
"Luar biasa penjahat ini. Mari kita lihat apa yang kau sembunyikan didalam sana?" suara hati Freya
Freya pun membuka matanya dan langsung mendekati tempat rahasia itu. Ia memindahkan lukisan itu ke lantai lalu membuka penutup penyimpanan itu. Ia melihat bertumpuk-tumpuk kertas. Ia terkejut saat membaca isi kertas itu.
"Hahh? Ayah Raja adalah kakak Yuning? Bagaimana mungkin?" ucap Freya
Freya pun langsung mengambil semua tumpukan kertas itu, lalu ia langsung menyimpannya kedalam kantong dibalik pakaiannya lagi. Freya kembali menutup rapat penutup penyimpanan itu. Ia pun meletakkan kembali lukisan yang sempat ia letakkan di lantai tadi ke dinding, tepat seperti semula. Freya lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Ia membuka pintu lemari itu dan menutupnya kembali. Freya sedikit bingung untuk menyimpan penawar racun dan tumpukan kertas itu. Lalu ia teringat tentang Su'er.
"Ah iya, aku harus tidur dan memberikan semua ini pada Su'er didalam mimpiku. Bener-bener, semoga belum terlambat. Jangan sampe penjahat itu dateng dulu. Oke, tunggu aku Su'er!" ucap Freya
Freya pun memejamkan matanya. Ia pun langsung masuk ke dunia mimpinya.
"Dimana ini? Gelap banget sih? Apa Su'er nggak lagi tidur ya sekarang? Hmmm. Coba jalan aja dulu deh. Selama ini kan aku nggak pernah mimpiin orang lain. Kalo mimpi pasti mimpiin Su'er. Ahh iya, gimana kabar mamah papah ya? Dias, Ardhan, kak Fachry. Hemmm, kangen deh sama mereka." Ucap Freya
"Kangen sama mereka? Siapa mereka?" sahut Raja Ashile Sun
Sebenarnya Raja sudah tau keberadaan Freya. Ia sangat senang melihatnya dan hendak memeluknya dari belakang. Namun aksinya terhenti saat ia mendengar Freya mengucapkan sesuatu tentang keluarga nya itu. Ia penasaran dengan ucapan Freya. Karena selama ia mimpi dengan Freya, ia tidak pernah bertemu dengan siapapun dari keluarga atau teman Freya. Dalam mimpinya, ia hanya bertemu dengan Freya dan orang-orang asing. Freya pun menengok kearah suara itu. Ia sedikit terkejut melihat Su'er yang sudah ada dibelakangnya.
"Su'er! Ravi suamiku! π sejak kapan kamu berdiri disana?" ucap Freya sambil berlari memeluk suami dalam mimpinya itu
Su'er pun menyambut pelukan Freya dengan sangat bahagia. Ia membelai lembut rambut istri dalam mimpinya itu. Dan kembali mempererat pelukannya.
"Chang Ge, Freyakuu. Harusnya akulah yang bertanya padamu, darimana saja kamu selama ini? Dan dimana tubuhmu sekarang? Bukankah anak buah Yuning membawamu? Apa kau terluka? Apa bajingan itu memperlakukanmu dengan buruk?" cecar Raja Ashile Sun
"Maafkan aku Su'er. Selama ini aku bersama dengan Permaisuri Lou Shiba. Dia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. Dan saat aku terbangun, entah mengapa aku sudah ada ditempat penjahat Yuning itu." Ucap Freya
"Permaisuri Luo Shiba? Siapa dia Chang Ge? Dan kau benar-benar berada ditempat bajingan itu? Chang Ge aku berjanji akan mengeluarkanmu dari tempat bajingan itu. Kau bertahan dan berhati-hatilah sayang?" ucap Raja Ashile Sun
__ADS_1
"Akan ku jelaskan siapa beliau suatu saat nanti sayang. Tapi saat ini, aku menemuimu untuk memberikan semua ini. Simpanlah semua benda ini Su'er. Aku menemukannya ditempat rahasia Yuning. Kau tak perlu cemas, aku pasti baik-baik saja Su'er. Sekarang kembalilah ke Istana dan tolong simpan semua benda ini untukku. Aku akan kembali ke tempat Yuning untuk mencari tahu, rahasia apa lagi yang ia sembunyikan. Su'er tunggulah aku sayang. Kita akan bertemu lagi." Ucap Freya
Freya pun semakin erat memeluk kekasihnya itu. Ia lalu mengecup lembut bibir suami dalam mimpinya. Dan Su'er pun menyambut kecupan itu. Ia semakin rakus menikmati manisnya bibir sang istri dalam mimpinya itu. Ia sangat menyukainya. Tangannya pun tak mau diam membelai-belai manja punggung Freya. Ia sangat menginginkan Freya saat ini. Aksinya semakin cepat, membuat Freya hampir kehabisan nafas. Ia semakin dalam menjelajahi Freya. Dan disaat tangannya semakin nakal hendak masuk ke celah pakaian Freya, Freya reflek melepaskan pagutan bibirnya dan pelukan dari Su'er.
"Jangan sekarang Su'er. Bukankah sejak dulu didalam mimpi pun, kita tak pernah melakukan hal-hal seperti ini yang diluar batas?" ucap Freya yang tubuhnya masih bergetar
Su'er tersenyum manis pada kekasihnya itu.
"Maafkan aku sayang. Aku hampir lepas kendali. Karena aku sangat merindukanmu. Aku hampir gila karenamu. Saat ku tahu kau memang benar jodohku, aku sungguh bahagia. Tapi saat kau tak sadarkan diri waktu itu. Hatiku benar-benar merasa hampa. Aku bersyukur sekarang kau tidak apa-apa. Tapi mengapa harus ditempat bajingan itu, pertama kali kau membuka matamu lagi. Maafkan aku Chang Ge, aku tak melindungimu dengan baik. Bahkan sampai Leomu pun ikut terluka." Ucap Raja Ashile Sun
"Leo terluka?" Apa yang...." ucap Freya yang tiba-tiba terhenti karena ia mendengar sesuatu.
Ia mendengar derap langkah kaki beberapa orang. Namun ia masih bingung suara dari mana itu berasal. Karena saat ia memejamkan matanya dan menoleh ke sekelilingnya, tak ada apapun yang mencurigakan. Ia lalu teringat dengan tubuhnya yang masih berada di tempat Yuning.
"Ada apa Chang Ge? Kau mendengar sesuatu?" tanya Raja Ashile Sun
"Ya. Hati-hati sayang." Jawab Raja Ashile Sun
Freya pun kembali menghambur kedalam pelukan Su'er dan mengecup bibir pria itu sekilas. Lalu ia melepas pelukannya.
"Haaah. Mengapa kau suka sekali menyiksaku Chang Ge." Ucap Raja Sun frustasi
"Nanti kita lanjutkan lagi sayaaang. Sudah cepat sana kembali. Aku pun harus kembali. Ingat untuk simpan dengan baik semua benda itu ya. Aku pergi sayang. Bye." Ucap Freya
Freya berlalu pergi meninggalkan Su'er sendirian di gua itu. Ia melihat Freyanya tersenyum dan melambaikan tangan. Serta memberikan sebuah tanda pada Su'er untuk segera kembali.
"Hemmh. Syukurlah Chang Ge baik-baik saja. Aku akan mencari cara untuk segera menjemputmu dari tempat bajingan itu. Chang Ge bersabarlah sayang." Ucap Raja Ashile Sun
__ADS_1
Raja pun berbalik dan berlalu pergi meninggalkan gua itu.
*****
Raja membuka matanya. Kini rohnya sudah menyatu dengan tubuhnya. Sayang sekali pertemuan itu hanya sesaat. Padahal ia selalu rindu dengan gadis itu. Apalagi dia tahu bahwa sekarang Freya sedang berada ditempat Yuning. Ia pasti akan sering merasa gelisah pada keselamatan kekasihnya itu. Dan Raja pun menyadari ada sesuatu diatas tubuhnya. Ia pun ingat bahwa semua benda itu milik kekasihnya. Benda itu adalah tumpukan kertas dan dua buah ramuan yang Freya dapatkan dari tempat Yuning. Dan semua benda itu Freya balut dengan kain sutera lembut berwarna cokelat. Raja penasaran dengan isi benda itu. Ia pun hendak membukanya. Tapi ia kembali mengingat kata-kata Freya. Bahwa ia harus menyimpan dengan baik semua benda itu. Dan Freya pun tidak berkata bahwa ia boleh membukanya.
"Ahh nanti saja. Benda ini milik Freya. Aku hanya diminta untuk menyimpannya. Bukan untuk membukanya. Sepertinya didalamnya adalah harta terpenting bajingan itu. Hahh. Chang Ge selalu membuatku penasaran. Semoga kau benar baik-baik saja sayang." Ucap Raja Ashile Sun
...********πΉπΉπΉπΉπΉ********...
...Hai guys.. Ini karya perdanaku...
...Mohon dukungannya yaβΊ...
...Yang udah sempetin buat mampir,...
...Semoga kalian semua sehat selalu guys π€²...
...Agar bisa terus simak bab-bab selanjutnya...
...Yang betah-betah ya guys π...
...Dan jangan lupa buat tinggalin jejak like, komen dan vote yaa π€©...
...Terimakasih π...
...Sampai jumpa di bab selanjutnya π€π...
__ADS_1