
( Istana Duyung - Dunia Kerajaan)
"Xi'er.. aku sangat merindukanmu sayang. Aku lebih baik mati daripada harus hidup lama diduniaku namun tanpa adanya dirimu." Ucap kakek Raja Sun yang semakin terisak.
"Maafkan aku suamiku. Aku pun sangat merindukanmu selama ini. Namun aku tak mempunyai keberanian untuk menemuimu didunia sana" Sahut nenek Raja Sun menangis terisak.
"Sudahlah Xi'er. Lupakanlah semua hal yang menyakitkan itu. Sekarang aku sudah berada disampingmu. Kita akan selalu bersama selamanya didunia ini." Ucap kakek Raja Sun dengan penuh bahagia yang diiringi tetesan air mata.
"Suamiku." Ucap Nenek Raja Sun yang berurai air mata.
...****************...
"Jadi kau sudah bertemu dengan cucu menantu kita? Siapa namanya suamiku? Dan kapan kira-kira ia akan kemari untuk menemui kita? cecar Nenek Raja Sun.
"Sayaaang, cucu kita saat ini masih seorang bayi. Tunggulah beberapa tahun lagi, maka ia akan menjadi seorang putri yang sangat cantik. Dan nama putri itu adalah Freya." Ucap Kakek Raja Sun.
"Freya? Nama yang cantik. Ah baiklah suamiku. Aku akan selalu sabar untuk menunggu kedatangan mereka." Ucap Nenek Raja tersenyum.
Nenek Raja tersadar dari lamunannya saat kembali mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, tentang pertemuannya kembali dengan sang suami.
"Apa yang kau pikirkan Xi'er? Mengapa akhir-akhir ini kau sangat senang melamun dan menyendiri?" ucap Kakek Raja
"Sudah sekian lama Yi'er, mengapa mereka belum juga kemari untuk menemui kita? Apakah mereka sedang berada dalam masalah?" ucap Nenek Raja sedih.
__ADS_1
"Bukankah kau telah menyuruh Hao Du untuk melihat keadaan Su'er? Apakah ia belum kembali?" ucap Kakek Raja.
"Entahlah Yi'er, aku tidak mendapatkan sedikit pun kabar tentangnya. Semoga ia tidak berada dalam kesulitan." Sahut Nenek Raja Sun.
"Hormat pada Ratu. Saya kembali dengan membawa kabar tentang cucumu Ratu." Ucap itu penuh hormat.
"Apa? cucuku? Su'er cucuku? Bagaimana kabar cucuku sekarang Hao Du?" ucap Nenek Raja Sun.
"Saat ini cucumu telah menjadi seorang Raja. Kabarnya ia telah membawa seorang gadis kedalam istana. Namun saat ini, gadis itu sedang berada dalam wilayah istana Yu Ning. Dan saat ini cucumu Raja Sun itu telah dalam perjalanan untuk menjemput sang gadis." Ucap Hao Du
"Lagi-lagi pria bajingan itu! Hehh? Mengapa dia selalu saja mengganggu Su'er ku.? Hemmm, lihat saja, bila kau berani menyentuh cucuku, maka hari itu adalah hari kehancuranMu Yu ning. " Ucap Nenek Raja Sun penuh emosi.
"Xi'er bersabarlah. Dengan adanya Freya disisi Su'er, mereka pasti akan baik-baik saja. Dan mereka akan segera kemari untuk menemui kita." Ucap kakek Raja
...****************...
(Istana Gurun Utara - Dunia Kerajaan)
"Bagaimana keadaannya tabib?" tanya Freya.
"Semuanya normal Nona. Dan itu berkat ramuan yang Nona berikan. Bila tidak ada ramuan itu, saya khawatir Yang Mulia Raja tak akan selamat." Penjelasan tabib itu.
"Ya syukurlah bila keadaannya telah normal tabib." Sahut Freya.
__ADS_1
"Ya Nona. Saya harus kembali untuk membuat obat Nona. Saya pamit." Ucap tabib
"Su'er apa kau tak ingin mengatakan sesuatu padanya?" tanya Freya.
Raja Sun lalu mendekati tubuh Yu Ning. Ia duduk disamping tubuh itu.
"Segeralah pulih paman. Aku tidak tahu apakah aku harus tetap membencimu atau tidak. Chang Ge saja bisa menerima mu. Mengapa aku tidak? Chang Ge berkata bahwa kau sebenarnya orang yang sangat baik. Aku sungguh ingin merasakan kebaikanmu itu paman. Aku dan Chang Ge harus pergi. Jagalah dirimu paman." Ucap Raja Sun lembut.
Raja Sun lalu menggenggam tangan Freya. Mereka berlalu pergi meninggalkan paviliun Yu Ning. Tanpa mereka sadari bahwa sebenarnya sejak tadi Yu Ning telah mendengarkan perkataan lembut dari Raja Sun. Ia hampir menangis mendengar perkataan lembut ponakannya itu.
"Su'erku.. Aku menyanyangimu. Shiba, apa kau tahu apa yang terjadi padaku dan pada anakmu sekarang? Apa yang harus aku lakukan selanjutnya Shiba?" Ucap Raja Yu Ning yang meneteskan sedikit air matanya.
...****************...
(Hutan Di Pinggiran Kerajaan Yu Ning)
Mereka langsung menuju hutan tempat peristirahatan kuda itu setelah mereka keluar dari Istana Yu Ning. Raja Sun dan Freya pun menaiki kuda itu dengan posisi Freya yang duduk dibagian depan. Kembali mereka tersenyum mengingat kejadian dalam mimpi itu.
"Chang Ge. Aku rindu tempat tinggalmu. Apakah kita bisa benar-benar kesana seperti dalam mimpi itu?" ucap Raja Sun.
"Entahlah Yang Mulia. Aku pun sangat berharap agar aku bisa kembali di duniaku. Aku sangat merindukan ibu." Sahut Freya sedih
Setelah beberapa lama perjalanan. Mereka memutuskan untuk beristirahat disalah satu sudut hutan. Mereka turun dari kudanya. Lalu duduk dibawah sebuah pohon rindang yang cukup besar. Raja Sun lalu menyuapi Freya sebuah jeruk. Sesekali ia menyuapi jeruk itu dengan mulutnya. Mereka pun tersenyum, kembali merasakan manisnya cinta yang begitu nyata. Bibir mereka pun kembali bertemu. Mengecup lama bibir itu dan mengulumnya. Selalu betah .Semakin lama terasa semakin sangat menggoda.
__ADS_1
...πΉππ£π€ππππ¦ππ........ ...