
"Yang Mulia, apa yang ku ucapkan tadi sungguh yang ku inginkan Yang Mulia" ucap Permaisuri Luo Shiba
Raja sedikit frustasi mendengar perkataan Permaisurinya. Ia ingin marah, namun ia selalu tidak bisa. Seberapa sakit hatinya, ia tidak akan tega untuk menyakiti hati wanita yang sangat dicintainya. Sejak dulu sampai sekarang, Raja tak pernah sekalipun berkata kasar dan menyakiti hati wanita itu. Luo Shiba bagaikan berlian yang harus ia jaga dengan sangat baik dimata Raja Ashile Chuobi. Raja benar-benar frustasi dengan permohonan Permaisurinya itu. Tapi ia tetap tenang menyikapinya.
"Lou'er.. Apa kau tak tahu, selama ini aku selalu bersusah payah mencari alasan yang tepat untuk menghentikan saran-saran perdana menteri itu agar aku segera mengangkat seorang selir. Luo'er kau sangat tahu aku. Aku hanya ingin satu wanita diharemku. Aku tak butuh wanita lain. Cukup kamu disisiku Luo'er," ucap Raja
"Yang Mulia, aku harus melakukannya, ku mohon Yang Mulia. Kabulkanlah. Suatu saat kau akan tahu alasanku menginginkan hal ini. Yang Mulia, ini semua ku lakukan untuk Su'er dan dirimu," ucap Permaisuri Luo
"Katakan alasannya dengan jelas Lou'er?" tanya Raja dengan sangat lembut
"Demi kebaikanmu dan Su'er Yang Mulia, aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Yang Mulia, ku mohon, nikahi dan cintailah Leyan," ucap Permaisuri Luo memohon
Raja memikirkan apa yang sebenarnya disembunyikan Permaisurinya itu. Ia sangat dilema. Selama ini ia tak pernah menolak permintaan Permaisurinya. Tapi kali ini permintaan wanita terkasihnya itu sungguh sangat menyiksa hatinya. Lidahnya sungguh berat untuk berkata..Ya. Raja menarik nafasnya dan mencoba untuk tenang.
"Selama ini Luo'er selalu patuh dan menjadi Permaisuri yang baik. Ia cerdas. Dan sering membantu masalah Istana. Ia sering mementingkan kebahagiaan orang lain, dibandingkan kebahagiaannya sendiri. Ia yang seperti ini, tidak pernah aku tahu. Mungkin ia memang menyimpan suatu rahasia yang belum waktunya untuk ia beritahukan padaku. Ia melakukan semua ini pasti untuk kebahagiaan orang-orang yang dicintainya. Ya seperti itulah Permaisuriku. Lou Shiba." suara hati Raja
"Baiklah Luo'er, aku akan memenuhi permohonanmu. Aku berjanji akan menikahinya. Tapi aku tidak akan pernah mencintainya. Cintaku hanya untukmu seorang Lou'er. Kau harus ingat itu. Kau tak perlu khawatir. Walaupun begitu, aku akan memperlakukannya dengan sangat baik. Sama seperti aku memperlakukanmu," ucap Yang Mulia
Permaisuri Luo pun berhambur memeluk Rajanya dengan sangat bahagia. Perkataan suaminya itu lebih dari cukup untuknya. Kini ia bisa pergi ke masa depan dengan tenang.
*****
# Cerita dalam mimpi Freya belom selesai ya guys, nanti kita lanjutkan lagi ๐ค #
*****
Freya menangis terisak mendengar cerita dari Ibunda Sang Raja itu. Ia lalu menempatkan kepalanya diatas paha Ibu Raja. Permaisuri pun membelai lembut rambut menantunya itu.
"Sudahlah putri, tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja, apa yang kamu khawatirkan?" tanya Ibu Raja
"Kau telah berkorban begitu banyak Ibu. Itu tidak sebanding dengan apa yang akan ku lakukan untukMu nanti. Ibu bersabarlah, aku akan segera mendapatkan bunga kristal itu. Kau akan segera bertemu denga Su'er lagi Ibu," ucap Freya
"Terimakasih Putri. Aku dan ayah, memang benar memilihmu," sahut Ibu Raja
Mereka pun saling mempererat pelukannya.
*****
__ADS_1
"Lex, Gimana perkembangannya?" tanya Lionel (Wakil Ketua Organisasi Rahasia The Crown)
"Sampai sekarang, kita belum menemukan jejak Queen. Semua arah buntu Nel. Tapi bagaimana penyelidikan tentang penyadap rahasia pada tubuh Queen?" sahut Alex (Anggota The Crown)
"Gue masih nggak ngerti dengan penyadap itu Lex. Selama ini nggak pernah ada kendala pada penyadap itu. Bahkan saat kita tahu kabar terakhir tentang Queen kecelakaan. Penyadap itu masih berfungsi dengan sangat baik. Tapi setelah Queen menghilang, alat rahasia itu juga tak berfungsi lagi. Dimana sebenarnya Queen berada? Gue cemas banget Lex!" ucap Lionel
"Gue juga cemas Nel sama Queen. Apa Queen ditangkap dan disekap oleh salah satu musuh kita?" sahut Alex
"Entahlah, tapi tak ada salahnya kita selidiki soal itu. Perbanyak jumlah orang untuk mencari info tentang Queen dan untuk mengawasi pergerakan musuh," ucap Lionel
"Oke Nel. Akan ku atur semuanya sekarang juga," jawab Alex
Alex pun pergi meninggalkan Lionel sendiri. Dipinggiran balkon sebuah rooftop rumah berlantai 5. Rupanya rumah itu adalah markas organisasi rahasia mereka.
"Hemm, dimana kamu sekarang Queen?" ucap Lionel
Lionel merogoh ponselnya dari dalam saku celana, saat Ia mendengar suara panggilan dari ponsel itu.
"Halo Jack, ada apa?" ucap Lionel
"Nel, kita diserang. Gue dan Mondy berhasil kabur. Tapi Andra dibawa mereka. Kita kurang hati-hati merhatiin keadaan sekitar. Saat itu kita baru aja selesai berenang dan mereka tiba-tiba datang bergerombol. Mungkin sekitar 50 orang. Sayang banget kita hanya pakai boxer, jadi nggak bisa kirim sinyal darurat ke markas. Tapi sebelumnya gue udah pasang penyadap rahasia dimobil itu, siang harinya. Lo coba cek itu. Dan tolong kirimkan orang kemari. Kaki gue tertembak. Dan Mondy masih pingsan sekarang, posisi kita sekarang dihalaman belakang Mushola dekat pantai. Cepet Nel, kasian Mondy, kepalanya tersambar samurai," ucap Jacky menahan sakit
"Oke Nel" jawab Jacky lemas
Lionel pun menutup panggilan teleponnya. Ia mengusap mukanya. Lalu menendang sebuah meja kayu disampingnya.
"Aarrrgggh. The Wings Sialaan" ucap Lionel geram
Ia lalu mengingat pesan ketuanya. Bahwa apapun yang terjadi, jangan biarkan emosi menguasai diri kalian. Itu akan berakibat fatal. Ia lalu menghela nafasnya. Ia mulai merasa tenang.
"Gue harus cek penyadap itu," ucap Lionel
Lionel, bergegas pergi meninggalkan rooftop itu dan menuju ke ruang kerjanya.
*****
"Chang Ge lihat, hari ini aku membawa bunga Sakura dari Jepang. Aku akan meletakkannya diatas meja ini. Lihat Chang Ge, kau pasti menyukainya. Besok bunga apa yang ingin kau lihat? Aku pasti akan membawanya," ucap Raja Ashile Sun tersenyum
__ADS_1
Selama Freya koma, Raja selalu setia menemaninya, bersama dengan Leo yang selalu berada disamping ranjangnya. Setiap pagi, Raja selalu membawakan Freya sebuah bunga yang berbeda setiap harinya. Karena Raja tahu, didunia Freya, Freya sangat suka dengan bunga. Semua bunga ia sukai, terutama bunga mawar merah. Setiap hari Raja Sun membodohi dirinya dengan pura-pura mengira bahwa Chang Ge-nya hanya tertidur. Setiap menemui gadis itu, Raja selalu bercerita tentang hari-harinya dan keluh kesahnya. Kadang kala, ia lemah dan terpaksa harus meneteskan air mata karena melihat keadaan gadis yang dicintainya itu.
"Aku akan menunggu Chang Ge. Segeralah kembali" ucap Raja meneteskan air mata
Ia mengecup tangan lembut Freya. Dan membelai lembut rambut indahnya
*****
"Bagaimana?" tanya Putri Jin se
"Saat ini wanita yang dibawa Yang Mulia Raja masih tak sadarkan diri Putri" ucap seorang pelayan sambil menunduk
"Selama itu kah? Lalu bagaimana dengan Yang Mulia Raja?" tanya Putri Jin Se
"Yang Mulia selalu setia menemaninya Putri," jawab pelayan itu
"Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa wanita itu begitu lama tak sadarkan diri. Ini hampir lima bulan. Disaat seperti ini, dia bahkan masih bisa membuat Yang Mulia selalu bersamanya. Sedangkan aku yang sejak kecil bersamanya jarang sekali diperhatikan olehnya. Heuh, pasti ada sesuatu. Kembalilah dan terus awasi keadaannya," ucap Putri Jin Se
"Baik Putri." Jawab pelayan itu memberi tanda hormat dan meninggalkan Paviliun Peony.
"Li Chang Ge. Siapa kau sebenarnya? Kau harus tau akibatnya bila bermain-main denganku," ucap Putri Jin Se
...********...
...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author,...
...Bisa tambahin semangat author loh ๐ค...
...Caranya cuma tekan...
...Like, Komen, Vote dan Hadiah ๐คฉ...
...Gampang banget kan....๐...
...Ini karya perdanaku looh.......
...Mohon dukungannya ya teman-teman...
__ADS_1
...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya ๐...
...Terimakasih๐๐ค๐...