
Seketika aku kembali bertahan. Aku lawan sakit itu. Rasanya benar-benar sangat sakit dan sesak. Tubuhku seakan membesar. Perlahan terus terasa beberapa sayatan pada tubuhku. Sangat perih.
"Brugh." Seketika tubuhku ambruk ke lantai.
"Freyaaaa." Ucap Ibu dan Su'er cemas.
"Non Freyaa." Ucap Claudya ikut cemas.
...****************...
Saat ini tubuhku berada diatas ranjang. Beberapa saat kemudian, aku perlahan membuka mataku, tubuhku masih terasa lemas.
"Su'er." Ucapku perlahan.
Su'er pun bergegas menghampiriku. Ia berucap, "Syukurlah kau telah sadar sayang. Bagaimana sekarang? Apa yang kau rasakan Freya?"
"Tubuhku masih sangat lemas Su'er. Tapi ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Ku pikir aku tak akan bertahan." Seruku lemas.
"Kau kuat sayang. Kau akan baik-baik saja." Ucapnya lagi sambil mengusap keningku lalu mengecup punggung tanganku.
"Freyaaa. Ibu sangat khawatir. Apakah itu sangat sakit nak?" ucap Ibuku cemas sambil meneteskan air mata.
"Tidak bu. Ini sudah jauh lebih baik." Sahutku pada Ibu.
__ADS_1
Aku lalu bangkit untuk duduk. Dan bersandar pada kepala ranjang.
Aku memejamkan mataku. Dan berusaha untuk tenang. Lalu tiba-tiba cahaya biru keluar dari tubuhku. Bersinar cukup menyilaukan.
Cahaya itu membasuh semua rasa sakit yang tersisa pada tubuhku. Dan menyapu bersih semua sisa racun yang masih tertinggal pada tubuhku.
Proses itu membuatku sedikit merasakan sesak. Membuat ekspresiku memperlihatkan rasa itu dengan jelas. Semua orang pun khawatir melihatnya.
Seketika, tubuhku langsung pulih. Terasa semakin baik dari sebelumnya. Aku pun berucap dengan senang, "Semua rasa sakitnya hilang. Aku telah pulih."
"Syukurlah. Aku senang mendengarnya Freya." Ucapnya padaku ikut senang.
"Kau membuat kami semua khawatir Freya. Syukurlah sekarang kau baik-baik saja nak." Sahut Ibuku.
Aku tersenyum menanggapi semua ucapan mereka. Lalu aku berucap, "Sepertinya mutiara-mutiara itu telah menyatu sempurna dalam tubuhku. Sehingga bisa menekan sisa racun yang ada pada tubuhku itu."
Lalu ku alihkan pandanganku pada tubuh bayangan Ibu Su'er yang ada disampingku.
Dan aku rubah posisiku menghadap ke tubuh Ibu Su'er. Aku hendak menyempurnakan tubuh bayangan itu. Namun Su'er tiba-tiba menghentikanku.
"Tunggu Freya! Apa kau akan baik-baik saja setelah melakukannya? Kita bisa menunggu sampai tubuhmu benar-benar pulih sayang. Aku hanya cemas padamu. Aku yakin, ibuku pun tak akan keberatan akan hal itu." Ucap Su'er padaku.
Ku lihat, Ibu Su'er memang tersenyum dan menganggukkan kepalanya padaku.
__ADS_1
"Aku akan baik-baik saja Su'er. Lebih cepat bukankah lebih baik. Lagipula aku merasakan tubuhku lebih sehat dari sebelumnya. Tenanglah Su'er, aku pasti baik-baik saja." Ucapku meyakinkannya.
Su'er tak menjawabku. Dia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Aku pun langsung mengarahkan tangan kananku diatas tubuh bayangan Ibu Su'er. Dengan membaca sebuah mantra khusus, aku mentransfer sebagian kekuatanku pada tubuh itu.
Cahaya biru keluar dari tanganku menuju tubuh bayangan itu.
Beberapa saat kemudian, roh Ibu Su'er terserap masuk kedalam tubuh bayangan itu. Dengan perlahan membentuk tubuh asli tubuh itu.
Mulai dari bagian tubuh bawah yang menempel pada ranjang. Dan beralih perlahan ke bagian tubuh paling atas.
Saat ini wujud tubuh Ibu Su'er sudah terlihat jelas sempurna. Akupun menghentikan aksiku.
Semua orang yang ada dalam ruangan itu tegang. Terutama Su'er. Ia pun menghampiriku dan duduk di sebelahku.
Aku pun bersandar padanya. Ia lalu merangkul tubuhku yang cukup lelah itu. Kami pun kembali memperhatikan tubuh Ibu Su'er.
Dan beberapa saat kemudian, ----
๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ....
__ADS_1