
Selain pelayan Mi, kalian semua istirahatlah lebih dulu, bila semua tugas kalian disini sudah selesai, aku masih perlu bantuan dari pelayan Mi." perintah Freya lagi
"Baik Putri" sahut seluruh pelayan bersamaan
Mereka pun memberi tanda hormat pada Freya dan berbalik meninggalkan ruangan itu setelah tugas mereka selesai.
"Pelayan Mi, sudah berapa lama kamu berada di Istana ini?" tanya Freya tiba-tiba
"Kurang lebih sudah 6 tahun Putri," jawab pelayan Mi
"Berarti kamu sangat paham lokasi dan tata letak setiap bangunan di istana ini?" tanya Freya
"Benar Putri, apakah Putri butuh sesuatu?" tanya pelayan Mi
"Kau benar, kemarilah!" perintah Freya
Freya membisikkan sesuatu pada pelayannya ketika pelayan itu mendekat.
********
"Dhan, gimana? udah ada kabar soal Freya?" tanya William
"Belum will, kemaren gue sama bonyok gue baru aja laporin kasus hilangnya Freya ke polisi, belum ada kabar lanjutan dari pihak polisi, tapi syukurlah lebih banyak yang bantu cari info soal Freya," tutur Ardhan
"Kalo Fachry gimana Dhan, dia kok jarang kumpul bareng kita ya, apa dia sibuk cari Freya? sejak Freya menghilang, dia juga nggak ada kabar sama sekali, di grup chat juga sepi banget tuh anak, nggak absen sama sekali," tanya William
"Dia masih ngerasa bersalah karena hilangnya Freya, dia rasa semua ini karena dia, karena kalau bukan Freya yang nyelamatin dia, Freya pasti masih bersama kita sekarang, gue udah coba ngomong sama dia, tapi dia keukeuh sama pemikirannya itu, kalian semua tau sendiri kan gimana dia, apalagi udah lama banget dia nyimpan rasa buat Freya," jelas Ardhan
"Semoga Freya baik-baik aja ya gaes, aku kangen banget sama dia, semoga dia bisa secepetnya kumpul bareng kita lagi," sahut Selly sahabat Freya yang merasa sedih
"Iya sell, aku juga kangen sama Freya, nggak enak banget nggak ada dia," timpal Irene sahanat Freya
"Ehh Dhan, tgl 18 nya gimana ni, kalo Freya belum juga balik, Vexana bakal kacau dhan, lo tau kan gimana galaknya manager cafe itu, apalagi dia tuh ngefans banget sama suara Freya, ngeselin banget lagi orangnya, kalo dia bukan manager tuh toko, hemm udah abis tuh sama gue, tapi.. mana kita udah tanda tangan kontrak lagi, masa awal perfom ganti vokalis, kan nggak lucu," ucap William
__ADS_1
"Heumm, buat masalah itu, nanti biar gue sama Fachry yang coba ngomong sama manager cafe nya, dia pasti ngertilah keadaan Freya yang lagi kayak gini," sahut Ardhan
"Ya semoga aja, saat kalian ketemu om rese itu, dia sedang dalam suasana hati yang baik ya, jangan sampe deh kejadian kayak si Rio itu keulang lagi, sumpah sedih banget deh kalo inget," timpal Selly
"Aamiin.. aamiin...." Sambung Irene
********
"Kok daritadi aku belom liat Leo ya? kenapa Sun nggak bawa Leo kesini? apa terjadi sesuatu sama Leo? atau jangan-jangan Leo ngamuk lagi, duh gawat ni kalo bener Leo ngamuk, hemmm, aku nyoba keluar aja deh," ucap Freya
Freya pun bergegas keluar dari paviliun itu. Tapi saat ia hendak membuka pintu paviliun, pintu itu lebih dulu terbuka oleh seseorang dari luar. Freya sedikit terkejut ternyata yang membuka pintu adalah Sun, Raja di Istana itu.
"Change Ge, apa kau hendak keluar?" tanya Raja Sun yang sama terkejutnya
"Ya, aku sedikit bosan, aku hanya ingin berkeliling disekitar paviliun ini," jawab Freya
"Baiklah, ayo ku temani kau berkeliling Istana," ajak Raja Sun
Raja langsung menarik tangan Freya, menggandengnya dan berjalan bersama mengelilingi kebun bunga disamping Paviliun Anggrek. Freya hanya diam pasrah tapi hatinya sungguh sangat berbunga-bunga. Ia sangat menikmati moment indah yang ia rasakan saat ini, sampai ia lupa dengan tujuan awalnya keluar dari paviliun itu karena ingin menemukan Leo.
Chang Ge hanya tersenyum mendengarkan. Ia merasa seperti berada dalam mimpi, mimpi yang baginya terasa nyata itu.
Raja masih setia menggenggam tangan Freya. Saat ini mereka sedang berdiri diatas sebuah jembatan kayu. Mereka menghadap ke sebuah kebun bunga. Menikmati aroma dan warna berbagai jenis bunga cantik nan indah. Sungguh sangat memanjakan mata melihatnya.
"Yang Mulia, ku rasa kau masih harus membayar sesuatu padaku, " ucap Freya tiba-tiba
"Benarkah? apa itu? katakan saja," jawab Raja
"Kau masih berhutang beberapa penjelasan padaku saat kita masih berada dihutan waktu itu, apa kau lupa?" sahut Freya
"Tentu saja aku ingat, bukankah tadi pagi aku sudah memberitahukan siapa aku sebenarnya, ku kira saat ini kau akan berterimakasih padaku untuk kejadian pagi tadi" ucap Raja dengan percaya diri
"Dia benar-benar seorang Raja? Nama yang sama, status, tempat dan situasi yang sama. Apa semua ini berhubungan dengan mutiara-mutiara itu? Sebelumnya ia selalu memanggilku Chang Ge, dan semua adegan dalam mimpi-mimpi ku yang selalu bersamanya, semua itu, apakah ia juga memimpikannya, sama persis seperti mimpiku? apakah ini mungkin?" suara hati Freya
__ADS_1
Raja hanya tersenyum melihat Freya yang tidak menjawab pertanyaannya.
"Karena kau hanya terdiam, itu berarti aku tak perlu menjelaskan apapun lagi. Dan tentang siapa namaku, seharusnya tanpa kuberi tahu pun, kau akan tahu dengan sendirinya. Sebenarnya aku pernah memberikan sebuah kalung liontin untukmu. Kau sangat menyukai kalung itu, kau bilang kalung itu begitu cantik. Karena liontin kalung yang berbentuk cincin itu, disekelilingnya terdapat permata biru kesukaanmu, dan bagian dalam cincin itu bertuliskan nama kita berdua," ucap Raja sembari tersenyum
Sebenarnya Raja sudah membuat kalung liontin itu sejak lama. Dan yang ia tahu, kalung itu masih bersamanya. Karena saat ini mereka benar-benar bertemu dikehidupan nyata, jadi ia berencana untuk memberikan kalung itu pada Freya bila ingatannya kembali. Ia tak tahu bahwa kalung yang ia ceritakan itu sebenarnya memang sudah ada bersama Freya sejak lama.
"Kalung itu, bukankah itu kalung yang sama dalam mimpiku, kalung yang ia berikan padaku lewat mimpi, dan saat aku terbangun, kalung itu memang benar-benar ada padaku. Dia.. mimpi itu.. semuanya nyata.. itu bukan mimpi? jadi dia benar-benar nyata hadir dalam mimpiku, tidak.. kita berdua memang benar-benar nyata bertemu dalam mimpi itu," Freya menangis mengingat tentang semua mimpinya yang selalu dekat dengan Raja
Raja tak memperhatikan Freya yang terus sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia justru mendekati sebuah pohon mawar yang telah berbunga. Dan memetik setangkai mawar merah harum nan indah itu. Ia tersenyum memandangi mawar itu. Saat ia hendak berbalik, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara seseorang yang memanggilnya dengan begitu lembut.
"Su'er!" panggil Freya dengan suara yang sangat lembut
"Suara itu, Chang Ge ku," sahut Raja terkejut
Ia segera berbalik saat mendengar suara itu. Ia melihat Freya yang sedang menangis menatapnya rindu.
"Su'er!" Freya mengulang memanggil nama itu
********
...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author,...
...Bisa tambahin semangat author loh 🤗...
...Caranya cuma tekan...
...Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤩...
...Gampang banget kan....😁...
...Mohon dukungannya juga ya teman-teman...
...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya 😍...
__ADS_1
...Terimakasih🙏🤗😘...