
"Bi Ningsih, terimakasih ya sudah jagain Freya. Bi, saya titip Freya ya bi. Tolong seringlah membuat video dan foto tentang Freya. Bibi bisa mengirimkan hasilnya ke Laudya. Ini bi, hadiah buat bibi," ucap Ibu Freya
"Aduh nggak usah Nyonya.Nggak perlu repot-repot seperti ini." sahut Ningsih
"Nggak papa bi, walaupun bibi udah dibayar sama orangtua angkat Freya karena ngasuh Freya. Tapi saya orangtua kandungnya bi, saya ingin memberikan sesuatu buat bibi sebagai tanda terimakasih saya bi. Tolong diterima ya bi," ucap Ibu Freya
"Baik Nyonya, Terimakasih banyak Nyonya," sahut Ningsih
Ibu Freya pun menceritakan semua yang telah terjadi padanya dan pada Ibu Raja Sun kepada kedua ART itu. Bagaimana pun mereka berdua sudah seperti keluarga bagi Ibu Freya. Jadi ia merasa tak perlu merahasiakan masalah dari mereka. Dan sebelumnya pun, mereka sudah merundingkan hal itu pada Kakek Raja Dan Ibu Raja. Mereka pun lalu pergi ke hotel Cordela. Salah satu hotel milik Ibu Freya di Cirebon. Semua orang sudah berada didalam hotel itu, termasuk Freya kecil.
"Paman, selanjutnya apa yang harus dilakukan pada Freya untuk proses perjodohan itu?" tanya Ibu Freya
"Della, karena ini hotelmu, bersediakah kamu untuk meminjamkan kamar ini dalam waktu yang lama padaku? Bila kau bersedia, kamar ini akan ku gunakan untuk menyimpan tubuh bayangan Shiba nanti." ucap Kakek Raja
Semua yang mendengar perkataan Kakek Raja itu merasa terhanyut dalam kesedihan. Sekaligus mendadak merasa ngeri, karena akan ada roh yang menghuni kamar itu.
"Iya paman, pakai saja kamar ini. Aku pun akan memberikan keamanan khusus untuk kamar ini." Sahut Ibu Freya
"Terimakasih Nak. Tapi harus ada seseorang yang menempati kamar ini, selama masih ada tubuh bayangan Shiba didalam sini. Apa kau bersedia untuk melakukannya Laudya? Karena diantara kita semua hanya kau yang tepat untuk posisi ini. Kau bisa untuk keluar dari kamar ini, tapi diusahakan saat menjelang magrib kau sudah ada dikamar ini. Hal ini bertujuan untuk menghindari orang yang mempunyai niat jahat dan memanfaatkan keadaan tubuh bayangan Shiba." Ucap Kakek Raja
Laudya sedikit terkejut mendengar pertanyaan yang ditujukan untuknya. Awalnya ia sedikit takut untuk menjawab, ya. Tapi mengingat semua cerita yang majikannya katakan itu, membuat ia menjadi bersimpati. Ia mencoba untuk tenang, membuang rasa takutnya yang berfikiran bahwa ia akan menjaga seorang hantu, tapi Putri Tuan Rahmat adalah orang yang cantik, ia bukanlah hantu. Dan ia tidak mungkin mengganggu Laudya nanti, bila Laudya tinggal bersamanya dikamar itu. Begitulah akhir pemikiran Laudya.
"Iya, saya bersedia Tuan." Jawab Laudya
"Terimakasih banyak Laudya. Aku takkan pernah melupakan hal ini selama hidupku. Baiklah Shiba, karena Laudya bersedia, kita mulai prosesnya saja. Shiba kau harus ingat, bahwa ayah sangat menyayangimu nak, sampai kapanpun itu. Ayah akan sempatkan untuk menemui ibumu secepatnya nak." Kakek Raja pun memeluk putrinya
"Ayah terimakasih. Aku akan selalu mengingatnya. Aku juga selalu menyayangimu ayah. Aku titip Ashile dan ibu ayah." Ibu Raja semakin terisak dan semakin erat memeluk ayahnya
Semua yang melihat pemandangan itu merasakan kesedihan yang nyata, sampai mereka ikut meneteskan air mata.
__ADS_1
"Tunggu paman. Karena semua orang berkumpul, aku rasa kita harus mengambil sebuah gambar. Gambar ini bisa dijadikan kenangan untuk Freya nanti. Dan bisa dijadikan bukti, bahwa Shiba benar-benar pernah singgah didunia ini." Ucap Ibu Freya sambil mengusap air matanya
Mereka menyetujuinya dan mereka pun berfose seadanya. Cekrek. Dua kali jepretan kamera. Sebelumnya Ibu Freya sudah memberitakan penjelasan pada Ibu Raja tentang pengertian ambil gambar (selfi) didunianya itu. Jadi ia mengerti apa yang harus ia lakukan saat benda asing baginya itu mengeluarkan sebuah cahaya.
"Della, tidurkanlah Freya diatas ranjang." Pinta Paman Rahmat
"Baik paman." Jawab Ibu Freya
Ibu Freya lalu melangkah maju kearah ranjang yang berukuran King itu. Ia pun meletakkan tubuh Freya kecil diatas ranjang itu.
"Terimakasih untuk semua kebaikan kalian. Semoga kelak kita bisa bertemu kembali." Ucap Ibu Raja sambil menundukkan kepalanya kepada semua orang
Ibu Raja lalu mendekati Freya. Ia duduk disamping Freya.
"Jadilah istri yang baik untuk Su'er Freya. Bahagiakan dia." ucap Ibu Raja
Ia pun mengecup kening Freya kecil itu. Ia kembali duduk, lalu memejamkan matanya sambil membaca sebuah mantra. Tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan seberkas cahaya biru yang cukup menyilaukan. Dan keluarlah sebuah mutiara biru yang cukup besar dari dalam tubuhnya. Ia lalu memasukkan mutiara biru itu kedalam tubuh Freya. Tubuh Freya pun ikut bercahaya setelah mutiara biru itu berpindah kepadanya. Tiba-tiba badannya bergetar dan ia tersungkur jatuh ke lantai tak sadarkan diri.
Kakek Raja pun meraih tubuh putrinya. Menggendongnya dan meletakkannya diatas ranjang yang sama dengan Freya kecil. Ia pun duduk disamping putrinya dan mengecup kening putrinya. Ia memejamkan matanya. Berusaha kuat untuk menghadapi semua ini. Ia menghapus sedikit air matanya yang hampir jatuh melewati pipinya. Lalu menatap tubuh putrinya yang perlahan terlihat transparan. Dari tubuhnya keluar lagi empat mutiara putih yang berukuran normal seperti mutiara pada umumnya. Mutiara itu melayang diatas tubuh putrinya. Sang ayah pun mengambil mutiara-mutiara itu. Dan setelahnya tubuh putrinya terlihat semakin transparan. Bagaikan sebuah bayangan. Ya inilah yang Kakek Raja maksud dengan tubuh bayangan. Semua orang dalam ruangan itu menangis sedih. Merasakan sebuah rasa yang menyesakkan hati melihat pemandangan nyata didepan mereka. Ibu Freya pun berlari perlahan menghampiri Freya kecil yang menangis setelah tubuh Ibu Raja Sun benar-benar menjadi sebuah bayangan transparan. Entah bayi itu merasa lapar atau memang merasakan kepergian calon mertuanya itu.
*****
"Pakailah cincin mutiara putih ini Della dan kau juga Laudya, mutiaranya akan mengeluarkan kerlipan cahaya bila berdekatan dengan cincin mutiara lain. Dan akan mengeluarkan kerlipan cahaya berwarna biru bila berdekatan dengan Freya. Bila berdekatan dengan cucuku akan mengeluarkan cahaya kerlipan berwarna merah muda. Kalian coba pakailah cincinnya!" ucap Kakek Raja
Mereka pun memakai cincin mutiara itu. Dan benar saja, cincin mutiara itu mengeluarkan kerlipan cahaya berwarna biru yang sangat terang. Rupanya hal itu terjadi karena mereka berdekatan dengan Freya kecil. Semua orang didalam ruangan itu benar-benar takjub dengan keajaiban yang dibuat mutiara itu.
"Shiba putriku. Bersabarlah lah nak. Kita akan berjumpa lagi." Ucap Kakek Raja
Tanpa Sang Ayah sadari, sebenarnya saat Putrinya tak sadarkan diri itu, roh nya keluar dari tubuhnya. Dan sampai sekarang masih bersama mereka. Melihat semua yang mereka lakukan dan yang mereka bicarakan.
__ADS_1
*****
"Della berikan seruling ini pada Freya kelak. Mungkin akan sangat lama hal itu datang. Tapi bersabarlah. Freya pasti akan kembali padamu." Ucap Paman Rahmat (Kakek Raja)
Kakek Raja pun berjalan perlahan memasuki cahaya putih yang menyilaukan itu. Ia sudah bertekad akan menemui istrinya tanpa perduli dengan apapun yang akan terjadi padanya nanti.
"Baik paman. Aku pasti menunggu Freya untuk kembali. Paman berhati-hatilah disana," ucap Ibu Freya
Kakek Raja hanya tersenyum memandang Ibu Freya. Kemudian ia perlahan menghilang dari dunia modern ini terserap masuk ke dimensi lain bersama lenyapnya cahaya putih itu.
*****
# Cerita Ibu Raja didalam mimpi Freya udah selesai ya guys, tapi mimpi Freya masih berlanjut #
"Begitulah Freya. Itu terakhir kali ibu melihat wajah Kakek Su'er. Entah bagaimana kabarnya, ibu tidak tahu. Mungkin saja ayah sekarang sedang bersama ibu di Istana Duyung." Ucap Ibu Raja Sun
"Ibu, bersabarlah. Aku pasti akan mencari keberadaan Kakek Su'er dan menemui Nenek Su'er dilautan sana bu. Akupun akan berusaha untuk segera mendapatkan bunga kristal itu bu." Sahut Freya
"Terimakasih Freya, Putriku." Sahut Ibu Raja, memeluk calon menantunya itu
"Ya ibu, jangan terlalu sungkan kepadaku. Ibu, berasal darimana Yuning itu? Apakah dia benar-benar tidak akan menjadi ancaman bagi Su'er lagi? Aku sedikit khawatir tentang penjahat itu bu." Ucap Freya
...********...
...Hai guys, ini karya perdanaku...
...Mohon dukungannya ya 🤩...
...Semoga kalian selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya 😍...
__ADS_1
...Dan jangan lupa buat sempetin bagi Like, Komen dan Votenya yaaa...
...Terimakasih🙏🤗😘...