
"Nyonya, baru saja Laudya memberi kabar bahwa saat ini kemungkinan Non Freya sedang terluka. Cincin mutiara itu berwarna merah tak berkedip sejak kemarin sore. Aku khawatir dengan keselamatan Non Freya di dunia itu Nyonya." Ucap Ningsih sedih.
"Apa yang terjadi pada Freya disana? Semoga Freya kuat dan cepat kembali sehat. Dan segeralah kembali sayang." Sahut ibu angkat Freya menitikkan air mata.
...****************...
( Taman Bunga )
Yu Ning terdiam memikirkan kembali perkataan Raja Sun dan Freya. Ia mengingat dalam pembicaraan itu, mereka menyebutkan tentang Bunga Kristal dan Shiba.
"Apa Bunga Kristal itu berhubungan dengan Shiba?" suara hati Yu Ning.
"Pengawal Mu!" panggil Yu Ning.
"Saya di sini Yang Mulia." Sahut pengawal itu.
"Perintahkan pasukanmu sekarang, untuk pergi mencari Bunga Kristal." perintah Yu Ning.
"Baik Yang Mulia." Jawab pengawal Mu.
...****************...
( Istana Zhou - Keluarga angkat Putri Jin Se )
"Kalian tak berguna. Hanya seorang gadis. Kalian berdua pun tak bisa mengalahkannya. Pergi dari sini. Perdana Menteri, beri mereka hukuman!" ucap Jin Se penuh amarah.
"Yu Ning, Su'er, Chang Ge. Kalian harus membayar untuk semua penghinaan ini. Aku tidak akan tinggal diam." Ucap Jin Se geram.
__ADS_1
...****************...
( Markas TC - Dunia Modern )
"Kalian semua mau perang bang?" tanya Ardhan.
"Ya. Salah satu anggota kita masih disekap oleh musuh. Kita juga sedang mencari tahu, apakah hilangnya Queen ada hubungannya dengan mereka. Kalian balik aja dulu, setelah ada kabar dari Queen, gue pasti langsung kabarin." Ucap Lionel ramah.
"Bang, apa sebelumnya Freya juga ikut bersama kalian dalam kegiatan sepert ini?" tanya Fachry penasaran.
"Hahaha. Queen sangat pandai menyembunyikan keahliannya. Biasanya Queen memang selalu ikut dalam penyerangan. Namun diluar sana, yang mereka tahu, akulah ketua dari The Crown. Karena Queen sangat suka menyamar." Ucap Lionel.
...****************...
( Paviliun Lotus - Istana Yu Ning )
Freya kembali teringat saat pertama kali ia bercumbu dengan Raja Sun di dunia nyata. Saat dimana ia dan Su'er saling mengetahui tentang keajaiban mimpi mereka.
Lamunannya mendadak buyar saat Su'er datang menemuinya.
"Apa kau sudah merasa baikan?" tanya Su'er lembut pada kekasihnya.
"Ya Yang Mulia." Sahut Freya tersenyum manis.
Raja Sun tersenyum kecut saat Freya memanggilnya Yang Mulia, "Ckck. Kau sangat jarang memanggilku seperti itu. Entah mengapa bila kau yang memanggilku dengan sebutan itu, terdengar seperti sebuah lelucon bagiku. Hahaha"
Freya pun tersenyum kecut, "Cih. Raja yang aneh. Haha"
__ADS_1
Namun Raja Sun sedikit geram melihat Freya yang hampir jatuh karena ia tak berhati-hati melangkah, "Mengapa kau selalu terburu-buru Chang Ge? Kau baru saja pulih, perhatikan langkahmu sayang."
Raja Sun memapah tubuh Freya yang sedikit lemah itu, menuntunnya untuk kembali duduk diatas ranjang, "Lihat akibat dari perbuatanmu Chang Ge, harus berapa kali ku ingatkan, agar kau harus perhatikan kesehatanmu lebih dulu dari apapun itu."
"Ini bukan efek dari luka ku Su'er." Sahut Freya lemah.
Raja Sun semakin panik melihat keadaan Freya saat ini, "Chang Ge, apa yang terjadi? Apa maksud perkataanmu itu berhubungan dengan mutiara yang ada dalam dirimu?"
Wajah Freya semakin pucat, ia merasa tubuhnya semakin dingin. Tangannya bergetar, "Ya Su'er ini kekuatan mutiara ibu, selama berada dalam tubuhku, kedua mutiara itu selalu menekan racun dingin yang dulu ada dalam tubuhmu. Saat ini kekuatan mutiara inti duyung ibu dan mutiara inti ekornya sangat lemah. Itu sangat mempengaruhi kondisiku Su'er. Itu lah sebabnya mengapa aku selalu ingin segera mendapatkan Bunga Kristal itu. Beberapa hari ini aku sudah merasakan efek racun itu Su'er"
Raja Sun tersiksa melihat keadaan Freya saat ini, "Astaga Chang Ge. Mengapa kau baru memberitahukan hal itu padaku. Kau pasti sangat tersiksa. Apa yang harus aku lakukan Su'er. Katakan?!"
"Mutiara air mata bahagia Ibu yang ada padamu Su'er." Ucap Freya yang semakin melemah dan tak sadarkan diri.
"Chang Ge! Chang Ge apa yang terjadi padamu?" ucap Raja Sun panik.
Raja Sun teringat dengan perkataan Freya sebelumnya. Ia lalu memegang liontin mutiara merah muda yang dipakainya. Ia melepas mutiara itu dari kalungnya.
Dan memasukkan mutiara itu kedalam mulutnya. Lalu ia mengecup bibir Freya, mengulum bibir itu. Membukanya dengan lidahnya. Dan ia masukkan mutiara merah muda itu kedalam mulut Freya. Perlahan ia lepaskan pagutan bibirnya dari bibir Freya.
Seketika tubuh Freya bersinar mengeluarkan warna merah muda, warna yang sama seperti mutiara yang Su'er berikan pada Freya. Raja Sun tegang menyaksikannya.
...****************...
Lagi-lagi dari sudut paviliun itu. Yu Ning menyaksikan semua percakapan dan kejadian yang terjadi pada Freya dan Su'er.
Tubuhnya bergetar, ia lemas dan luruh terduduk di lantai. Air matanya pun mengalir melewati pipinya.
__ADS_1
"Maafkan aku Shiba." Ucap Yu Ning yang semakin terisak.
πΉππ£π€ππππ¦ππ........