. Yuning lalu menghampiri Freya. Ia memandangi wajah Freya.


"Kau sangat cantik. Tapi Shibalah yang paling cantik dihatiku. Kau akan baik-baik saja selama kau patuh padaku. Aku akan menggunakanmu untuk mengancam Raja ingusan itu. Hahahaa. Andai dulu kau tak serakah kakak. Mungkin saat ini kita masih tertawa bersama seperti dulu. Raja Yuning pun mengingat saat-saat bahagia dulu bersama kakaknya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Nama asli Liu Yuning adalah Yu Ning Sun. Tapi sejak ia kabur dari Istana, ia menghapus nama Sun pemberian ayahnya. Hanya Yuning yang masih ia pakai. Karena nama itu nama pemberian ibunya. Dulu mereka sangat dekat. Tapi karena cinta dan seorang wanita. Membuat hubungan dekat yang selama ini mereka jaga. Terpaksa hancur hanya menyisakan sebuah kenangan dalam ingatan saja.


"Shiba, mengapa dia bersama kakak?" ucap Yuning kala itu


Rupanya saat itu Shiba dan keluarganya datang ke istana untuk membahas rencana pernikahannya dengan kakaknya. Sejak saat itulah hubungan mereka semakin jauh dan tak harmonis seperti dulu.


"Kak Chuo. Aku sangat mencintai Shiba. Bukankah aku sudah menyerahkan tahta Raja padamu. Walaupun seharusnya tahta itu lebih pantas menjadi milikku. Karena akulah keturunan asli Raja.Bukan dirimu kak. Kau hanyalah orang luar. Kau tak mengandung setetespun darah ayah." Ucap Yuning


Seseorang lalu menampar wajah Yuning. Sesaat setelah Yuning mengatakan hal itu pada kakaknya. Ia menoleh. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang menamparnya. Ia adalah Ratu. Ibu kandungnya.


"Jaga ucapanmu Ning Sun. Dia memang bukan anak Raja. Dan tidak mengandung setetespun darah raja. Tapi dia adalah kakak kandungmu. Dia dan dirimu sama-sama terlahir dari rahimku ini. Kau . Yang selalu ku sayang dengan teganya bersikap kasar pada kakakmu hanya karena seorang wanita. Chuobi dan Shiba sudah dekat dan saling mencintai sejak dulu Ning. Kau hanya baru sesaat mengenalnya jadi lupakan perasaanmu pada kalak iparmu itu. Dengar. ibu tak mau tahu lagi kau memperdebatkan Shiba. Karena Shiba hanya akan menikah dengan kakakmu." Ucap Ibu Yuning


"Ibu sudahlah ibu. Jangan bicara seperti itu pada Ning Sun. Ia dan hatinya tak pernah salah karena mencintai Shiba. Jika Shiba mau menerimanya dan berjanji akan selali mencintainya. Aku akan merestui mereka ibu. Karena bagiku Ning Sun lebih berharga dari segalanya selain dirimu ibu." Ucap kakak Yuning


"Chuobi jangan mempermalukan ibumu ini dengan perkataan bodohmu itu. Ibu sangat tau jelas bagaimana perasaan Shiba padamu. Sudah ibu putuskan, Shiba hanya akan menikah denganmu. Tidak dapat diubah lagi. Kembali ke kamar kalian." Ucap ibu Yuning


Ia lalu pergi meninggalkan kedua putranya dengan raut wajah penuh emosi dan kecewa.

__ADS_1


"Hehh. Aku tak butuh belas kasihmu Chuobi. Cuuih." Ucap Yuning lalu meludah didepan kakaknya.


Ia pun berlalu meninggalkan kakaknya sendiri di taman bunga itu. Sejak pertemuan itu Yuning tidak bisa menahan lagi sakit hatinya. Ia lalu pergi meninggalkan istana. Berkelana cukup jauh. Sampai membawanya menjadi seorang Raja di Gurun Utara. Ia diangkat anak oleh Raja Gurun Utara terdahulu . Karena ayah angkatnya itu sangat mengagumi bakatnya. Sampai akhirnya semua tahta dan singgasana itu menjadi miliknya saat ayah angkatnya meninggal karena suatu penyakit.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Liu Yu Ning (Yu Ning Sun) kembali tersadar dari ingatan masa lalunya. Hatinya merasakan sakit, sedih dan kecewa atas semua kejadian yang menyakitinya. Tapi ia juga menyesal dan rindu. Pada seorang ibu yang melahirkannya. Ia menyesal karena tak bisa memenuhi keinginan ibunya. Disaat terakhir ibunya yang sangat ingin menemuinya. Sampai ibunya menghembuskan nafas terakhirnya ia sama sekali tak pernah datang ke Istana itu. Sebenarnya Yuning adalah orang yang sangat setia dan penyayang. Bila dulu ibunya tak keras kepala, dan tidak lebih memihak pada kakaknya. Mungkin saat ini ceritanya akan berbeda.


"Ibu.. Aku sangat menyayangimu." Ucap Yuning sambil meneteskan air mata


Freya merasa iba dan hampir tidak percaya dengan keadaan Yuning saat ini. Yuning Raja yang banyak dikenal orang sangat brutal dan kejam itu. Saat ini tenggelam dalam penyesalan dan menangis rindu pada ibundanya.


"Apa aku sudah sangat menyakitimu saat itu ibu?" ucapnya menangis


Ia semakin terisak saat semakin mengingat kenangan indahnya bersama ibu dan kakak tersayangnya dulu.


"Ya Tuhan. Ternyata Yuning memiliki sisi hati yang sangat lembut juga. Aku baper, hampir ikut nangis dengerin dia nangis." Suara hati Freya


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...Hai guys.. Ini karya perdanaku...


...Mohon dukungannya yaโ˜บ...


...Yang udah sempetin buat mampir,...


...Semoga kalian semua sehat selalu guys ๐Ÿคฒ...


...Agar bisa terus simak bab-bab selanjutnya...


...Yang betah-betah ya guys ๐Ÿ˜...


...Dan jangan lupa buat tinggalin jejak like, komen dan vote yaa ๐Ÿคฉ...


...Terimakasih ๐Ÿ™...


...Sampai jumpa di bab selanjutnya ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜*...

__ADS_1


__ADS_2