
( Markas The Wings )
Dengan di pimpin Freya, sebagian anggota The Crown lainnya mundur perlahan untuk meninggalkan markas The Wings yang akan segera meledak itu.
"Jangan pedulikan aku, aku akan menyusul kalian. Cepat lari mundur sekarang. Cepaaaat." Teriak Freya dengan gaya khasnya melawan beberapa anggota The Wings yang perlahan mengikuti mereka.
"3 menit lagi, Plutonium dan Uranium itu akan diaktifkan sistem kita." Ucap salah satu Tim E.
Seketika seluruh anggota The Crown lari mundur meninggalkan markas itu. Mereka telah berhasil keluar menjauh dari markas itu. Meninggalkan Freya seorang diri melawan beberapa anggota The Wings itu.
Sisa dari Tim F The Crown yang ada diluar markas itu sudah siap siaga membawa beberapa unit mobil off road yang berjejer cukup dekat dengan pintu keluar markas itu.
Tiba-tiba sistem komputer pada Tim E mati seketika. Membuat semua Tim E panik.
"Ada apa ini? Sistem komputer mati. Gue nggak bisa ngawasin keadaan Queen." Ucap salah satu anggota Tim E.
"Ya komputer gue juga mati." Sahut anggota Tim E yang lain.
"Astaga. Queen apa kau mendengar kami?" ucap Lionel.
"Queen? Queen? Bagaimana keadaan disana sekarang?" ucap Alex panik.
"Queen kau tak mendengar kami?" tanya Dion panik.
"Bagaimana ini bang? Queen masih di dalam?" ucap Mondy pada Lionel.
"Gue bakal susul Queen. Kalian segera menjauh ke titik aman. Cepat sekarang." Ucap Lionel tegas dan berbalik kearah markas The Wings.
Semua anggota The Crown hanya bisa patuh melaksanakan perintah wakil ketua mereka itu.
__ADS_1
Sesekali mereka menengok kebelakang, berharap kedua atasannya itu menyusul keluar.
Saat beberapa meter lagi Lionel sampai pada pintu markas itu, seketika sistem rahasia mereka kembali normal.
Terdengar bunyi bip bip beraturan. Menghitung mundur waktu meledaknya kedua bahan pembuat bom itu.
"Bos kembali cepaat. 8 detik lagi. Markas akan meledak." Teriak salah satu Tim E.
"Hah? Nggak, aku nggak bakal ninggalin kamu Queen." Suara hati Lionel.
Lionel pun nekad berlari menuju markas itu untuk menyusul Freya.
Bip. Hitungan mundur dari angka 3. Membuat semua anggota The Crown panik bukan main. Tegang. Bimbang. Namun mereka hanya bisa patuh menyaksikan.
"Duuuuuaaaaarr Duuuuuaaaarr." Dentuman suara ledakkan dua bahan pembuat bom nuklir itu saling bersahutan.
Terdengar dua orang yang terbatuk, beberapa saat setelah ledakkan itu tak lagi bersahutan. Mereka adalah Freya dan Lionel.
Kini, tempat itu menjadi sangat tenang. Hanya sisa-sisa asap dari ledakkan itu yang masih terasa.
Rupanya, tepat sedetik sebelum tempat itu meledak. Freya berhasil keluar dan membawa Lionel terbang beberapa meter, menjauh dari markas itu.
"Queen? Kamu bener Queen?" ucap Lionel hampir tak percaya.
"Hosh hosh." Suara nafas Freya yang tersengal. "Kamu berat juga kak. Fuuuuih."
Lionel tersenyum getir mendengar ucapan Freya. Ia pun langsung menghambur memeluk wanita yang merupakan ketua dari The Crown sekaligus sahabatnya itu.
"Queen, aku kangen sama kamu. Kemana aja selama ini? Kamu bukannya di rumah sakit waktu itu? Gimana keadaan kamu sekarang?" ucap Lionel yang menangis terisak.
__ADS_1
Sebagian anggota The Crown pun bergegas menuju ketuanya, Queen Freya. Hanya beberapa anggota yang berada dalam mobil yang sama dengan Andra, yang masih bertahan dalam posisi mereka.
Freya lalu mengurai pelukan itu. "Ceritanya panjang banget kak, nanti aku jelasin ya. Oh iya mana Andra?"
Freya pun bangun mencari keberadaan Andra. Ia tersenyum melihat sebagian anggotanya yang berjejer rapih berdiri di depannya.
"Hormat pada Queen!" suara lantang Alex.
Mereka semua pun memberi hormat pada Freya. Seakan memberi hormat pada pahlawan Negara. Freya bahagia bisa melihat mereka lagi.
"Aku senang bisa melihat kalian lagi." Ucap Freya pada semua anggotanya.
Freya pun bergegas untuk menemui Andra. Ia langsung mengecek kondisi Andra saat sudah berada di sampingnya.
"Mereka menyuntikkan bahan yang tak berbahaya. Apa yang terjadi?" ucap Freya.
Lionel lalu menceritakan apa yang terjadi pada The Crown selepas menghilangnya Freya.
"Maafin gue ya udah menyusahkan kalian selama ini. Dimanapun gue berada, kalian semua selalu ada di hati gue." Ucap Freya sedih.
Alex pun menceritakan semua yang ketua The Wings lakukan pada Andra.
"Ini aneh. Pasti Bryan tahu sesuatu tentang Andra. Sayangnya gue datang telat. Kalo nggak, mestinya kita sekap Bryan itu." Ucap Freya sambil membubuhkan obat pada luka Andra.
Freya melihat jam di tangannya.
"Guys, gue nggak bisa ikut kalian ke markas. Gue harus pergi, gue masih punya misi rahasia. Kak Lionel tolong masukkan memory card ini ke ponsel aku di rumah. Sandinya 512374. Dan memory card ini pada sistem The Crown. Kak, jaga anak-anak selama aku nggak ada ya!? Aku pasti kembali kak. Oh ya, sampaikan tentang keadaan aku pada keluarga angkat aku ya kak. Perketat juga penjagaan Andra kak. Ini. Berikan pada Andra setiap pagi dan malam kak. Aku pergi dulu." Ucap Freya lalu bergegas pergi meninggalkan mereka.
๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ............
__ADS_1