
"Tega sekali Yang Mulia Yuning, padahal sudah jelas gadis itu adalah kekasih Raja Ashile. Tapi Raja malah menculiknya. Hah.... Kerajaan kita pasti akan sering berperang dengan Kerajaan Tang. Ini membuat hidup kita semakin sulit saja." Ucap pengawal A
"Ya kau benar. Tapi pelankan suaramu itu. Habislah kau jika perkataanmu sampai pada telinga Raja. Kau pasti akan digantung olehnya di alun-alun kota." Sahut pengawal B
Freya membulatkan matanya saat mendengar sebuah nama yang sangat ia kenal. Freya pun menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.
"Yuning? Penjahat itu? Bagaimana aku bisa ada ditempatnya? Ada apa ini? Berapa lama aku tak sadarkan diri? Bagaimana dengan keadaan Su'er?" suara hati Freya
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka perlahan. Freya pun reflek berlari dan kembali berbaring ditempat tidurnya. Ia pura-pura tertidur. Karena hanya cara itu yang sempat ia fikirkan. Beberapa derap langkah kaki mulai memasuki ruangan itu. Ternyata itu Raja Yuning dan beberapa bawahannya. Saat sampai didekat ranjang yang Freya tiduri, Raja itu memperhatikan sebentar wajah Freya.
"Lama sekali ia tertidur? Tabib cepat periksa keadaannya? Aku sangat penasaran dengannya." Ucap Raja Yuning
"Baik Yang Mulia" jawab tabib
Tabib lalu memeriksa keadaan Freya.
"Saya tidak menemukan gejala apapun Yang Mulia. Seluruh tubuhnya sehat." Ucap tabib
"Gadis ini sehat? Tapi mengapa ia tertidur sangat lama? Kau yakin sudah memeriksanya dengan benar tabib?" ucap Raja
"Benar Yang Mulia. Saya yakin bahwa gadis ini sangat sehat. Tapi saya menemukan aroma asing pada darah gadis ini. Mungkin aroma itu adalah racun atau semacam obat tidur. Sehingga membuat gadis ini tertidur sangat lama." Ucap tabib
"Aroma asing? Baiklah kalian semua boleh pergi." Perintah Raja Yuning
Raja Yuning pun kembali memandangi wajah Freya. Ia lalu mendekat dan duduk disamping Freya.
"Ya ampun, penjahat ini mau ngapain si? Pake duduk deket-deket segala. Awas ya lo kalo berani macem-macem Bakal aku jadiin perkedel nanti." Suara hati Freya
"Kau gadis yang sangat cantik, beruntung sekali Su'er bila memilikimu. Tapi kau tenang sayang, sebentar lagi, kau akan menjadi milikku. Kau akan menjadi Ratu Gurun Utara. Hahahaa. Inilah akibatnya karena dulu kau selalu mencampakanku Shiba." Ucap Raja Yuning bahagia
"Ratu Gurun Utara? Seenaknya aja ni orang? Siapa juga yang mau nikah sama penjahat kaya kamu. Iihhh. enek banget aku dengernya. Karena kamu, semua orang jadi menderita tau ngga? Dasar nggak tau malu. Pengen banget aku timpuk ni kepalanya." Suara hati Freya
Raja Yuning lalu membelai lembut pipi Freya. Freya sangat terkejut dengan kelakuan Raja Yuning. Untungnya ia masih bisa mengontrol emosinya dan sandiwara pura-pura tidurnya pun terap aman.
__ADS_1
"Kurang ajar ni cowo. Bener-bener pengen jadi perkedel ya rupanya." Suara hati Freya
Raja Yuning tersenyum melihat wajah Freya. Wajahnya lalu mulai mendekati wajah Freya. Ia hendak mencium bibir gadis itu. Namun aksinya terhenti saat seorang prajurit tiba-tiba memanggilnya. Padahal jarak bibirnya dan bibir Freya hanya tinggal tiga sentian saja.
"Hmmm. Pengganggu." Ucap Raja Yuning kesal
"Lapor Yang Mulia, saya membawa berita dari Tang." Ucap prajurit itu
"Kabar dari Tang? Ashile Sun? Hahh. Kabar apa yang kau dapat sampai berani menggangguku? Katakan!" ucap Raja Yuning
"Maafkan aku Yang Mulia. Saya membawa kabar tentang Permaisuri Luo Shiba Yang Mulia. Prajurit yang menyusup di Tang tak sengaja mendengar bahwa Ratu Li Leyan menyebut nama Permaisuri Luo Shiba. Ratu berkata bahwa ia akan sabar menunggu Permaisuri Shiba hidup kembali." Ucap prajurit itu
"Baiklah kau boleh kembali." Ucap Raja Yuning pada prajurit itu
Prajurit pun memberikan tanda hormat pada Raja dan pergi meninggalkan ruangan Raja.
"Shiba? Hidup kembali? Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa kau sudah meninggal? Tidak. Itu tidak mungkin. Walaupun kau selalu menyakitiku. Tapi hatiku ini merasa ribuan kali lebih sakit saat mendengar kau sudah tak ada Shiba. Apa yang terjadi Shiba? Apakah karena racun dingin pada Ashile? Ashile sangat sehat dan masih hidup sampai sekarang. Iya. Kabar tentang racun dingin pada tubuh Ashile berangsur menghilang saat Shiba pun menghilang. Pasti semua ini berkaitan. Aku harus selidiki masalah ini." Ucap Raja Yuning
"Pengawal!" teriak Raja Yuning
"Cari tahu semua informasi yang berhubungan dengan menghilangnya Permaisuri Shiba! Cepat!!" teriak Raja Yuning
"Baik Yang Mulia" jawab pengawal itu
"Penawar itu." Suara hati Raja Yuning
Ia pun hampir berlari menuju ke ruang rahasianya. Pintu itu adalah sebuah lemari buku yang bisa didorong masuk. Freya pun membuka matanya dan melirik kearah Yuning pergi. Sayang sekali ia tak bisa mendengar apapun dari ruang rahasia itu. Freya kembali memejamkan matanya saat terdengar suara pintu rahasia itu terbuka lagi.
"Penawar racunnya masih ada padaku. Lalu apa yang membuat Su'er masih hidup sampai sekarang? Shiba pasti telah melakukan sesuatu?" ucap Raja Yuning
"Penawar? Su'er? Pasti itu adalah penawar racun dingin. Aku harus mendapatkan penawar racun itu." Suara hati Freya
Raja Yuning pun berlalu meninggalkan Freya setelah keluar dari ruang rahasianya. Ia hanya melirik wajah Freya sebentar sambil terus berlalu pergi. Freya pun perlahan bangun dan turun dari ranjangnya. Ia mengamati keadaan disekitar. Saat ia yakin keadaannya aman. Ia perlahan mendekati ruang rahasia itu. Ia membuka lemari buku itu. Dan menutupnya kembali. Ia langsung mencari penawar racun itu. Ia membuka satu persatu laci diruangan itu. Tapi semua tempat kosong. Ia lalu memejamkan matanya dan memegang keningnya karena kepalanya terasa sedikit sakit. Namun Freya terkejut saat ia menutup matanya. Karena saat ia menutup mata sebuah pandangan baru terlihat olehnya.
__ADS_1
"Hahh. Ini? Bagaimana mungkin? Mengapa jadi tembus pandang? Hmmm, tapi ini bagus. Ini akan memudahkanku untuk menemukan penawar racun itu." Suara hati Freya
Freya pun kembali menutup matanya. Dan kepalanya mengitari ruangan itu. Ia lalu berhasil menemukan dua buah botol yang disimpan sangat tersembunyi. Bila pandangan mata Freya tak tembus pandang, mungkin ia pun belum tentu bisa menemukan tempat penyimpanan penawar racun itu. Freya pun segera mendekati tempat penyimpanan penawar racun itu. Tempat itu berada dibawah karpet yang salah satu bagian karpetnya ditindih oleh sebuah kursi kayu panjang.
"Pintar juga penjahat itu menyembunyikan penawar ini. Tapi sayang sekali kedua benda ini akan segera menjadi milikku." Suara hati Freya
Freya lalu membuka matanya. Ia mengangkat salah satu bagian karpet yang tidak tertindih apapun. Ia menyibak karpet itu menjadi setengah terlipat. Lalu ia membuka penutup tempat itu. Dua buah botol kaca nampak didalam tempat itu. Freya pun mengambil keduanya. Dan menutup lagi penutup tempat itu. Ia juga merapihkan kembali karpet yang ia sibak. Ia lalu memasukkan kedua botol itu disalah satu kantong tersembunyi bajunya.
"Ada benda penting apa lagi ya diruangan ini? Aku harus mencarinya. Ini kesempatan yang sangat langka." Ucap Freya
Freya lalu kembali menutup matanya. Ia melihat beberapa prajurit yang berlalu lalang didepan ruangannya. Ketemu. Ia melihat sebuah ruang kecil rahasia lagi dibalik salah satu lukisan didinding kamarnya.
"Luar biasa penjahat ini. Mari kita lihat apa yang kau sembunyikan didalam sana?" suara hati Freya
Freya pun membuka matanya dan langsung mendekati tempat rahasia itu. Ia memindahkan lukisan itu ke lantai lalu membuka penutup penyimpanan itu. Ia melihat bertumpuk-tumpuk kertas. Ia terkejut saat membaca isi kertas itu.
"Hahh? Ayah Raja adalah kakak Yuning? Bagaimana mungkin?" ucap Freya
...********...
...Hai guys, ini karya perdanaku...
...Mohon dukungannya yaπ€©...
...Yang udah pada mampir,...
...Semoga kalian sehat selalu ya,...
...agar bisa terus simak bab-bab selanjutnya π...
...Dan jangan lupa buat sempetin bagi Like, Komen dan Votenya....
...Terimakasih π...
__ADS_1
Sampai jumpa di bab selanjutnya π€π