Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 35_Bertemu The Crown


__ADS_3

( Kamar Freya - Dunia Modern )


Mereka lalu mencari sumber suara dari lagu Bring Me To Life - Evanescence itu. Mereka memutar tombol panggilan berkali-kali sampai menemukan keberadaan ponsel itu yang ada disalah satu celah ranjang Freya. Ardhan memasukkan beberapa jarinya untuk memeriksa celah yang bersuara itu. Ketemu. Ia merasakan bagian ponsel itu dengan sudut jarinya. Ia pun langsung menarik ponsel itu. Dan berhasil mendapatkannya.


"Alhamdulillah akhirnya ketemu juga. Yah tapi pake sandi Ry." Ucap Ardhan bingung.


"Hemmm. Coba sini gue liat Dhan." Ucap Fachry penasaran.


Ia memandangi ponsel Freya. Kemudian pergi ke tempat belajar Freya. Ia mengambil kertas dan pulpen. Ia menulis sesuatu diatas kertas itu. Ia menulis nama FREYA. Lalu ia menulis angka disetiap bagian bawah huruf nama itu.


"Lo lagi ngapain si Ry?" tanya Ardhan penasaran.


"Gue lagi nyoba nyari sandi ponsel Freya Dhan." Ucap Fachry dengan ekspresi yang serius menyoret-nyoret kertas itu.


"Hah? gimana caranya? dari kertas itu doang?" tanya Ardhan yang semakin penasaran.


"Iya Dhan, dulu Freya pernah bilang kalau kata sandi ponselnya itu nama Freya sendiri, namun dalam versi angka." Jelas Fachry.


"Oooh jadi huruf-huruf dalam kata FREYA mau lo ganti jadi angka gitu?" sahut Ardhan.


Fachry menjelaskan pekerjaannya pada Ardhan. "Iya dhan. Huruf A jadi 4, Y jadi 7, E jadi 3, R sama F berapa ya? Ahh ya R 12. Berarti tinggal F. Angka berapa ya Dhan F?"


"F. Emmmm 6 bisa nggak si?" jawab Ardhan ngasal.


"Bentar gue catet dulu. 612374. Nih lo coba Dhan." Ucap Fachry.


"Ah nggak bisa Ry. Berarti bukan 6 Ry. Coba yang lain!?" sahut Ardhan.


"Oke gue coba sini. 512374. Yess berhasil Dhan. Alhamdulillah. Nggak sia-sia otak gue mikir. Haha." Ucap Fachry yang mulai mengotak atik ponsel Freya.


Ardhan terkagum pada otak Freya, "Ckckck. Gokil ni Freya bikin sandi. Tapi untungnya pernah bilang ke elo ya Ry. Kalo nggak ya nggak tau deh, gimana kita buka HPnya."


Fachry membuka aplikasi whatsapp di ponsel Freya. Untungnya aplikasi itu tidak dikunci. Ia dan Ardhan membaca beberapa nama kontak di sana.


"Itu Ry. Itu grup The Crown. Liat nomernya Ry. Ayo Ry." Ucap Ardhan semangat.


"Gue kirim ke nomer Lo juga ya." Ucap Fachry.

__ADS_1


Mereka membaca semua pesan dalam grup itu.


"Hah? Queen? Freya ketua sebuah organisasi rahasia? Bagaimana mungkin Ry? Gue nggak nyangka. Pantes aja dia jago tarung." Ucap Ardhan yang hampir tak percaya dengan kenyataan itu.


Fachry lalu memulai panggilan pada salah satu nama dalam grup itu. Lionel.


"Drrrrt drrrrrrt" getaran ponsel Lionel yang diiringi oleh alunan nada pada ponsel itu, menampilkan nama My Queen Freya.


Lionel terkejut membaca nama pemanggil di ponselnya. "Nomer Freya?" Ia langsung mengangkat panggilan itu. "Halo Queen?"


Ucapannya mampu membangunkan semua anggota The Crown dari posisi duduknya. Lionel lalu meloudspeaker panggilan itu.


"Halo bang. Sorry, gue bukan Freya. Gue sahabatnya Freya, Fachry. Sekarang gue lagi di kamer Freya, gue lagi sama Ardhan, kakaknya Freya. Gue udah baca semua chatan Freya dengan semua anggota The Crown. Sorry bang, gue bukan mau kepoin The Crown, gue dan Ardhan cuma mau cari info tentang Freya. Kita bisa ketemu nggak ya bang?" ucap Fachry sopan.


Lionel membuang nafasnya kasar saat mengetahui bahwa pemanggil itu ternyata bukan Freya. "Hemmft. Oke nggak masalah gue ngerti banget perasaan kalian. Sekarang kalian langsung otewe aja, tunggu aja di depan Puskesmas. Nanti gue sendiri yang jemput lo."


"Oke bang, kita kesana sekarang." Jawab Fachry.


...****************...


Lionel membawa Fachry dan Ardhan dari tempat pertemuan mereka menuju ke markas The Crown.


"Ayo masuk." Ajak Lionel saat turun dari motornya yang telah sampai di pelataran The Crown.


Saat tiba di markas, Lionel langsung memperkenalkan kedua orang itu kepada teman-temannya. "Assalamu'alaikum. Halo guys. Kita kedatangan tamu nih. Mereka orang terdekat Queen. Ini Ardhan, kakaknya Queen. Dan ini Fachry, sahabat Queen."


Ardhan dan Fachry pun saling berjabat tangan dengan semua anggota The Crown. Mereka lalu berkumpul di ruangan yang terdapat sebuah meja bundar di tengahnya.


"Gue dan Ardhan nemuin ini bang dari kamar Vexa." Fachry menunjukkan sebuah lukisan Freya dan Raja Sun.


Lionel memandangi lukisan itu. Ia fokus menatap wajah pria dalam lukisan itu.


"Saya dan Ardhan terpaksa mengotak ngatik isi kamar Freya untuk mencari keberadaannya bang. Dan sampai akhirnya gue terpaksa baca buku diary Freya. Ini bang, coba abang liat." Ucap Fachry memberikan buku diary Freya pada Lionel.


Lionel pun mulai membaca diary itu. Ia fokus membaca buku diary Freya. Ia hampir tidak percaya dengan kisah mimpi Freya itu. Namun hati kecilnya mulai mempercayai hal itu saat ia melihat lukisan-lukisan yang Freya buat.


"Bagaimana pendapat abang tentang semua mimpi Freya itu bang?" tanya Ardhan.

__ADS_1


"Sebenarnya semua yang Freya tulis itu bisa saja nyata. Karena selama ini gue sama sekali nggak bisa ngecek keberadaan Freya. Padahal bila orang itu masih berada di dunia ini, walaupun dia berada di antartika sekalipun pasti akan terlacak olehku. Namun tidak untuk Freya. Ia menghilang secara misterius. Bisa jadi saat ini Freya memang telah dibawa oleh pria dalam lukisan ini kedalam dunianya." Penjelasan Lionel.


"Tapi jika itu benar, lalu bagaimana cara Freya masuk kedalam dunia itu? Apakah dari kolong brankar rumah sakit. Hal ini benar-benar diluar nalar bang." Ucap Ardhan.


Sebuah notifikasi masuk kedalam ponsel Lionel. Ia membuka chat itu. Ternyata itu dari Alex.


"Kerja bagus. Guys Alex berhasil mengamankan barang bukti dan harta The Wings. Dia juga sudah menyiapkan semua alat bantu kita. Besok kita serang The Wings sesuai rencana." Ucap Lionel memberi perintah.


Ardhan dan Fachry yang tak tahu apapun hanya diam mendengarkan perkataan mereka.


...****************...


( Taman Bunga Apung - Istana Duyung )


Terdengar sangat indah intro dari salah satu lagu favorit Freya di dunianya dari alunan nada Harpa yang dimainkan Freya. Ia bernyanyi bersama Su'er, mengingat semua kejadian yang terjadi pada mereka dalam dunia Freya.


"Waaaw kemampuanmu tidak pernah berubah Chang Ge." Ucap Raja Sun terpesona dengan alunan nada yang dimainkan Freya.


"Aku sering memainkannya dalam duniaku Su'er." Ucap Freya dengan tatapan kosong dan menghentikan permainan harpanya.


"Kau pasti sangat merindukan keluargamu." Ucap Raja Sun yang mendekati Freya lalu memeluk tubuh itu.


Freya menangis terisak mengingat semua keluarganya. Apalagi saat mengingat tentang Ibu kandungnya. Sungguh ia sangat ingin bertemu dengan sang Ibu. Raja Sun membelai kepala Freya yang berada dalam dekapannya. Menyalurkan ketenangan pada gadis yang sangat dicintainya itu.


"Bersabarlah Chang Ge. Bukankah jalan untuk menemui mereka sudah berada di depan mata. Sama sepertiku yang sungguh ingin menemui Ibuku." Raja Sun semakin erat memeluk kekasihnya itu.


Mereka pun saling berciuman. Lagi. Untuk kesekian kalinya.


...****************...


( Istana Tang - Dunia Kerajaan )


"Yu Ning sialan. Beraninya dia mengungkit semua itu. Semua itu terjadi karena dia. Dia lah yang telah mengambil Ayah dan Istanaku. Jika bukan karena dia, mungkin saat ini aku sudah menjadi seorang Ratu di Gurun Utara. Aaaaaarrrrrggghh. Yu Ning Keparat. Beraninya dia menolakku. Lihat saja Yu Ning. Kau dan Tang akan segera tunduk padaku." Ucap Putri Jin Se yang hampir menangis.


"Siapkan pasukan. Kita akan menyerang Gurun Utara." Perintah Putri Jin Se penuh amarah.


...Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2