Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 8_Ternyata Mimpi Itu Nyata


__ADS_3

"Su'er!" panggil Freya dengan suara yang sangat lembut


"Suara itu, Chang Ge ku," sahut Raja terkejut


Ia segera berbalik saat mendengar suara itu. Ia melihat Freya yang sedang menangis menatapnya rindu.


"Su'er!" Freya mengulang memanggil nama itu


Raja memperhatikan air mata Freya yang masih mengalir. Lalu ia berjalan mendekati gadis itu. Ada rasa yang aneh dihatinya saat ia semakin dekat dengan gadis itu. Apalagi setelah ia mendengar gadis itu memanggil namanya Su'er, sama persis seperti dalam mimpinya. Membuat kenangan manis dalam mimpinya berputar kembali di otaknya.


"Chang Ge, ada apa? Kenapa menangis? Apa kau terluka?" tanya Raja


Ia terus memperhatikan Freya dan mengangkat dagunya sehingga wajah cantiknya jelas terlihat.


"Apa yang terjadi?" tanya Raja sambil menghapus air mata Freya


Freya menatap rindu lelaki didepannya. Sambil terus memegang kalung liontin yang ia pakai. Ia hampir tidak percaya dengan apa yang ia alami dalam hidupnya. Freya pun mengeluarkan sebagian kalung yang ia pakai dan menunjukkan liontinnya pada Raja. Raja yang terkejut langsung memegang liontin kalung itu.


"Chang Ge Kalung ini?" ucap Raja terkejut


Mereka berdua saling menatap lama. Raja melihat, Freya masih menitikkan air mata, Raja lalu melepas perlahan kalung itu. Dan tangan kirinya membelai lembut pipi Freya. Tiba-tiba ia memeluk Sang Raja dengan memanggil namanya.


"Sun.. Su'er ku.." Freya semakin terisak


Raja membalas pelukan Freya. Ia membelai manja rambut indah Freya.


"Chang Ge.. apakah semua mimpi itu nyata? Ataukah saat ini adalah mimpi?" ucap Raja


"Tidak Su'er, semua mimpi itu memang nyata, itu bukan mimpi tapi pertemuan nyata kita dalam dimensi mimpi," jelas Freya


Mereka melepas pelukannya. Lalu Raja membelai lembut pipi kiri Freya. Tangan kanannya masih memegang setangkai bunga. Ia lalu memberikan bunga indah itu kepada Freya.


"Bunga mawar merah untuk seseorang yang cantik," ucap Raja tersenyum


Freya juga tersenyum mendengarnya. Ia lalu mengambil setangkai bunga itu. Dan mereka kembali berpelukan. Kepala Freya nyaman bersandar didada Sang Raja. Raja pun membelai lembut rambut Freya. Freya semakin erat memeluk Rajanya. Sangat lama. Mereka lalu melonggarkan sedikit pelukan mereka. Dengan kedua tangan yang masih sama-sama memeluk pinggang kekasihnya. Lalu menempelkan mesra kening mereka.

__ADS_1


"Aku ingin kita selalu seperti ini. Dalam dimensi mimpi ataupun dalam kehidupan nyata." ucap Raja


Meraka saling tersenyum. Dan bibir mereka pun saling bertemu. Terpaut cukup lama. Untuk pertama kalinya didunia nyata. Dan untuk kesekian kalinya dalam dimensi mimpi.


********


"Perdana Menteri, apa ini, mengapa Raja membawa masuk seorang wanita kedalam Istana setelah sekian lama ia tak kembali? Apakah wanita itu kekasih Raja? Tidak.. Raja hanya akan menjadi milikku. Dan hanya aku, Putri Jin Se, yang pantas menjadi seorang Ratu." ucap Putri Jin Se kesal


"Anda tenanglah Putri, saya akan segera mencari tahu wanita itu. Semua akan berjalan sesuai rencana, selama Yang Mulia Purnaraja masih memandang kita." ucap perdana menteri.


"Baiklah, ku percayakan semuanya padamu." ucap Putri Jinse


*******


Raja menuntun Freya untuk duduk bersamanya dipinggiran kolam. Kolam itu dipenuhi dengan banyak ikan Koi dan bunga teratai.


"Chang Ge, jadi sejak kapan kau berpura-pura hilang ingatan? Hmm, apa tujuanmu sebenarnya?" tanya Raja


Freya tertawa mendengarnya.


"Apa saat itu juga kau tahu mengenai mimpi kita yang nyata?" tanya Raja lagi


"Tidak Yang Mulia, aku menyadarinya setelah kau bercerita tentang kalung liontin itu, tapi saat pertama kali kita bertemu di hutan itu, aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang selalu hadir dalam mimpiku," jawab Freya


"Hah..Benarkah? Astaga.. Harusnya saat itu aku langsung saja memanggilmu Chang Ge. Agar kita lebih cepat tahu bahwa mimpi itu bukan sekedar mimpi. Tapi tempat rahasia kita untuk bertemu dan selalu berbagi kasih tanpa ada siapa pun yang tahu selain kita berdua." ucap Raja


"Bukankah seperti ini juga sangat baik Su'er?" ucap Freya


"Ya, kau benar Chang Ge. Semuanya akan sangat baik bila kau selalu disisiku." jawab Raja


Freya hanya tersenyum mendengar jawaban kekasihnya. Freya pun bersandar di bahu kiri Raja. Dan Raja memeluk tangan kanan Freya dengan kedua tangannya. Ia terus membelai-belai manja tangan lembut itu. Lalu tangan kirinya menyatu dengan tangan kanan Freya. Mengisi ruang kosong diantara jari jemari tangan Freya. Ia pun mengecup lembut punggung tangan kekasihnya itu. Mereka berdua sangat bahagia.


Tanpa mereka sadari. Ibu Ratu Leyan berjalan mendekati mereka. Ia penasaran dengan rupa gadis yang dibawa Raja dari luar Istana. Ya, gadis itu adalah Freya. Tapi langkahnya terhenti, saat cincin mutiara yang ia pakai tiba-tiba mengeluarkan cahaya kerlipan berwarna biru.


"Warna biru?" suara hati Ibu Ratu Leyan

__ADS_1


Ibu Ratu melirik sekitar. Ia melihat Raja dan Freya sedang duduk dipinggiran kolam dengan begitu mesra. Ia kini paham alasan cincin itu mengeluarkan cahaya kerlipan berwarna biru. Semua itu pasti karena Freya. Karena dalam tubuh Freya terdapat sebuah mutiara inti yang berharga. Ibu Ratu sangat senang melihat mereka.


"Syukurlah, kau memilih orang yang tepat Yang Mulia." ucap Ibu Ratu Leyan


Karena terlalu bahagia, Ibu Ratu tak sadar berjalan menghampiri mereka. Tapi langkahnya terhenti saat sesuatu terjadi pada Freya dengan tiba-tiba.


"Chang Ge kau kenapa? Apa yang terjadi Chang Ge? Chang Ge jangan membuatku takut." ucap Raja panik


Freya memegang dadanya. Ia merasakan sesak dan efek dingin yang lebih menyiksa dari sebelumnya. Ia lalu teringat perkataan kakek Li tentang mutiara yang ada dalam tubuhnya.


"Tuan Putri harus siapkan diri bila berhasil masuk kedalam Istana. Jangan sampai Tuan Putri bertemu langsung dengan Raja dan Ibu Ratu secara bersamaan. Tindakan itu bisa memicu kekuatan mutiara yang ada dalam tubuhmu. Kekuatan mutiara lainnya seakan terserap kedalam tubuhmu. Kakek tidak tahu berapa jarak aktif mutiara-mutiara itu bila saling berdekatan. Saat ini tubuhmu masih belum cukup kuat untuk menekan racun dingin itu. Kakek harap kau akan selalu mengingatnya sampai kau mendapatkan bunga kristal langka itu." ucap Kakek Li


Freya mengedarkan pandangannya ke sekitar. Mencoba mencari seseorang. Dan benar saja saat ia melihat ke arah barat, seorang wanita sedang berdiri mematung melihatnya kesakitan. Ya, wanita itu adalah Ibu Ratu Leyan. Freya pun tersenyum melihat wanita itu. Tapi Ibu Ratu justru merasa bingung. Ia sangat ingin membantu Freya. Namun ia ragu, ia tak tahu harus mendekati Freya atau meninggalkannya. Karena ia tahu pasti, penyebab Freya kesakitan adalah karena kehadirannya.


"Chang Ge..Chang Ge" panggil Raja panik


Freya hanya tersenyum mendengar suara kekasihnya itu. Kemudian matanya terpejam tak sadarkan diri.


********


...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author, ...


...Bisa tambahin semangat author loh 🤗...


...Caranya cuma tekan...


...Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤩...


...Gampang banget kan....😁...


...Mohon dukungannya juga ya teman-teman...


...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya 😍...


...Terimakasih🙏🤗😘...

__ADS_1


__ADS_2