Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 26_Sisi Baik Yu Ning


__ADS_3

"Kau menculikku dan menjadikanku sandra? Hebat sekali. Apa yang kau punya sehingga berani melakukan itu padaku?" ucap Freya


"Hahahahhaa. Kau tak tahu siapa Raja Gurun Utara Nona. Aku adalah Liu Yu Ning, Raja yang sangat kejam dan brutal." Ucap Raja Yu Ning


"Benarkah? Lalu jika kau adalah Liu Yu Ning, siapa Yu Ning Sun itu? Dan siapa Liu Jin Se?" ucap Freya


Raja Yu Ning terkejut mendengar ucapan gadis itu.


"Nama itu? Bagaimana bisa gadis ini tau? Apa jangan-jangan dia melihat semua catatan rahasiaku? Tidak, itu tidak mungkin. Tempat itu sangat tersembunyi. Tak ada seorangpun diIstana ini yang tau, selain aku." Suara hati Raja Yu Ning


Ia lalu memandangi gadis itu.


"Kau? Siapa kau sebenarnya?" ucap Raja Yu Ning


"Bukankah kau tahu aku siapa? Sampai kau membawaku kemari? Apa kau yakin dengan menggunakanku dapat mengancam Su'er untuk memberikan tahtanya padamu? Bukankah kau sangat menyayangi ponakanmu itu?" sahut Freya


Raja Yu Ning semakin terkejut. Ia hanya terdiam. Ia sedikit gelisah mendengar perkataan Freya. Ia lalu berbalik dan berjalan menuju ruang kerjanya. Setelah sampai, ia langsung membuka pintu rahasia itu. Dan masuk kedalam ruang rahasianya. Satu persatu tempat penyimpanannya ia periksa. Ia merasa lega, karena semua benda itu masih aman bersamanya. Tanpa dia tahu bahwa semua benda itu adalah palsu. Freya sudah menempatkan benda palsu itu ditempat penyimpanan rahasia Yu Ning. Sesaat setelah ia kembali sadar dari mimpinya dengan Su'er waktu itu. Didalam dunianya, Freya merupakan seorang yang genius, jadi bukan hal yang sulit baginya untuk menyalin semua data yang Yu Ning simpan itu. Bahkan hanya dengan sekali baca, Freya langsung bisa menghafal semua isi tulisan dalam berkas-berkas penting Yu Ning. Yu Ning masih terlihat bingung. Namun ia segera keluar dari ruang rahasianya itu. Freya pun kembali memperhatikan Yu Ning.


"Apa yang sedang kau pastikan Yu Ning?" ucap Freya santai


"Siapa kau?" ucap Yu Ning yang masih penasaran dengan Freya


"Kau tak perlu tau siapa aku sebenarnya. Yang perlu kau tau adalah aku pernah bertemu dengan ibu. Permaisuri Lou Shiba. Ibu Ratu Raja Ashile Sun." Ucap Freya


"Apa? Kau bertemu Shiba? Kau memanggil dia ibu? Apa Shiba masih hidup? Bagaimana keadaannya?" ucap Yu Ning terkejut bercampur bahagia


Freya turun dari ranjang itu dan berjalan kearah salah satu jendela yang terbuka.Yu Ning langsung mendekati Freya. Freya pun menoleh kearahnya. Saat ini Yu Ning seolah berubah, sikapnya lebih lembut dari sebelumnya. Mata Yu Ning yang sekarang telah dipenuhi dengan cinta untuk Shiba. Dipenuhi rasa rindu yang sudah sangat menggunung. Freya melihat mata Yu Ning berkaca-kaca. Membendung air mata, yang siap untuk terjun ke celah mata dan membanjiri pipinya. Freya seakan tak percaya melihat sisi lain dari Yu Ning. Atau mungkin memang seperti inilah Yu Ning yang sesungguhnya.


"Apa kau merindukannya?" tanya Freya


"Iya, bagaimana tidak? selama ini aku selalu mencintainya. Bagaimana mungkin aku tidak merindukannya." Ucap Raja Yu Ning hampir menangis

__ADS_1


Freya terharu melihat Yu Ning yang sekarang. Rasa cintanya pada Shiba ternyata mampu menghilangkan segala keangkuhannya selama ini. Mungkin selama ini, keangkuhannya itu hanya topeng. Topeng agar orang lain menganggapnya baik-baik saja, yang sebenarnya hatinya begitu sakit, terluka dan tersiksa. Mungkin dengan cara itulah Yu Ning bisa hidup tenang, melupakan segala rasa yang menyiksa hatinya selama ini. Walaupun hanya untuk sesaat, karena penyiksaan hatinya itu sering datang tanpa ia undang.


"Aku akan membantumu untuk menemui ibu? tapi dengan sebuah syarat." Ucap Freya


"Benarkah? dengar nona, apapun itu, akan ku penuhi. Asalkan kau benar-benar bisa membuatku bertemu dengan Shiba." Ucap Yu Ning yang benar-benar hampir menangis


Freya kembali tersentuh melihat cinta Yu Ning untuk Ibu Raja itu.


"Baiklah. Aku ingin kau memberiku setangkai bunga kristal langka. Dan kau harus berjanji untuk tidak akan pernah menyerang Tang." Ucap Freya


Yu Ning sedikit terkejut dengan permintaan Freya. Permintaan yang sama yang diajukan oleh Raja Gurun Selatan. Untuk membuat Gurun Selatan bersekutu denganya. Agar bisa menyerang Tang bersama. Tapi saat ini syarat yang diajukan Freya, justru kebalikannya. Ia sedikit bingung.


"Heuh. Lihatlah sekarang, kau justru tidak yakin dengan ucapanmu sendiri. Bukankah kau bilang apapun akan kau lalukakan? Kenapa? Kau bingung harus memilih Shiba atau tahta Tang?" ucap Freya skakmat


Yu Ning hanya terdiam. Ia lalu duduk diatas ranjangnya. Ia melihat kebawah tapi pandangannya kosong.


"Apa yang membuatmu sangat ingin memiliki tahta itu? Dan apa yang membuatmu begitu sangat mencintai Permaisuri Shiba?" tanya Freya


"Bukankah kau sendiri tahu bahwa ayah Su'er begitu sangat menyayangimu. Apa kau tau, paman Raja sudah berniat untuk merelakan tahta Rajanya dan Shiba untukmu, disaat Ibu Ratu Agung sangat ingin menemuimu. Tapi kau tak pernah datang. Bahkan tak pernah membalas surat dari paman Raja sekalipun." Ucap Freya


"Surat dari kakak? Aku tidak pernah sekalipun menerima surat dari kakak." Sahut Yu Ning


"Apa kau yakin?" tanya Freya


"Untuk apa aku menipumu? Bahkan aku tahu keadaan ibu dari prajurit rahasiaku di Tang. Hanya saja, saat itu aku sangat bodoh karena tidak langsung menemui ibu. Saat itu hatiku hanya penuh dengan dendam dan amarah untuk mereka. Aku tak pernah menyangka ibu akan pergi. Hiks..hiks." Yu Ning menangis terisak mengingat tindakan terakhirnya pada ibundanya.


Freya terharu sampai meneteskan air mata. Ia sangat merasa iba dengan keadaan paman Su'er itu. Namun ia kembali teringat tentang surat yang ayah Su'er berikan. Bagaimana mungkin semua surat itu tak sampai ditangan Yu Ning?


"Sepertinya ada pengkhianat di Istanamu ini sejak dulu Yu Ning. Orang itu pasti yang sudah mengambil dan menyembunyikan semua surat dari kakakmu. Penuhilah permintaanku dan aku akan membantumu untuk mencari pengkhianat itu." Ucap Freya


"Pengkhianat? di Istanaku? Sejak dulu? Heuhh. Bagaimana aku bisa tidak tahu?" ucap Yu Ning bingung dan kecewa

__ADS_1


"Apa kau baru meminum sesuatu?" tanya Freya


"Meminum sesuatu? Aku tidak meminum apapun sebelumnya? Apa maksudmu?" tanya Yu Ning bingung


"Berikan tanganmu, coba kulihat?" ucap Freya yang mengulurkan tangannya.


Yu Ning bimbang mendengarkan perkataan Freya. Ia hanya terdiam. Ia ragu untuk mengulurkan tangannya.


"Jleeebb" suara senjata rahasia Freya yang menancap di tubuh seorang prajurit yang sedang menguping pembicaraannya dengan Yu Ning.


Yu Ning terkejut mendengar suara itu. Ia lebih terkejut karena Freyalah yang melempar kan senjata itu.Ia pun langsung menghampiri prajurit itu. Beberapa pengawalnya pun mendengar suara itu dan langsung membawa tubuh penyusup itu pada Yu Ning. Yu Ning pun langsung memerintahkan pengawalnya untuk memeriksa mayat itu. Namun tidak ada sesuatu yang bisa didapatkan dari penyusup itu.


"Yang Mulia, seseorang sepertinya tahu bahwa ia adalah seorang penyusup yang sedang menguping dipaviliun anda. Beberapa pengawal sudah saya perintahkan untuk mencari pendekar itu." Ucap pengawal pribadi Yu Ning


"Tidak perlu, kau boleh pergi. Dan buang mayat ini! Ucap Yu Ning


"Tunggu. Biar ku lihat mayat itu?" ucap Freya


Freya lalu menghampiri mayat penyusup itu. Yu Ning dan pengawalnya hanya diam memperhatikan tindakan Freya. Freya mengamati tubuh mayat itu. Freya mencium aroma tangan mayat itu. Ia mencium aroma racun yang sama pada tubuh Yu Ning. Dan ia menutup matanya. Ia melihat sebuah lipatan surat dibalik sepatunya. Freya pun membuka matanya dan mengambil surat itu. Ia lalu membukanya dan membaca isi surat itu. Freya lalu memberikan surat itu pada Yu Ning. Yu Ning pun membacanya.


"Apa? Tang? Siapa orang dari Tang yang dimaksud penyusup ini? Apa Jin Se? Apa semua ini ulahnya?" ucap Yu Ning pada diri sendiri.


"Mayat ini terkena racun, racun yang sama yang ada pada tubuhmu. Biar ku lihat." Ucap Freya yang langsung memegang tangan Yu Ning untuk ia periksa


"Racun pelemah." Ucap Freya


"Racun pelemah? Apa itu?" tanya Yu Ning


"Racun pelemah adalah racun yang mengunci semua tenaga dalammu. Racun ini bisa mengakibatkan seseorang mati ditempat bila orang itu menerima senjata khusus. Seperti mayat ini." Ucap Freya


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2