Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 16_(Ibu Raja)Bertemu Ayah didunianya


__ADS_3

"Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa wanita itu begitu lama tak sadarkan diri. Ini hampir lima bulan. Disaat seperti ini, dia bahkan masih bisa membuat Yang Mulia selalu bersamanya. Sedangkan aku yang sejak kecil bersamanya jarang sekali diperhatikan olehnya. Heuh, pasti ada sesuatu. Kembalilah dan terus awasi keadaannya," ucap Putri Jin Se


"Baik Putri." Jawab pelayan itu memberi tanda hormat dan meninggalkan Paviliun Peony.


"Li Chang Ge. Siapa kau sebenarnya? Kau harus tau akibatnya bila bermain-main denganku," ucap Putri Jin Se


*****


# Mulai masuk ke alam mimpi Freya🙏 #


"Terimakasih Putri. Aku dan ayah, memang benar memilihmu," sahut Ibu Raja


Mereka pun saling mempererat pelukannya.


"Ibu mengapa kau mengucapkan terimakasih. Aku bahkan belum melakukan apapun," ucap Freya


"Karena kau memiliki hati yang sangat baik nak, Su'er pun pasti merasa bangga dan beruntung karena memilikimu," sahut Ibu Raja tersenyum


Freya ikut tersenyum mendengar perkataan Ibu Raja.


"Ibu, bagaimana kau bertemu dengan ibuku dulu?" tanya Freya penasaran


Ibu Raja pun kembali menceritakan masa lalunya pada Freya.


*****


# Ibu Raja Sun lagi cerita ke Freya tentang masa lalunya didalam mimpi Freya ya guys🙏 #


"Apakah ini tempat yang ibu maksud?" ucap Permaisuri Luo Shiba (Ibu Raja Sun)


Permaisuri Luo Shiba sampai disebuah hutan. Ia lalu berjalan menyusuri hutan itu. Ia berhenti tepat didepan dua buah pohon pinus yang berjejer dengan jarak yang seperti membentuk sebuah pintu. Ia mendekati pohon itu. Lalu mengambil seruling kakeknya itu dan meniupnya. Tiba-tiba diantara kedua pohon itu muncul cahaya putih yang sangat menyilaukan. Ia lalu menyimpan serulingnya. Dan beberapa saat kemudian, ia terserap masuk kedalam cahaya itu. Saat ia membuka mata, ia sudah berada disebuah hutan jati yang berjejer rapi seperti barisan. Pohon jati itu cukup tinggi menjuntai. Permaisuri Luo celingak-celinguk melihat sekitarnya. Ia merasa sangat asing dengan tempat itu.


"Dimana ini? Apa ini dunia ayah? Ah iya, seruling ayah! Aku harus meniupnya lagi." ucap Permaisuri Lou


Permaisuri Luo pun meniup kembali seruling itu sambil membaca sebuah mantra didalam hatinya. Ia menghafalkan mantranya saat bertemu ibunya di Istana duyung waktu itu. Alunan seruling itu pun sampai pada telinga seorang Lelaki. Lelaki itu terkejut mendengar suara seruling itu. Ia melihat cincin mutiara merah ditangannya yang mengeluarkan kerlipan cahaya. Ia pun tersenyum bahagia. Dan langsung pergi bergegas mencari keberadaan sumber suara seruling itu. Ia fikir yang membunyikan seruling itu adalah istrinya. Kakek Raja (Yi Daqian) terhenti dari larinya saat melihat seorang wanita berpakaian khas kerajaan yang berdiri membelakanginya namun berada didepannya. Ia perlahan melangkah mendekati wanita itu.

__ADS_1


"Xi'er." ucap Tuan Yi


Permaisuri Luo menoleh kearah suara yang memanggil nama ibunya itu. Ia terdiam, sedikit terkejut, dan menerka-nerka identitas lelaki didepannya itu.


"Apakah dia ayahku? Terakhir kali yang ku ingat, aku memeluknya saat usiaku 4 tahun. Jika benar, apakah beliau mengingatku dan bisa mengenaliku?" suara hati Permaisuri Luo


"Kau, apa kau yang telah membunyikan seruling itu?" tanya Tuan Yi penasaran


"Iya benar," jawab Permaisuri Luo singkat


"Haah. Kau.. Kau putriku? Apa kau Shiba? Lou Shiba putriku?" tanya Tuan Yi dengan mata berlinang


"Ayaaah...." ucap Permaisuri Lou menghambur ke pelukan ayahnya


"Shiba putriku. Ayah hanya 9 bulan lebih berada didunia ini. Tapi sekarang kau sudah sebesar ini," ucap Ayah Permaisuri terisak


Mereka berdua baru bertemu kembali setelah sekian lama terpisahkan oleh dimensi ruang dan waktu. Didunia Permaisuri, ia sudah 22 tahun lebih tak bertemu dengan ayahnya. Namun didunia ayahnya, ia hanya 9,3 bulan tak bertemu dengan istri dan putrinya. Ayah Permaisuri Luo memeluk putrinya sangat erat. Begitu pun dengan Permaisuri Lou Shiba. Mereka berdua menangis terisak. Begitu lama, semakin keras terdengar tangisan Permaisuri itu. Mereka perlahan melonggarkan pelukannya. Sang ayah pun, membelai salah satu pipi putrinya itu.


"Shiba.. Lou'er.. Putriku.. Kau sudah dewasa sekarang. Lihat, kau sangat cantik seperti ibumu, mengapa ibumu tak datang bersamamu nak?" ucap Ayah Permaisuri Luo


"Ayah, ibu masih setia untuk memenuhi janjinya pada Nenek," jawab Permaisuri Luo


"Ayah, sudahlah, jangan menyalahkan diri ayah seperti ini. Semua yang terjadi bukan kesalahan ayah, bukan juga kesalahan ibu. Semua ini sudah digariskan ayah. Jadi jangan menyesalinya. Aku sangat bahagia bisa bertemu ayah setelah sekian lama," ucap Permaisuri Luo


"Kau benar nak. Ayah pun sama bahagianya denganmu. Apa yang membawamu kemari putriku" sahut Sang Ayah


"Ayah ketahuilah bahwa aku telah memiliki seorang bayi lelaki yang sangat tampan," ucap Permaisuri Luo


"Benarkah? Aku telah menjadi seorang kakek sekarang?" sahut ayah Permaisuri Luo


"Iya ayah. Ia bernama Ashile Sun. Ia sangat tampan ayah. Seperti ayahnya. Yang Mulia Raja Ashile Chuobi. Hanya saja, saat ini putraku sedang sakit ayah. Ia terkena racun dingin. Ibu menyarankanku untuk menemui ayah didunia ini," ucap Permaisuri Luo


"Kau adalah istri Raja putriku? Kau seorang Permaisuri? Ayah tidak pernah menyangka akan memiliki seorang putri yang menjadi istri seorang Raja. Dan mengenai putramu, siapa yang berani melakukannya?" ucap Ayah Permaisuri


Permaisuri lalu bercerita pada ayahnya tentang semua hal yang terjadi selama ini padanya dan putranya.

__ADS_1


"Yuning keparat, bajingan itu, beraninya dia meracuni cucuku dan membuatmu sampai harus mengorbankan hidupmu. Kurang ajar pria itu." ucap ayah Permaisuri Luo geram


"Ayah, sudahlah. Kita lupakan sejenak tentang pria itu. Saat ini aku hanya ingin segera menemukan calon menantuku ayah," ucap Permaisuri Luo


"Hemmmft, baiklah nak. Ayah akan membantumu mencarinya. Ayo ikut ayah kerumah. Ayah akan memberikan pakaian dari dunia ayah ini," sahut ayah Permaisuri Luo


"Baiklah ayah," jawab Permaisuri Luo senang


Ayah permaisuri Luo pun melepaskan jaketnya dan memakaikan jaket itu pada putrinya. Ia khawatir dengan perhatian orang-orang disekitarnya apabila putrinya masih terlihat jelas memakai pakaian khas kerajaan China. Mereka pun berlalu pergi meninggalkan hutan jati itu. Mereka berjalan kaki menuju rumah Ayah Permaisuri itu. Ya, karena saat ke hutan tadi, ayah permaisuri terburu-buru berlari dan lupa untuk membawa kendaraan.


"Apa ini tempat tinggal ayah?" tanya Permaisuri Luo


"Iya benar sayang. Ayah hanya tinggal berempat dirumah ini. Ada asisten rumah tangga ayah, suaminya sebagai tukang kebun. Dan anak mereka," ucap Ayah Permaisuri


"Apa yang ayah katakan tadi? Assis.... " ucap Permaisuri terhenti, karena masih mengingat perkataan yang ayahnya katakan tadi


"Asisten rumah tangga Lou'er. Dia seorang pelayan bila di Istana. Nanti ayah akan mengajarkan beberapa bahasa dari dunia ini Luo'er. Sekarang kau istirahatlah dulu. Ayah akan membawakanmu makanan dan minuman. Setelah itu, ayah harus keluar mencari pakaian dunia ini untukmu," ucap Ayah Permaisuri Luo


"Baiklah ayah, aku mengerti," jawab Permaisuri Luo


...********...


...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author,...


...Bisa tambahin semangat author loh 🤗...


...Caranya cuma tekan...


...Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤩...


...Gampang banget kan....😁...


...Ini karya perdanaku looh.......


...Mohon dukungannya ya teman-teman...

__ADS_1


...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya 😍...


...Terimakasih🙏🤗😘...


__ADS_2