Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 14_Pengorbanan Ibu Raja


__ADS_3

"Memangnya apa yang bisa ku berikan pada Permaisuri Negeri ini? Katakanlah apa yang kau mau dariku Shiba?" sahut Leyan


"Leyan, menikahlah dengan Yang Mulia Raja," ucap Ibu Raja Sun


"Apa? Aku menikahi Raja? Shiba, apa kau sadar dengan apa yang kau katakan itu? Bagaimana bisa kau meminta hal seperti itu?" sahut Leyan


"Leyan, berjanjilah padaku kau akan memenuhinya. Hanya kau yang bisa ku percaya untuk merawat putraku. Lagipula Su'er pun selalu nyaman bila berada di pangkuanmu," ucap Permaisuri Luo Shiba


"Shiba, apa maksudmu hanya aku yang kau percaya untuk merawatnya? Apa kau tak ingin merawatnya lagi? Lalu kemana kau akan pergi? Kau memintaku menikahi suamimu dan menyuruhku untuk merawat putramu ini? Kau tak mungkin tak tahu siapa suami dan putramu ini? Mereka Raja dan calon Putra Mahkota Shiba. Lalu apa yang akan kau lakukan hah? Kemana kau akan pergi? Shiba, jawab aku?" tanya Leyan tak henti


Permaisuri Shiba mulai menangis. Ia pun membaringkan Sun kecil yang sudah tertidur pulas, lalu menyelimutinya. Ia mengecup kening cantik bayi mungil itu. Semakin keras ia menangis. Leyan yang melihatnya, merasakan ada sesuatu yang aneh.


"Apa yang terjadi Shiba? Katakanlah?" tanya Leyan melembut


"Leyaan.Hiks hiks" tangis Permaisuri Lou Shiba


Leyan berfikir sejenak atas perilaku sahabatnya. Ia mulai mencerna setiap kata yang sahabatnya ucapkan sejak tadi. Ia terkejut dan menutup mulutnya yang reflek terbuka karena menduga sampai pada kesimpulan bahwa sahabatnya harus melakukan pengorbanan besar.


"Shiba, apa untuk mendapatkan penawar racun itu kau harus mengorbankan hidupmu? Shiba, apa yang ibumu katakan? Shiba?" tanya Leyan cemas


"Hiks hiks, kau benar Leyan. Demi keselamatan putraku, aku harus memberikan hidupku ini. Aku tak bisa melihat Su'er menderita Leyan. Jalan hidupnya masih sangat panjang. Jika kelak ku tak ada, masih ada kau dan Yang Mulia yang akan menjaganya. Berjanjilah Leyan. Kau akan selalu menyayangi mereka. Hanya kau yang bisa ku percaya Leyan. Leyan berjanjilah," ucap Permaisuri Lou Shiba sambil menangis


"Apa yang ibumu katakan?" sahut Leyan


Permaisuri Luo Shiba lalu menceritakan semua yang ibunya katakan padanya. Leyan terhanyut dengan kesedihan itu mendengar cerita sahabatnya. Ia sampai terisak, lalu memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat.


"Shiba, apa kau yakin untuk melakukan semua ini? Shiba bagaimana bila gadis itu tak akan membantumu dan Su'er?" tanya Leyan


"Aku harus yakin dengan keputusanku Leyan. Aku sudah menjalaninya dan mulai berjuang sejak awal. Tak ada jalan bagiku untuk menyerah. Leyan bantulah aku, ku mohon Leyan. Kabulkanlah permintaanku? Jadilah Ratu dan Ibu Ratu Negeri ini Leyan?" pinta Permaisuri Luo Shiba


Leyan semakin terisak mendengarnya. Ia tak pernah menyangka akan berada diposisi sulit seperti ini sekarang. Ia mulai tenang saat melihat wajah manis Su'er yang tertidur pulas.

__ADS_1


"Shiba, demi kau dan Su'er, aku berjanji akan melakukannya. Apa kau senang sekarang?" tanya Leyan lemas tak bersemangat


"Leyaaaaan" sahut Permaisuri Luo lalu menangis terisak


Mereka pun semakin mempererat pelukannya. Dan semakin menangis terisak. Begitu lama. Permaisuri Luo lalu melepas perlahan pelukan itu, ia kemudian berdiri dan menghampiri putranya yang sedang terlelap. Ia mengeluarkan sebuah mutiara merah dari balik gaunnya. Dan merangkai mutiara cantik itu dengan sebuah kalung yang indah. Lalu memakaikan kalung itu pada putranya. Mutiara itu berasal dari air mata bahagia Permaisuri Luo. Sesuatu pun terjadi pada tubuh mungil Su'er. Seberkas cahaya merah muncul dari tubuhnya . Lalu cahaya merah pada tubuh mungil itu berubah menjadi biru dan tubuh mungil itu perlahan berubah menjadi es. Leyan sangat panik melihatnya. Ia tak tahu harus berbuat apa. Ia hanya bisa memanggil nama sahabatnya.


"Shiba, hiks hiks hiks, Shiba" tangis Leyan


Permaisuri Luo hanya tersenyum memandang sahabatnya itu. Ia lalu memejamkan matanya. Ia berubah menjadi seorang putri duyung. Ia terbang dan membaca sebuah mantra. Seluruh badannya bersinar. Lalu tiba-tiba ekor duyung itu terputus dari badannya. Ia merasakan sakit yang luar biasa. Tapi ia kuat menahannya. Ia lalu turun dengan sebuah kaki yang muncul dari bagian bawah tubuhnya bekas potongan ekor itu. Ekor itu pun melayang didepannya dan berubah menjadi sebuah mutiara merah muda yang lumayan besar dari mutiara sebelumnya. Ia lalu memasukkan mutiara itu kedalam mulut putranya. Keajaiban pun terjadi. Tubuh mungil yang hampir diselimuti es itu perlahan bersinar. Mengeluarkan cahaya merah muda. Dan racun dingin nakal itu perlahan menghilang. Kini tubuh mungil itu tak akan pernah merasa kedinginan dan kesakitan lagi. Tubuhnya benar-benar sudah terbebas dari racun dingin laknat itu.


"Shibaaa" panggil Leyan semakin terisak


Leyan lalu berlari memeluk sahabatnya itu. Ia memeluknya begitu erat. Diiringi dengan tangisan syahdu yang semakin terdengar jelas diruangan itu.


"Tidak apa-apa Leyan, aku akan kembali. Aku selalu menyayangimu Leyan," ucap Permaisuri Luo Shiba


"Akupun sama Shiba. Hiks hiks hiks." Sahut Leyan


Permaisuri Luo pun berlalu meninggalkan ruangan itu. Ia bergegas menemui Rajanya.


"Hormat pada Yang Mulia" ucap Permaisuri Luo Shiba memberi tanda hormat


"Permaisuri masuklah, dimana Su'er? Mengapa kau tak bersamanya?" tanya Raja


"Su'er masih terlelap Yang Mulia" jawab Permaisuri Luo Shiba


"Hemm, begitu. Baiklah katakan padaku apa yang membawamu kemari sayang?" tanya Raja


"Maafkan aku karena telah mengganggumu Yang Mulia, aku ingin meminta sesuatu padamu saat ini Yang Mulia." ucap Permaisuri Luo Shiba


"Katakan apa itu?" jawab Raja tersenyum

__ADS_1


"Yang Mulia, kau tahu, Leyan sudah ku anggap seperti keluarga bagiku. Kita saling menyayangi. Ia pun sangat menyayangi putra kita lebih dari nyawanya. Selama ini ia sangat baik hidup dalam istana. Hanya saja aku merasakan ia terlalu kesepian diusianya sekarang. Bila harus kembali ke hutan bersama kakeknya, itu tak mungkin Yang Mulia. Karena ia sudah berjanji akan selalu menjaga putra kita, saat putra kita telah lahir kedunia ini. Yang mulia aku ingin yang terbaik untuk Leyan. Selama ini aku tak pernah mengenal lelaki dengan baik selain dirimu dan ayahku. Karena itu, aku sangat yakin kau akan mampu menjaga Leyan. Yang Mulia nikahilah Leyan sahabatku!" ucap Permaisuri Luo Shiba


Raja yang mendengar permintaan aneh Permaisurinya itu sangat terkejut. Namun ia berusaha tetap tenang. Dan berfikir bahwa Permaisurinya itu hanya salah bicara.


"Lou'er apa yang terjadi padamu sayang? Mengapa kau berbicara aneh seperti itu? Apa kau mabuk, hmm?" ucap Raja


Ia mencium Permaisurinya dan memeluk erat wanita itu.


"Apa kau lelah karena seharian menjaga Su'er sayang? Maka tidurlah dipangkuanku, aku akan membelai rambut indahmu ini" ucap Raja


Raja mengajak Permaisurinya untuk tidur dipangkuannya. Namun wanita itu menolak dengan sangat halus.


"Yang Mulia, apa yang ku ucapkan tadi sungguh yang ku inginkan Yang Mulia" ucap Permaisuri Luo Shiba


Raja sedikit frustasi mendengar perkataan Permaisurinya. Ia ingin marah, namun ia selalu tidak bisa. Seberapa sakit hatinya, ia tidak akan tega untuk menyakiti hati wanita yang sangat dicintainya. Sejak dulu sampai sekarang, Raja tak pernah sekalipun berkata kasar dan menyakiti hati wanita itu. Luo Shiba bagaikan berlian yang harus ia jaga dengan sangat baik dimata Raja Ashile Chuobi.


...********...


...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author, ...


...Bisa tambahin semangat author loh 🤗...


...Caranya cuma tekan...


...Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤩...


...Gampang banget kan....😁...


...Mohon dukungannya juga ya teman-teman...


...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya 😍...

__ADS_1


...Terimakasih🙏🤗😘...


__ADS_2