
Kebenaran tentang siapa Yu Ning bagi Ayah Raja Sun. Raja Sun hanya terdiam mendengarkan cerita Freya. Ia sangat terkejut mengetahui begitu banyak hal besar yang tak ia tahu selama ini. Ia menangis terisak. Ia tak tahu harus berbuat dan berkata apa sekarang. Yang ia lakukan hanya menangis terisak dipangkuan kekasihnya. Freya tak berkata apa-apa lagi setelah selesai menceritakan semuanya pada Raja Sun. Ia hanya memberikan waktu pada kekasihnya itu. Ia tahu, Su'er perlu waktu untuk menerima semua kenyataan yang baru saja ia tahu. Cukup dengan kehadirannya saat ini, bisa membuatnya nyaman. Freya membelai-belai lembut kepala dan rambut kekasihnya itu, sampai mata Su'er lelap terpejam.
...****************...
(Kamar Freya - Dunia Modern)
"Apa hilangnya Freya ada hubungannya dengan pria dalam lukisan itu? Apa mungkin Freya masuk kedunia pria itu seperti cerita di film-film." Tebak Fachry ngasal.
"Ry? Lo betah banget disini? Gue tungguin dari tadi juga." Ucap Ardhan yang menengok kedalam dari celah pintu kamar.
"Ah iya, sorry Dhan gue nggak sengaja liat diary Freya. Terus gue baca deh karena penasaran. Dan orang-orang difoto ini. Coba deh Lo liat?!" ucap Fachry
"Foto apaan si?" sahut Ardhan memasuki kamar Freya.
"Ini.. The Crown. Jangan-jangan selama ini orang misterius yang selalu telpon Freya itu mereka Dhan. Gue udah baca diary Freya. Tapi nggak ada alamat atau petunjuk apapun disitu tentang The Crown. Semua isi diary Freya bercerita tentang mimpinya yang selalu bertemu dengan pria dilukisan itu." Ucap Fachry yang mengalihkan perhatian Ardhan dari foto sebelumnya.
Kini Ardhan memperhatikan sebuah lukisan dalam frame kaca yang ditunjuk Fachry itu.
"Ini asli apa lukisan si? Kok mirip banget sama Freya ya? Tapi cowo ini? Gue asing banget sama mukanya. Dia cowo yang Lo maksud dari mimpi Freya itu Ry?" cecar Ardhan masih memperhatikan lukisan Freya dengan Raja Sun.
"Iya Dhan. Gue curiga. Menghilangnya Freya ada hubungannya dengan kedua gambar dalam frame itu. Antara The Crown atau pria dalam lukisan itu." Ucap Fachry serius.
"Ahh lo ini yang bener aja Ry. Masa iya hilangnya Freya kemungkinan karena pria dalam lukisan itu. Gimana caranya Freya masuk ke dunia mimpi Ry? Kalo sama The Crown, gue masih bisa percaya Ry." Jelas Ardhan.
"Justru gue malah lebih yakin sama pria yang dalam lukisan itu Dhan. Coba lo liat nama-nama ini?! Ashile Sun. Su'er. Ravindra Reynard. Mereka semua itu sama Dhan. Nih lo coba baca deh buku diary Freya. Dia nyatet dan lukis semua mimpinya disitu Dhan. Hilangnya Freya juga aneh kan. Bahkan Freya nggak ke rekam CCTV dibagian manapun. Rekaman terakhir dirinya cuma ada di kamer pasien itu. Ini aneh kan? Gue yakin sesuatu pasti terjadi Dhan? cuma kita masih belum tau jelas. Satu-satunya cara yaitu kita harus nemuin keberadaan The Crown ini Dhan. Gue yakin Freya bagian dari mereka. Mereka mungkin tau sesuatu tentang pria dalam lukisan itu Dhan." Ucap Fachry
__ADS_1
"Ah lo bikin gue merinding aja Ry. Masa iya si Freya bisa masuk ke alam mimpinya. Tapi solusi lo ada benernya juga si Ry. Siapa tau mereka emang punya info tentang Freya. Yaudah sekarang kita nyoba cari petunjuk tentang The Crown dulu Ry. Semoga aja Freya nyimpen petunjuk itu." Ucap Ardhan.
Mereka pun mencari petunjuk itu disemua ruangan kamar Freya.
...****************...
(Taman Kerajaan Yu Ning - Dunia Kerajaan)
Freya tersenyum memandang wajah tampan kekasihnya itu. Ia masih setia mengusap lembut kepala dan rambut pujaan hatinya.
"Hoaahhmm" Sang Raja itu menggeliat dan melenguh dipangkuan Freya.
"Kau sudah bangun sayang?" ucap Freya tersenyum menyapa kekasihnya.
"Apakah aku terlalu lama tidur dipangkuanmu Chang Ge?" tanya Raja Sun.
Raja Sun lalu bangun dari pangkuan Freya. Ia duduk dan menyandarkan kepalanya di pundak Freya.
"Dimana letak bunga kristal itu Chang Ge? Bukankah kau ingin pergi karena untuk mencari bunga itu?" tanya Raja Sun.
"Hemmm. Ya Su'er. Awalnya aku ingin mencari sendiri bunga itu. Tapi karena sekarang kau sudah tau semuanya. Maka kita berdua akan mencari bunga itu bersama-sama. Kakek Li bilang, bunga itu ada didasar jurang yang berada dipusat hutan Mang. Tapi belakangan ini aku tau dari Yu Ning, bahwa bunga itu juga ada pada Dewi Bunga di Khayangan. Hanya saja aku tidak tau cara untuk bertemu dengan Dewi Bunga itu." Ucap Freya.
"Bagaimana kalau kita mulai dari nenek saja Chang Ge? Nenek pasti tau tentang bunga kristal itu." Ucap Raja Sun.
"Ah iya kau benar Yang Mulia. Nenekmu pasti tau. Beliau juga pasti tau keberadaan ibu kandungku. Baiklah besok kita berangkat untuk menemui nenekmu Su'er. Tapi sebelum itu, apa kau akan menemui Yu Ning Yang Mulia." Sahut Freya.
__ADS_1
"Hemmm.. Ya. Kurasa aku harus menemuinya Chang Ge. Ayo. Sekarang saja kita temui penjahat itu." Ucap Raja Sun dengan perasaan yang tak bisa di artikan.
...****************...
(Istana Duyung - Dunia Kerajaan)
"Xi'er" ucap lembut seorang pria pada istrinya.
Wanita yang dipanggil namanya pun terkejut mendengar suara yang tak asing baginya itu. Ia lalu menoleh ke sumber suara. Ia semakin terkejut melihat sosok pria yang ada didepannya. Ia menutup mulutnya dengan salah satu tangannya. Butiran mutiara putih yang cantik itu berkejaran, terjun bebas jatuh ke tanah, sesaat setelah wanita itu menangis. Melihat sosok pria yang selama ini Ia rindukan.
"Yi'er" ucap lirih wanita itu.
Sang pria pun berlari mendekat. Menghampiri wanita yang sangat ia cintai selama hidupnya itu. Mereka pun berpelukan. Menangis dan semakin memeluk erat. Isak tangis mereka semakin terasa terdengar, saat mereka saling memanggil nama kekasih dalam hatinya. Ya, mereka adalah Yi Da Qian/Rahmat, kakek Raja Sun dan Cao Xi Yue/Ratu Duyung, nenek Raja Sun.
"Yi'er suamiku. Mengapa kau berada disini? Bukankah tempat ini berbahaya bagimu?" ucap nenek Raja Sun yang menarik suaminya keatas permukaan air.
Mereka mengusap wajah mereka, menyapu sisa air yang masih tertinggal diwajah meraka saat mereka telah sampai dipermukaan air.
Kini mereka sudah duduk diatas sebuah batu besar yang terletak di pinggir lautan.
"Xi'er.. aku sangat merindukanmu sayang. Aku lebih baik mati daripada harus hidup lama diduniaku namun tanpa adanya dirimu." Ucap kakek Raja Sun yang semakin terisak.
"Maafkan aku suamiku. Aku pun sangat merindukanmu selama ini. Namun aku tak mempunyai keberanian untuk menemuimu didunia sana" Sahut nenek Raja Sun menangis terisak.
"Sudahlah Xi'er. Lupakanlah semua hal yang menyakitkan itu. Sekarang aku sudah berada disampingmu. Kita akan selalu bersama selamanya didunia ini." Ucap kakek Raja Sun dengan penuh bahagia yang diiringi tetesan air mata.
__ADS_1
Bersambung........