Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 55_Aksi Suamiku (Su'er)


__ADS_3


"Baguslah Re kalau kamu bahagia. Mungkin selamanya aku memang ditakdirkan hanya untuk menjadi kakakmu Re. Tidak apa-apa, aku pun bahagia melihatnya, Rereku sayang. Aku mencintaimu." Seru Kak Fachry dalam hatinya.


Suara hatinya itu terdengar jelas di telingaku. Membuatku seketika menoleh kearahnya. Su'er pun memperhatikan tindakanku itu. Ia bahkan mengikuti arah pandangan mataku yang ku tujukan pada Kak Fachry.


"Ada apa? Pria itu mengucapkan sesuatu yang penting dalam hatinya?" tanya Su'er penasaran.


"Ah bukan apa-apa kok sayang. Dia hanya senang karena sudah bertemu denganku. Ini -- sampai kapan kau memamerkan kemesraan kita seperti ini? Semua teman-temanku masih memperhatikan kita. Apa kau tidak malu dan merasa risih Yang Mulia?" seruku pelan padanya.


"Biarkan saja mereka. Aku sama sekali tidak peduli. Aku hanya ingin memelukmu. Siapa suruh kau tadi membuatku cemburu." Sahutnya santai.


"Yang Muliaaa. Ayolaaah, bukankah kau ingin aku perkenalkan kepada mereka. Maka jadilah suami ketua The Crown yang baik!" ucapku memelas.


Seketika Su'er pun mengurai pelukannya. Ia lalu berucap, "Suami ketua The Crown? Apa itu?"


"Sebuah kelompok rahasia Yang Mulia. Dalam perkumpulan kelompok itu, biasanya kita membahas tentang cara untuk menggagalkan tindak kejahatan para gangster. Dan akulah ketua mereka.


Tapi sebagian dari mereka adalah anggota klub motor Skyler. Skyler juga merupakan sebuah kelompok positif, namun lebih santai tidak seperti The Crown yang bisa merujuk pada peperangan.

__ADS_1


Ayo sayaang. Jangan marah lagi ya?" ucapku padanya.


"Ya ya ya Ratuku. Ini peringatan terakhir oke? Aku tidak mau ada lain kali." Ucapnya lembut namun mengancam.


"Siap siap Yang Mulia." Sahutku senang.


"Cih. Bahasa kalian benar-benar aneh." Serunya padaku.


"Hahaha. Nanti kau juga akan terbiasa sayaang." Sahutku padanya.


Semua teman-temanku ramai bergosip tentang kami. Beberapa diantara mereka ada yang memojokkan Kak Ardhan, karena ia telah menyambut pelukan dariku.


"Mereka bertengkar ya? pasti karena lo deh Dhan, lo si, ngapain coba berani nyambut pelukan Freya?" celetuk Selly.


"Laaah, kok gue yang disalahin. Itu kan pelukan antara adek dan kakak, nggak lebih. Lagian lebay banget sih adek ipar gue itu. Untung dia ganteng. Heuh. Kalo nggak, gue nggak bakal restuin mereka." Sahut Kak Ardhan.


"Cih. Jahat banget lo Dhan jadi kakak.Tapi raut wajah suami Queen itu, cocok banget buat jadi pemimpin. Waah, apa kedepannya, ketua The Crown adalah dia ya?" timpal Kak Lionel.


"Hehe. Bercanda kali bang. Tapi bener juga sih apa kata lo bang. Aura pemimpinnya kuat banget bang. Gue aja sampe ngeri pas di tatap sama dia tadi." Sahut Kak Ardhan.

__ADS_1


Kami pun kembali menghampiri mereka, setelah sekian lama berselisih.


"Sorry ya guys, iklan bentar tadi. Hehe. Oh iya, semuanya, perkenalkan, ini suamiku Ravindra Reynand." ucapku pada semua teman-temanku.


"Sayang. Mereka semua teman-temanku. Dan ini Kak Ardhan, dia kakakku." Ucapku padanya sopan. Lalu aku memperkenalkan semua temanku satu per satu padanya.


"*Cih. Kakak tiri lebih tepatnya." Serunya dalam hati.


Seketika aku pun mendelik padanya. Aku pun berucap dalam hati, "Cih. Dasar Raja Pencemburu*."


"Swiiish." Sebuah anak panah tiba-tiba melesat cepat kearahku.


"Wuush." Suamiku dengan cepat melompat terbang menangkap anak panah itu. Ia melirik kearah asal anak panah itu melesat. Lalu segera ia lepaskan anak panah itu secepat kilat.


"Jleb." Anak panah itu tepat mendarat pada bagian tengah celana penyusup itu.


Aksinya itu sontak membuat semua mata takjub nan kaget. Termasuk aku sendiri. Lalu akupun berucap dalam hati, "Astaga apa yang terjadi?"


__ADS_1


__ADS_2