
"Bukankah tadi sangat lembut sayaang. Kali ini aku akan melakukannya sedikit lebih cepat. Entah kenapa saat masuk kedalam dunia mimpi ini, energiku semakin bertambah ribuan kali lipat dari sebelumnya sayang." Ucap Su'er dengan suaranya yang parau.
Beberapa jam setelahnya, Su'er pun terlelap. Dengan tubuh yang masih memelukku erat.
"Dasar pembohong, dia bilang hanya sedikit lebih cepat. Lalu tadi itu apa? Sungguh sangat cepat. Oohh sakit sekaliiii." Keluhku pada Su'er yang sudah tertidur pulas.
...****************...
( Hutan Pinus )
"Inikah tempatnya Freya?" ucap Su'er padaku.
"Sepertinya begitu Su'er." Sahutku sambil melihat sekeliling hutan itu.
Aku pun langsung memejamkan mataku dan membaca sebuah mantra khusus.
Seketika, Binyeo yang ku pakai pun bersinar. Memancarkan bulatan cahaya yang cukup besar yang berada tepat di depan kami.
Aku dan Su'er pun bergegas memasuki cahaya itu. Lalu tubuh kami terhempas keluar dari cahaya itu menuju hutan bambu. Membuat posisi kami setengah tertidur.
Su'er pun perlahan bangkit, dan membantuku untuk segera bangun.
"Dimana ini yang? Apa kau pernah ke tempat ini sebelumnya?" tanya Su'er padaku.
"Aku belum pernah kemari sebelumnya yang. Tapi tempat ini sama persis dengan tempat yang Kakek Yi (Ayah Ibu Kandung Raja) katakan." Sahutku pada Suer.
"Lalu kemana kita harus pergi?" tanya Su'er lagi.
Akupun memejamkan mataku dan membaca sebuah mantra khusus, seketika penglihatanku pun menjangkau ribuan kilometer jauh saat aku kembali membuka mataku.
Ku perhatikan kesekeliling hutan itu. Dan mataku fokus melihat sebuah bangunan yang ku kenal sejak kecil. Aku pun menyuarakan hatiku, "Itu gedung perkantoran ayah. Berarti sekarang aku ada di bagian barat kota."
"Kita pergi kearah sana yang! Disana gedung perkantoran ayahku. Ayo!" ujarku padanya.
"Tunggu Freya! Kau yakin kita akan pergi dengan pakaian yang seperti ini?" tanya Su'er yang sedikit cemas.
"Hehe, memangnya kenapa? Di depan sana ada sebuah mall. Nanti kita kesana untuk membeli pakaian. Lagipula bila mereka memperhatikan kita, mereka akan mengira bahwa kita adalah sepasang artis kolosal yang sedang jalan-jalan. Itu bukan masalah besar di duniaku." Sahutku santai padanya.
"Mall? Artis kolosal? Makanan apa itu?" tanya Su'er penasaran.
"Hahahaa. Harusnya saat kita bertemu dalam mimpi, aku membawamu ke mall, tempat syuting artis dan beberapa tempat lainnya. Jadi saat dalam kenyataan kau berkunjung ke duniaku ini, kau sudah paham dengan beberapa nama yang asing di telingamu. Pffft. Sudahlah, ayo kita pergi, akan ku tunjukkan apa itu mall dan artis kolosal nanti." Sahutku menahan tawa pada Su'er lalu menarik salah satu tangannya.
__ADS_1
Kami pun bergegas menuju tempat yang ingin aku tuju.
( Taman Kota )
"Kita istirahat dulu disini yang. Aku sangat lelah. Kau tunggu sebentar disini ya. Aku akan membeli minum untuk kita." Ucapku pada Su'er yang sedang duduk di bangku taman.
Namun Su'er tak mengindahkan perkataanku. Ia justru ikut berjalan di belakangku. Ia khawatir akan terjadi hal-hal buruk padaku. Karena di taman itu cukup ramai oleh beberapa orang yang sedang duduk santai.
Aku pun menuju ke salah satu gerai minuman yang cukup sepi. "Pak, milkteanya dua cup ya."
"Habis syuting ya Mba? Ini pesanannya Mba." Ucap Bapak penjual milktea itu padaku beberapa saat kemudian.
"Hehehe. Iya nih pak. Kebetulan udah selesai, mau jalan-jalan sebentar kesini. Oh iya Pak, maaf pak, saya nggak bawa uang kes. Tapi saya punya koin emas ini. Beratnya sekitar setengah gram. Bapak bisa jual koin ini ke toko mas pak. Silahkan pak di cek dulu, tapi ini benar-benar koin mas asli kok pak." Sahutku pada bapak penjual milktea.
Namun tiba-tiba ada seorang bapak-bapak asal China (Koko) yang mendengar ucapanku. Dia pun segera menghampiri kami. "Maaf dek, boleh saya lihat koinnya? ucap Koko itu.
"Oh ya. Silahkan Ko." Ucapku pada Koko itu saat hendak memberikan koinku pada bapak penjual milktea.
"Waaah. Darimana adek mendapatkan koin ini? Ini mas asli murni. Apa saya boleh membelinya?" tanya Koko itu padaku.
"Boleh Ko. Tapi sesuai harga beli emas sekarang ya Ko. Per gramnya 999.000 ribu. Hehe. Gimana Ko?" ucapku padanya.
"Emmmm, Oke deh Ko. Koko butuh berapa keping?" sahutku padanya.
"Loh memangnya adek punya berapa banyak?" tanya Koko penasaran.
"Aku cuma bawa sekantong ini Ko. Tapi di rumah masih ada beberapa peti lagi." Jawabku santai padanya sambil menyodorkan sekantong koin emas murni milikku padanya.
"Sebanyak ini, masih ada lagi? Yang benar saja? Adek dapet harta karun?" ucap Koko itu lagi.
"Hehe. Kebetulan aku baru dapet warisan dari orang tua aku Ko." Sahutku berbohong padanya.
"Saya hanya bawa uang 2 juta dek. Bagaimana kalau nanti adek ke toko saya. Ini alamatnya. Dan sekarang saya bayar untuk dua koin saja dulu ya? Bagaimana dek?" ucap Koko itu.
"Oke nggak apa-apa Ko. Ini koin emasnya. Makasih ya Ko." Ucapku pada Koko itu.
Lalu sebagian uang hasil penjualan itu ku berikan pada penjual milktea. "Ini pak uangnya."
"Loh ini kebanyakan mba. Semuanya cuma 24 ribu kok mba." Ucap penjual milktea itu.
"Ah nggak apa-apa pak. Tadi kan saya sudah membayar bapak dengan 1 keping koin emas ini. Dan ini hasil penjualan 1 keping koin emas itu pak. Terima aja ya pak. Semoga bermanfaat untuk keluarga bapak." Ucapku ramah pada bapak itu.
__ADS_1
Setelah membeli dua cup milktea itu, aku langsung berbalik untuk menemui Su'er di kursi taman.
Namun ternyata Su'er sedari tadi ada di belakangku. "Astaga Su'eeeerr, kenapa kau disini? Mengapa tak menungguku di kursi itu?"
"Aku khawatir padamu sayang." Sahut Su'er padaku.
"Ya ampuuun sayaaaang. Bukannya kamu pernah ke duniaku dalam mimpi ya? Kenapa masih khawatir juga?"
"Ini sangat ramai Freya. Aku hanya cemas. Bukankah dalam mimpi, kita belum pernah ke tempat yang ramai seperti ini?" ucap Su'er lagi.
"Ya sudah. Ayo kita lanjutkan perjalanan. Oh ya, lebih baik kita jual koin-koin emas kita dulu yang. Agar kita bisa mempunyai uang." Ucapku lagi padanya.
"Baiklah Ratuku. Kalau uang aku tahu, kau pernah memberikan beberapa tumpuk padaku dalam mimpi, waktu itu." Sahutnya padaku sambil menyeruput milktea yang ku berikan padanya.
"Waaah. Sudah lama aku merindukan rasa minuman ini yang. Benar-benar lezat." Ucapnya senang.
Beberapa jam kemudian, aku dan Su'er berhasil menjual sisa koin emasku pada Koko itu di tokonya.
Lalu aku dan Su'er masuk ke sebuah mobil taksi menuju ke sebuah mall.
Supir taksi itu sedikit penasaran dengan penampilan kami yang masih memakai pakaian ala Kerajaan.
"Kami habis syuting film kolosal pak dan nggak sempet ganti kostum. Hehe. Antarkan kami ke mall ya pak." Ucapku santai pada supir itu.
"Hehe. Baik Mba, saya cuma penasaran saja mba. Kalian ini seperti Raja dan Ratu sungguhan. Hehe. Syuting film apa ya Mba?" ucap supir itu padaku.
"Hehe. Bapak bisa aja. Kami syuting Angling Darma Pak. Tapi masih belum tayang." Jawabku ngasal.
"Siapa Angling Darma?" seru Su'er dalam hati.
๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ....
๐๐ช๐น๐น๐ ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฑ๐ญ๐ช๐ ๐ซ๐พ๐ช๐ฝ ๐ด๐ช๐ด๐ช๐ด ๐ธ๐ฝ๐ฑ๐ธ๐ป ๐๐๐น...
15.03.2023
__ADS_1