Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 53_Kembalinya Ibu Su'er


__ADS_3


( Kamar Hotel )


Aku pun bersandar padanya. Ia lalu merangkul tubuhku yang cukup lelah itu. Kami pun kembali memperhatikan tubuh Ibu Su'er.


Dan beberapa saat kemudian, ----


Ibu Su'er membuka matanya perlahan. Semua orang dalam ruangan itu terkejut bahagia.


Aku dan Su'er pun semakin mendekati Ibu Su'er. Aku pun berucap padanya, "Ibuu, kau sudah sadar? Ibu, ini aku Freya. Dan ini Su'er putramu. Ibu, apa kau mengingat kami?"


Ibu Su'er tersenyum menatap kami. Ia pun berucap sambil memeluk kami, "Freya. Su'er. Akhirnya ibu bisa memeluk kalian. Ibu sangat senang. Terimakasih Freya."


"Kami pun senang bisa melihatmu ibu. Apalagi Su'er, ia selalu ingin bertemu denganmu." Ucapku lalu perlahan melepas pelukan itu. Su'er pun ikut melepas pelukannya.


Ibu Su'er masih tersenyum. Ia lalu memegangi wajah Su'er. Dan berucap padanya, "Putraku Su'er. Akhirnya ibu bisa melihatmu sayang. Ibu sangat senang dan bahagia nak. Ibu selalu mencintaimu Su'er. Hiks hiks." Mereka kembali berpelukan.


Setelah mereka mengurai pelukan itu, Ibu Su'er lalu menatap Ibuku dan Claudya. Beliau pun turun dari ranjang dan menghampiri mereka. Beliau pun kembali berucap, "Adella, Claudya, terimakasih.


Semua ini juga berkat bantuan kalian. Tanpa kalian, aku tak mungkin bisa pulih kembali. Terimakasih. Hiks hiks."


"Tak perlu sungkan Shiba, bukankah kita besan sekarang. Kau juga keluargaku Shiba." Sahut Ibuku padanya.


"Benar Nyonya. Begitupun denganku. Aku sangat menghormati dan menyayangi Nyonya seperti aku menghormati dan menyayangi Nyonya Adella." Timpal Claudya.


Ibu Mertuaku itu kembali tersenyum bahagia saat mendengar ucapan Ibuku dan Claudya.


"Ibu, apa rencanamu selanjutnya?" tanya suamiku padanya.


"Ibu akan tinggal beberapa hari di dunia ini Su'er. Ibu ingin bersenang-senang dengan Adella, besan Ibu. Setelah itu, ibu akan kembali ke Istana." Sahut Ibu Mertuaku bahagia.


"Kalau begitu, aku akan tinggal di hotel ini untuk menemanimu Shiba. Aku akan tidur bersamamu disini. Dan kamu Claudya, kalau kamu ingin menemui keluargamu, maka pulanglah dulu. Kau sudah lama belum berlibur bukan?" ucap Ibuku pada mereka.


"Baik Nyonya. Terimakasih. Kalau begitu, aku pamit untuk bersiap dulu Nyonya." Sahut Claudya sopan.


Ibuku lalu mengangguk dan tersenyum padanya. Akupun berucap pada Ibuku dan Ibu Mertuaku. "Kalau begitu, kami berdua pamit ya bu. Aku akan menunjukkan pada Su'er keindahan duniaku ini. Hehehe."


Mereka pun tersenyum mendengar ucapanku. Begitupun dengan suamiku, Su'er.


...****************...


"Hah? Berhasil tersambung! Akhirnyaa!" ucapku senang saat berhasil memasukkan beberapa kode dalam ponsel yang baru aku beli itu.


Saat ini, sistem ganda yang aku buat, berhasil tersambung dengan ponsel baruku dan ponsel lamaku, lalu dengan beberapa kamera mini yang ada pada beberapa tempat di dunia suamiku.


"Apa yang berhasil tersambung sayaang?" tanya suamiku sambil memakan sebungkus keripik singkong.


Kami saat ini sedang berada di salah satu kursi taman. Yang letaknya dekat dengan hotel Ibuku.


"Lihat ini yang." Sahutku padanya.

__ADS_1


Aku menunjukkan beberapa gambar yang ada pada dunia suamiku dan kamarku.


"Ini ---- Istana? Hah? Kebun Bunga Misterius? Bagaimana caranya kamu melakukan semua itu yang?" cecar suamiku.


"Ini salah satu kemampuan otodidakku sayang." Sahutku padanya bangga.


"Otodidak? Apa itu?" tanya suamiku polos.


"Hehehe. Bakat yang aku dapatkan dengan belajar memahaminya sendiri sayaaang." Jawabku padanya.


"Waaah. Benarkah? Kau belajar sendiri tanpa seorang guru?" tanya suamiku lagi.


"Hehehe. Iya sayaang. Ayo kemari yang. Aku akan membuat kejutan untuk teman-temanku." Sahutku padanya.


"Kejutan apa itu?" tanya suamiku lagi yang masih asik dengan aktivitas ngemilnya dan beberapa kali menyuapiku dengan kripik singkong itu.


"Hehehe. Kalau begitu, kejutan ini juga berlaku untukmu sayang." Ucapku penuh dengan senyuman.


"Ahh kamu ini yang. Membuat penasaran saja." Sahut suamiku yang semakin merapatkan tubuhnya padaku.


"Tut tut tut." Suara sambungan panggilan video dari ponselku.


"Halo. Siapa ini?" ucap kak Ardhan padaku.


"Loh Ardhan? Kok ada lo sih?" ucap Kak Lionel heran.


"Eh Bang Lio, gue juga nggak tau bang, nomer nggak dikenal yang memulai panggilan ini." Sahut Kak Ardhan ikut heran.


Su'er pun memberikan isyarat bertanya padaku. Namun aku langsung menyuruhnya diam. Su'er pun berucap pelan padaku, "Mereka teman mu sayang?"


Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Lalu kami kembali fokus melihat layar ponselku. Suamiku pun kembali menyuapiku dengan beberapa keripik singkong itu.


"Aneh sekali, hei, lo ini siapa? Kenapa nggak nunjukin wajah lo pada kami? Lo tahu nomer kita dari mana, hah?" ucap Kak Lionel mulai kesal.


"Kenapa lo diem aja. Jawab woii." Timpal Kak Ardhan.


Aku pun menahan tawa mendengar ucapan mereka. Lalu perlahan ku arahkan kamera ponselku pada pakaianku.


"Lah, kok cewe? Eh lo siapa sih? Jangan iseng deh. Kurang kerjaan banget!" ucap Kak Ardhan yang mulai kesal juga.


"Siapa sih Dhan? Serius banget." Timpal Kak Fachry menyelidik sambil ikut menengok ke layar ponsel.


"Nggak tahu nih. Dia VC gue, terus nyambungin panggilan ke Kak Lionel juga. Gue tanya tapi diem aja. Tapi gue penasaran sih." Ucap Kak Ardhan.


Ada rasa sedih di hatiku saat bisa mendengar samar-samar candaan dari teman-temanku yang lain. Air mataku sampai menetes. Aku pun berucap dalam hati. "Syukurlah kalian hidup dengan baik guys."


Su'er yang melihat dan mengerti perasaanku pun langsung merangkul pundakku. Aku lalu bersandar di bahunya. Ia pun mengusap lembut rambutku.


"Jangan-jangan dia mata-mata guys." Ucap Kak Lionel tiba-tiba.


Aku terkejut mendengar ucapan itu. Sedangkan Su'er, ia menahan tawa mendengarnya. Aku pun langsung duduk tegak seperti sebelumnya.

__ADS_1


"Ekhem-ekheem. Siapa yang mata-mata?" sahutku ketus yang langsung mengarahkan kamera ponselku pada wajahku.


Membuat tiga pria itu terkejut saat melihatku. Merekapun kompak berkata, "Freya!?"


Suara itu sontak membuat semua teman-temanku yang lain ikut terkejut dan langsung menghampiri ponsel Kak Ardhan dan Kak Lionel.


"Astagaaa Freyaaaa. Kamu kemana ajaaaa? Aku kangeeen. Tega ya kamu, pergi tanpa pamit pada kami semua. Hiks hiks." Ucap Selly histeris saat melihatku yang langsung menyerobot ponsel Kak Ardhan.


"Queen? Ya ampuun Queeeeen. Akhirnya Queen kembali. Queeeen kami merindukanmu Queen." Teriak Alex tak kalah histeris dari Selly.


"Eh bentar-bentar. Sini ponselnya Sell, biar gue alihkan ke laptop dulu. Bentar ya Dek." Ucap Kak Ardhan.


"Ya Kak." Sahutku padanya.


Kak Lionel pun melakukan hal yang sama dengan yang Kak Ardhan lakukan.


"Udah selesai?" tanyaku saat melihat dua layar di seberang sana yang sudah terlihat normal. Kini beberapa teman-temanku cukup banyak yang terlihat dari layar ponselku itu.


"Re kamu lagi dimana? Apa urusanmu itu sudah selesai?" tanya Kak Fachry.


"Alhamdulillah sudah Kak. Sekarang aku lagi di taman dekat Hotel Cordella Kak." Jawabku santai.


"Hotel Cordella? Kamu di Kota ini Dek?" timpal Kak Ardhan.


"Iiiih Freyaaaa. Kenapa kamu nggak mampir ke markaaaas. Ngapain kamu disitu?" sahut Irene kesal.


"Hehehe. Aku baru aja ketemu sama Ibu Kandung aku guys. Dia pemilik Hotel Cordella. Nanti kita kumpul bareng ya. Tapi nggak sekarang yaaa, aku masih lelah soalnya. Hehehe." Sahutku pada mereka.


"Syukurlah Queen, akhirnya kalian bisa bertemu. Kapan-kapan kamu harus kenalin beliau pada kita Queen. Hehe." Ucap Kak Lionel.


"Siap Kak. Kalian semua pokoknya harus dateng ya. Hehe." Sahutku.


"Dek, tadi diawal ada pakaian cowok, emangnya dia lagi sama kamu? Siapa dia Dek?" tanya Kak Ardhan menyelidik.


Semua teman-temanku pun seketika ramai bagaikan ibu-ibu gosip saat mendengar pertanyaan Kak Ardhan.


"Iya Kak. Dia suami aku. Bulan depan, kita akan melangsungkan resepsi pernikahannya." Jawabku.


"Suami? Astaga --- hancur sudah hatiku ini." Seru Kak Fachry dalam hatinya.


Akupun mengarahkan kamera ponsel pada wajah suamiku juga. Sehingga teman-temanku dapat melihat jelas wajah suamiku itu.


Kak Ardhan, Kak Fachry, dan Kak Lionel terkejut melihat wajah suamiku. Mereka bertiga lalu kompak berucap, "Raja Ashile Sun!?"


Aku dan Su'er pun ikut terkejut mendengar ucapan mereka. Kami pun saling menatap heran.


๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ....



__ADS_1


__ADS_2