
Mayat ini terkena racun, racun yang sama yang ada pada tubuhmu. Biar ku lihat." Ucap Freya yang langsung memegang tangan Yu Ning untuk ia periksa
"Racun pelemah." Ucap Freya
"Racun pelemah? Apa itu?" tanya Yu Ning
"Racun pelemah adalah racun yang mengunci semua tenaga dalammu. Racun ini bisa mengakibatkan seseorang mati ditempat bila orang itu menerima senjata khusus. Seperti mayat ini." Ucap Freya
Raja Yu Ning dan pengawalnya terkejut mendengar perkataan Freya. Mereka bingung. Antara harus percaya atau tidak dengan perkataan Freya.
"Apa? Kau bilang aku pun terkena racun itu? Bagaimana bisa?" ucap Raja Yu Ning.
"Penyebaran racun itu bisa melalui barang-barang disekitarmu Yu Ning. Seperti pakaian, peralatan makan, tempat tidurmu, atau bisa juga dari alat menulis mu. Penggunaan nya cukup dengan merendam barang itu kedalam wadah yang berisi racun selama semalam. Dan untuk memaksimalkan cara kerja racun itu, perlu dilakukan beberapa kali. Sampai tingkat racun pada tubuhmu benar-benar kuat. Racun jenis ini tidak memiliki efek sama sekali pada tubuh. Bahkan tidak memiliki rasa dan bau. Hanya beberapa tabib khusus dengan pengetahuan tinggi yang bisa mengetahuinya. Kau beruntung karena aku adalah salah satu diantara mereka. Tapi aku tak akan berbaik hati padamu. Semua didunia ini tidak ada yang selamanya gratis Yu Ning." Ucap Freya
"Heuh. Baiklah. Aku akan memberikan bunga kristal langka itu padamu. Tapi untuk menyerah pada Tang, itu tak akan mungkin ku lakukan." Sahut Yu Ning
"Heuhh. Ternyata Tahta itu lebih penting bagimu dari cintamu yang selalu kau sombongkan itu. Kau sama saja seperti kebanyakan lelaki lainnya. Heuhh. Aku akan menghilangkan racun pada tubuhmu setelah kau memberikan bunga kristal itu padaku. Dan jangan pernah untuk mengurungku. Tanpa bantuanmu sekalipun aku dapat meninggalkan tempat ini dengan selamat menuju Istana Tang." Ucap Freya ketus
Ia pun berlalu pergi hendak meninggalkan tempat itu.
"Crraaaangg" suara cermin yang hancur karena serangan balik dari Freya.
Freya membalikkan arah pisau kecil itu ke sebuah cermin, saat pisau kecil itu hendak menikamnya. Rupanya Yu Ning lah yang melempar senjata itu. Freya lalu berbalik kearah Yu Ning. Kembali memasuki ruangan itu.
"Kau meragukanku? Heuh. Senjata sampah itu tak akan bisa membunuhku. Kau hanya menggunakannya untuk membuatku lemah dan menjadi patuh padamu. Heuh. Sayang sekali kau tak akan pernah bisa membuatku patuh padamu. Bahkan senjata mu itu tak sehebat senjata buatanku." Ucap Freya percaya diri.
Yu Ning dan pengawalnya hampir tidak percaya dengan kemampuan dan perkataan Freya. Yang ada dipikiran Yu Ning adalah memang benar membuat Freya patuh padanya. Dan Yu Ning pun semakin tertarik dengan Freya setelah ia melihat bakat Freya itu.
"Akan lebih baik untuk ku bila dia berada di pihak ku. Seorang wanita dengan bakat seperti ini. Pasti akan menjadi prajurit wanita yang tangguh." Suara hati Yu Ning.
Freya lalu berbalik lagi, hendak meninggalkan ruangan itu. Tapi berhenti sejenak.
"Cleeeb" sebuah jarum kecil melesat cepat dari jemari cantiknya dan langsung menancap ke tubuh pengawal Yu Ning.
__ADS_1
Pengawal Cheng mengerang kesakitan dan beberapa saat kemudian ia ambruk ke lantai. Freya lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu.
"Pengawal Cheng!" teriak Raja yang menghampiri tubuh pengawal pribadinya.
Bagi Yu Ning, pengawal Cheng Taiseng sudah seperti adiknya sendiri. Ia sangat panik melihat mulut pengawalnya itu mengeluarkan banyak darah. Para prajurit yang mendengar teriakan Raja pun langsung bergegas menghampiri ruangan Sang Raja.
"Apa yang terjadi Yang Mulia?" ucap salah seorang jenderalnya.
Namun yang ditanya diam tak menjawab. Ia justru bangkit dan berlari meninggalkan ruangan itu. Sampai diluar ruangan, ia melihat ke kanan dan ke kiri. Langkahnya terhenti saat berhasil menemukan sosok Freya.
"Kau obati dia. Dan aku akan memenuhi permintaanmu yang lain." Teriak Raja Yu Ning
Freya hanya mendengus kesal mendengar perkataan Yu Ning. Ia tetap melanjutkan perjalanannya meninggalkan tempat itu.
"Nonaaa. Sialan." Raja Yu Ning mendengus kesal karena Freya tak menghiraukannya.
"Tangkap wanita itu." Teriak Raja Yu Ning pada prajuritnya.
Para prajurit pun bergegas mengejar Freya. Freya yang mendengar teriakan Yu Ning hanya mendengus pelan. Ia lalu melirik para prajurit itu.
"Wiiss.. Wiiiss.. Wiiss.. Wiiss.. Wiss...." Suara senjata Freya yang berhamburan terbang berebut tempat sasaran.
Senjata-senjata itu menancap tepat ditubuh para prajurit Yu Ning. Beberapa yang terkena senjata itu, langsung ambruk jatuh ke lantai. Sedangkan beberapa prajurit yang masih siaga, langsung kembali menyerang Freya dengan pedang-pedang yang mereka bawa.
"Heuh. Kalian akan menyesal." Ucap Freya percaya diri
Freya lalu menendang beberapa prajurit yang berada dibagian depan dengan kakinya. Ia berputar menendang prajurit-prajurit itu. Membuat beberapa prajurit itu terjengkang ke belakang. Freya lalu menginjak salah satu pedang prajurit yang tergeletak. Ia membuat pedang itu terbang melayang bebas. Freya pun menangkap pedang itu dengan gerakan berputar yang sangat indah. Meliukkan tubuhnya seperti penari bersenjata.
"Heuh. Hanya segini? Bahkan di duniaku, cukup dengan satu anak buahku saja, bisa untuk menghabisi kalian." Suara hati Freya
"Cyaaa.. Trang.. Trang.. Jlebb.. Trang.. Trang.. Jlebb.. Jlebb.. Jleebb...." Suara hentakkan pedang Freya dengan pedang-pedang prajurit itu.
Hanya dengan beberapa putaran pedang yang Freya lakukan. Tak sampai menghabiskan waktu 10 menit. Hanya Freya seorang dan dengan sebuah pedang. Telah mampu menumbangkan beberapa prajurit itu. Mungkin jika dihitung jumlahnya sekitar tiga puluhan.
__ADS_1
"Apa? Bagaimana mungkin? Seorang wanita saja cukup untuk membuat semua prajuritku tak berdaya. Hah. Apa dia bukan manusia?" ucap Raja Yu Ning tak percaya melihat keahlian Freya.
Freya lalu berjalan perlahan mendekati Yu Ning.
"Apa kau mau coba? Ayo angkat pedangmu!" tantang Freya pada Yu Ning dengan sangat percaya diri dan menyodorkan pedangnya kearah Yu Ning.
...****************...
"Bagaimana keadaan Chang Ge sekarang? Aku benar-benar cemas. Chang Ge, kapan kau kembali?" Suara hati Raja Sun.
"Yang Mulia, mata-mata kita berhasil mendapat kabar tentang Tuan Putri." Ucap salah satu prajurit istana.
"Benarkah? Cepat bawa dia masuk!" sahut Raja Sun.
"Hormat pada Yang Mulia Raja." Ucap bawahan Raja dengan memberikan sebuah tanda hormat pada Rajanya.
"Ya, bagaimana dengan Tuan Putri." Ucap Raja penasaran dengan keadaan Freya.
"Yang Mulia, penjagaan di dalam Istana Yu Ning sungguh sangat ketat. Selama ini Tuan Putri tinggal didalam paviliun Yu Ning. Numun saya belum berhasil menerobos kedalam paviliun Raja itu. Saya hanya bisa memperhatikan tempat tinggal Tuan Putri dari kejauhan. Karena itu, saya tidak pernah tahu apa yang terjadi disalam sana. Namun setelah beberapa hari, saya melihat Tuan Putri keluar dari paviliun itu dan dari dalam paviliun itu Raja Yu Ning justru meneriakkan nama pengawal pribadinya dengan sangat panik. Sepertinya pengawal Cheng terluka. Beberapa saat setelahnya para prajurit Yu Ning berhamburan menuju paviliun Yu Ning itu." Laporan mata-mata itu pada Rajanya.
Mata-mata itu kembali menceritakan semua yang Freya lakukan di Istana Raja Yu Ning pada Rajanya. Sampai dengan Freya yang mengancam Raja Yu Ning untuk mengangkat senjatanya.
"Saat ini beberapa orang kita masih mengamati Tuan Putri Yang Mulia. Saya langsung kemari untuk melaporkan keadaan Tuan Putri. Saya khawatir dengan keselamatan Tuan Putri Yang Mulia." Ucap prajurit itu lagi
"Kau yakin dengan apa yang kau lihat? Putri mengalahkan semua prajurit itu seorang diri dalam waktu singkat? dan dia bahkan berani mengancam penjahat itu? Bagaimana dia bisa seperti itu?" ucap Raja Sun
"Ya Yang Mulia, saya sangat yakin. Bahkan Yu Ning bergetar untuk mengangkat senjatanya." Sahut prajurit itu.
"Baiklah kau boleh pergi. Biar aku sendiri yang akan menyusul Putri." Ucap Raja Sun.
"Yang Mulia, tapi itu sangat berbahaya untuk keselamatanmu. Mengapa kau tidak memerintahkan Panglima Hao Du dan beberapa prajurit saja." Sahut mata-mata itu.
"Keselamatan Putri jauh lebih penting dari keselamatanku. Kau tenang saja. Aku tahu bagaimana harus menghadapi penjahat itu. Pergi temui Panglima untuk melindungi Istana selama aku belum kembali. Dan perketat penjagaan disekitar tempat tinggal Pengawal Mu." Ucap Raja Sun yang berlalu munuju ke paviliunnya.
__ADS_1
"Jika perkataan mata-mata itu benar. Maka gadisku memang sungguh luar biasa. Bahkan aku tidak pernah melihat dia seperti itu di dunianya. Kapan dia mempelajarinya?" suara hati Raja Sun.
Bersambung........