Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 47_Kembali Ke Istana


__ADS_3

( Kebun Bunga Kristal )


Aku pun mulai mengotak atik sistem pada layar monitor itu. Dan berhasil. Setelah ku masukkan beberapa sandi pada layar itu.


Aku dapat melihat dengan jelas, keadaan orang-orang di duniaku.


"Seperti inikah wajah ibu kandungku? Mah, Freya rinduuu." Seruku dalam hati saat melihat wajah Ibu Kandungku di dalam layar monitor ciptaanku itu.


...****************...


( Istana Raja Sun )


"Yang Mulia kembaliiii." Ucap salah satu prajurit Su'er.


Ia berteriak dan membuat beberapa prajurit lainnya saling memberitahukan berita penting itu. Membuat berita itu sampai pada telinga Ibu Ratu Leyan dan Purnaraja Choubi.


"Su'er.. Freya...." Ucap Ibu Ratu Leyan lirih. Melihat kami yang telah kembali dengan selamat.

__ADS_1


"Salam Ayah, Salam Ibu." Ucap Su'er yang hormat pada orang tuanya.


"Salam Yang Mulia, Salam Ibu Ratu." Ucapku ikut memberikan hormat.


"Syukurlah kalian telah kembali, ayo masuk kedalam Su'er, Freya." Ucap Ibu Ratu Leyan pada kami.


( Paviliun Ibu Ratu )


Aku dan Su'er menceritakan semua hal yang telah kami lalui pada Ayah Su"er dan Ibu Ratu, termasuk tentang pengorbanan Ibu Kandung Su'er. Namun mereka belum menceritakan tentang status Paman Yu Ning.


"Semua ini bukan salahmu Yang Mulia. Semua ini permintaan Kak Shiba yang sangat mencintaimu." Ucap Ibu Ratu Leyan yang mencoba menenangkannya.


"Aku dan Su'er akan segera pergi ke duniaku untuk memulihkan tubuh Ibu (Ibu Kandung Raja) Yang Mulia." Ucapku pada mereka tanpa basa basi lagi.


"Ya kau benar Freya. Lebih cepat akan lebih baik. Tapi bukankah kau harus menelan mutiara ini? Dan kau juga akan kembali menemui Kakek Li untuk mengambil mutiara itu. Saat itu tiba, Ibu titip sesuatu untuknya Freya." Ucap Ibu Ratu Lehan bersedih.


"Aku rasa kita tak perlu menemuinya Ibu. Karena beliaulah yang akan menemui kita." Sahutku pada Ibu Ratu.

__ADS_1


Dan beberapa saat setelah aku berbicara, tiba-tiba Kakek Li memasuki ruangan dan menghampiri kami semua.


"Ayah?" ucap Ibu Ratu yang sangat terkejut saat melihat Kakek Li ada di ruangan kamarnya.


"Leyan putriku." Sahut Kakek Li lalu dengan cepat berlari menghampiri Ibu Ratu Leyan.


Mereka pun saling berpelukan. Aku dan Su'er serta Purnaraja sangat senang menyaksikan kebahagiaan mereka.


"Bagaimana bisa ayah ada disini?" tanya Ibu Ratu Leyan padaku.


"Merekalah yang membawaku kemari Yang Mulia. Sebelumnya mereka telah lebih dulu menemuiku. Ayah pun sudah memberikan mutiara itu pada Tuan Putri Freya. Dan sebaiknya dia harus segera menyatukan mutiara-mutiara yang lainnya. Untuk menghindari niat buruk seseorang yang mungkin akan menghancurkan atau mendapatkan mutiara-mutiara itu. Dan semakin lama ditunda kekuatan mutiara itu akan semakin berkurang. Dan akan lebih baik bila penyempurnaan raga dan roh itu dilakukan sebelum bulan purnama, yang akan terjadi 12 hari lagi." Jelas Kakek Li pada kami.


"Mengapa harus sebelum bulan purnama Kek?" tanya Su'er penasaran pada Kakek Li.


"Karena setelah bulan purnama, kekuatan dari roh-roh jahat yang ada di dunia ini akan menjadi semakin kuat. Dan mereka pasti mengetahui tentang tubuh Yang Mulia Permaisuri. Hal itu bisa membuat kerusuhan di antara para roh jahat untuk memiliki tubuh Yang Mulia tersebut." Sahut Kakek Li pada Su'er.


๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ ......

__ADS_1


__ADS_2