
( Kebun Bunga Kristal )
Tubuhku yang melayang, beberapa saat kemudian pun mendarat keatas rerumputan.
"Hap." Pijakan kakiku sempurna yang telah bersentuhan dengan rerumputan itu.
"Su'er." Ucapku lembut padanya saat menatapnya yang juga sedang menatapku.
"Freyaaa." Balas Su'er yang kemudian lari menghamburkan tubuhnya di pelukanku."
"Ku kira, aku tidak akan bisa melihatmu lagi Su'er. Aku sangat takut saat itu." Ucapku pada Su'er.
"Aku pun begitu Freya. Aku kira kau tak akan kembali lagi. Tapi syukurlah kau bisa pulih kembali. Aku sangat senang." Sahutnya padaku.
"Kekuatan Bunga Kristal itu benar-benar sangat besar. Tubuhku bahkan sampai meledak saat melawan racun dingin itu. Beruntung jiwaku sangat kuat dan tidak ikut hancur bersama tubuhku itu." Ucapku pada Su'er sembari menutup mataku.
"Mungkin itulah salah satu alasan, mengapa Ibu memilihmu untuk menjadi jodohku sekaligus penyelamatku Freya." Sahutnya lembut padaku.
Namun aku tak menjawab pertanyaannya, karena mataku masih terpejam, mata dengan pandangan khususku itu fokus memutar beberapa kejadian yang ada dipikiranku.
Termasuk kejadian saat aku masih bayi dulu. Dan beberapa kejadian tentang masa lalu ku, tentang masa lalu Su'er, bahkan tentang Ibu kandungku.
__ADS_1
Seketika aku terkejut dan langsung membuka mataku. Saat melihat kejadian buruk yang di alami Ibu Kandung ku. Ternyata dulu aku hampir mati terbunuh.
"Freya, apa yang terjadi? Mengapa kau terlihat sangat tegang?" tanya Su'er padaku.
"Aku --- aku ---" Tubuhku seketika lemas. Bergetar dan luruh diatas rerumputan.
...****************...
( Rumah Keluarga Affandy )
"Jadi, Freya masih hidup? Alhamdulillah. Lalu dimana dia selama ini? Apakah dia baik-baik saja Dhan? Dan, kapan Freya akan kembali Dhan? Apa dia mencari orangtua kandungnya?" cecar papah angkatku, Papah Affandy.
"Papah sabar dong pah, satu-satu nanyainnya. Kak Ardhan kan jadi bingung harus jawab yang mana dulu." Sahut Dias, adik angkatku.
Ardhan hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan ayah dan adik angkatku itu. "Ardhan nggak bisa jawab semua pertanyaan papah. Karena Freya hanya berpesan pada Bang Lionel, agar kita tidak perlu terlalu mencemaskannya. Freya baik-baik saja pah. Freya bilang dia masih mempunyai urusan lain yang penting pah. Tapi Freya pasti kembali."
"Ya Dhan, syukurlah. Papah bisa tenang kalau begitu. Mamahmu pasti sangat senang mendengar kabar ini Dhan." Ucap papah angkatku.
...****************...
( Kebun Bunga Kristal )
__ADS_1
"Jadi kau bisa melihat semua itu? Walaupun kejadian itu sudah lama berlalu? Ini benar-benar istimewa Freya. Dengan begitu kau bisa memantau kabar keluargamu di dunia sana." Ucap Su'er yang merespon semua ceritaku.
"Ya Su'er. Aku benar-benar tidak menyangka. Semua ini pasti karena kekuatan Bunga Kristal itu. Ah iya, aku baru ingat, saat masih di Istana Paman Yu Ning. Aku tiba-tiba masuk kedalam dunia mimpiku. Disana aku mendengar suara Kak Lionel." Ucapku pada Su'er. Lalu ku ceritakan semua yang terjadi saat penyerangan di Markas The Wings itu.
"Kau masuk ke duniamu dan membantu mereka? Bagaimana itu terjadi Freya?" ucap Su'er yang terkejut dengan ceritaku.
Aku pun mengambil benda kecil rahasia yang ku ciptakan sendiri di dunia itu. Benda itu merupakan kunci dari sistem yang ku buat di dunia itu.
Bila sistem itu diaktifkan maka akan keluar sebuah monitor atau layar sistem yang cukup besar.
Karena di dalam dunia itu, sumber daya alam sungguh sangat banyak dan sangat mudah untuk di dapatkan.
Sehingga sangat membantuku untuk melepaskan beberapa ide ku. Untuk membuat beberapa senjata rahasia. Termasuk benda itu.
Karena dalam sistem itu terdapat semua data-dataku, termasuk data yang ada dalam ponselku di dunia modern.
Aku pun mulai mengotak atik sistem pada layar monitor itu. Dan berhasil. Setelah ku masukkan beberapa sandi pada layar itu.
Aku dapat melihat dengan jelas, keadaan orang-orang di duniaku.
"Seperti inikah wajah ibu kandungku? Mah, Freya rinduuu." Seruku dalam hati saat melihat wajah Ibu Kandungku di dalam layar monitor ciptaanku itu.
__ADS_1
๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ.....