
Aku langsung kemari untuk memastikan keadaanmu. Apa kau tahu, kau telah membuatku sangat ketakutan? Bagaimana bila tadi kau yang kalah dari Yu Ning?" celoteh Raja Sun yang mengkhawatirkan keadaan Freya.
"Tapi bukankah sekarang aku tak terluka sedikit pun sayang." Ucap Freya tersenyum lalu mengecup sekilas bibir sensual kekasihnya itu.
"Kau benar. Tapi kedepannya, jangan membuatku ketakutan seperti ini lagi!?" sahut Raja Sun sambil membelai pipi cantik Freya.
Ia lalu mengusap manja puncak kepala Freya. Menyisipkan anak rambut Freya yang berterbangan di pipinya. Lalu mengecup lembut bibir ranum itu. Begitu lama. Mereka pun semakin mempererat pelukan mereka.
...****************...
( Rumah Sakit - Dunia Modern )
"Gimana keadaan mereka sekarang bos?" ucap Dion yang kembali rumahnya.
"Jack udah keluar dari ruang operasi. Alhamdulillah peluru dikakinya udah berhasil diangkat. Sekarang dia pindah ke ruang inap, untuk pemulihan.Tapi Mondy.... dia koma." Ucap Lionel sedih
"Koma?" ucap Dion yang tubuhnya luruh ke lantai.
"Lo yang tenang. Kita sama-sama berdoa supaya Mondy cepet sadar. Lo jaga mereka ya. Gue mau ke markas. Gue mau nyoba nyari petunjuk lagi tentang Queen." Ucap Lionel sambil menepuk pundak kiri Dion.
"Oke bos." Sahut Dion menganggukan kepalanya.
Lionel pun berlalu pergi meninggalkan Dion sendiri.
...****************...
( Kamar Freya - Dunia Modern )
__ADS_1
"Re.. Aku kesini lagi. Aku kangen Re. Kamu lagi apa? Kapan balik Re?" lirih Fachry yang mengusap wajah Freya dari sebuah frame.
Ia lalu bangun dari duduknya. Yang tadi diatas kasur Freya pindah ke kursi belajar Freya. Ia melihat beberapa foto di atas meja belajar itu. Matanya fokus melihat foto-foto Freya dengan beberapa pria. Fachry lalu mengambil foto itu, ia melihat satu persatu wajah difoto itu. Semuanya pria, hanya Freya seorang dalam foto itu.
"Siapa mereka? Banyak banget. Gue nggak pernah liat mereka sebelumnya." Ucap Fachry berdialog pada diri sendiri.
Matanya lalu kembali fokus pada salah satu gambar dalam foto itu. Ia semakin mendekatkan foto itu kedepan wajahnya.
"The Crown? apa itu?" ucap Fachry bingung.
Ia lalu tak sengaja melihat sebuah kertas yang bagian atasnya berada dibagian dalam sebuah buku. Ia pun mengambil buku itu. Membuka halaman buku yang terdapat kertas itu. Saat halaman itu terbuka, Fachry sedikit terkejut melihat isi kertas itu. Kertas itu berisi sebuah kertas yang berisi lukisan seorang pria. Pria yang sangat gagah dan tampan. Rambutnya panjang terikat bagian sampingnya. Pria itu memakai mahkota, lengkap dengan set pakaian kerajaannya.
"Siapa ni? Artis? Kayaknya gue baru liat. Rere mungkin ngfans kali ya sama dia." Ucap Fachry sambil melihat beberapa lukisan lain dalam buku itu.
"Hah.. Ini.. Ini lukisan Freya sama cowo kerajaan tadi kan?!" ucap Fachry sambil terus menyibak dan melihat isi buku itu.
Fachry melihat begitu banyak lukisan dalam buku itu. Lukisan itu adalah lukisan Freya dengan Raja Ashile Sun. Yang memang sengaja Freya lukis, setelah ia memimpikan Raja Sun dalam mimpinya dulu.
Karena penasaran, Fachry lalu membuka bagian awal buku itu. Bagian awal buku itu berisi awal cerita dalam mimpinya saat bertemu Su'er didunia mimpi. Fachry sangat fokus membaca buku itu. Ia membacanya sampai akhir. Disetiap bagian buku itu, selalu Freya selipkan sebuah lukisannya dengan Su'er sesuai dengan keadaan dan tempat dalam mimpinya. Jika saat mimpi mereka sedang berada didalam dunia modern. Maka pakaian dan tempat yang Freya lukis sama persis seperti dalam mimpinya itu. Begitu pun bila ia bermimpi didalam dunia Kerajaan. Coretan tangan Freya dalam kertas itu sangat indah. Freya melukis sama persis dengan aslinya. Fachry terpaku pada sebuah lukisan Freya yang menggambarkan saat Freya sedang latihan pedang dengan Su'er. Lukisan itu sangat terlihat hidup. Begitupun dengan lukisan yang menggambarkan keadaan intim. Freya melukis dengan sangat mirip dan jelas saat ia bercumbu dengan Su'er didalam mimpinya.
"Hah? Apa semua ini benar-benar terjadi pada Rere? Bagaimana mungkin seseorang hanya memimpikan satu orang saja dalam hidupnya?" ucap Fachry yang tak percaya dengan kisah mimpi sahabatnya itu.
Fachry lalu tertarik dengan sebuah frame yang terpajang di salah satu sudut dinding kamar Freya. Ia menyimpan buku Freya pada meja, lalu berjalan perlahan menuju frame itu. The Crown. Tulisan yang terdapat dalam foto itu. Fachry memperhatikan kembali wajah-wajah dalam foto itu, namun ia sama sekali tidak mengenal mereka. Di samping frame itu, terdapat juga 2 frame yang berukuran sama. Hanya berbeda foto dan nama saja dari frame sebelumnya. Satu diantaranya merupakan foto Freya dan teman-teman club motornya, Skyler. Dan satunya lagi adalah foto Freya bersama teman-teman bandnya, Vexana. Tiga frame itu berjejer rapih. Dan diatasnya terdapat 2 frame lagi yang berukuran jauh lebih besar dari ukuran frame dibawahnya. Dua frame itu berisi foto Freya bersama keluarga angkatnya. Dan satu lagi berisi lukisan wajah kekasihnya, Raja Ashile Sun bersama lukisan wajahnya. Fachry termangu melihat lukisan itu. Karena lukisan itu terlihat seperti gambar yang sangat nyata. Wajah Freya dalam lukisan itu benar-benar cantik dengan pakaian seorang Ratu Istana. Fachry begitu lama menatap wajah pria dalam lukisan itu. Seakan merekam wajah itu untuk mengingatnya. Ada sedikit rasa sakit dihatinya, saat melihat lukisan yang berisi Freya bersama lukisan pria Kerajaan itu. Ia berharap bahwa pria dalam lukisan itu benar-benar tidak nyata.
...****************...
( Paviliun Raja Yu Ning - Dunia Kerajaan )
__ADS_1
"Syukurlah ada ramuan ini. Jika tidak, mungkin saat ini Yang Mulia sedang sekarat. Karena luka bekas pedang itu mengandung racun yang sangat mematikan." Ucap tabib istana
"Racun? Bagaimana bisa luka itu mengandung racun tabib? Apa pedang pada wanita itu mengandung racun? Tapi bila benar begitu, mengapa wanita itu tak keracunan?" tanya Selir Yun Dai, istri satu-satunya Yu Ning
"Dugaan saya, sepertinya wanita itu adalah seorang pendekar yang juga seorang ahli racun Yang Mulia." Jawab tabib itu.
"Pendekar ahli racun? Hmmm. Baiklah. Kau boleh kembali tabib." Ucap Selir Yun Dai
Tabib pun memberikan tanda hormat pada Selir Yun dan berbalik pergi meninggalkan paviliun itu.
"Yang Mulia, mengapa anda begitu keras kepala? Harusnya sejak awal kau berhenti mengusik keluarga kakakmu." Ucap Selir Yun prihatin.
...****************...
(Taman Istana Raja Yu Ning - Dunia Kerajaan)
"Mengapa kau tak ingin kembali denganku Chang Ge?" tanya Raja Sun penasaran.
"Bukan seperti itu Su'er. Aku harus pergi ke suatu tempat sebelum kembali bersamamu ke Istana." Sahut Freya
"Kemana kau akan pergi? Mengapa kau tak membawaku bersamamu? Chang Ge!" tanya Raja Sun
Freya hanya terdiam. Dia bimbang, apakah dia harus menceritakan semuanya pada kekasihnya itu.
"Chang Ge apa yang terjadi?" tanya Raja Sun lagi
"Yang Mulia." Ia memandangi wajah kekasihnya itu.
__ADS_1
Ia kembali mengingat saat-saat bersamanya. Dan membandingkannya bila tidak bersama dengan kekasihnya itu. Rasanya memang lebih bahagia dan nyaman bila ia selalu berada disamping kekasihnya. Dengan mantap, Freya pun memutuskan untuk menceritakan semua yang ia tahu tentang keluarganya dan keluarga Raja Sun. Termasuk kebenaran tentang siapa ibu kandung dan nenek Raja Sun. Serta kebenaran tentang siapa Yu Ning bagi Ayah Raja Sun. Raja Sun hanya terdiam mendengarkan cerita Freya. Ia sangat terkejut mengetahui begitu banyak hal besar yang tak ia tahu selama ini. Ia menangis terisak. Ia tak tahu harus berbuat dan berkata apa sekarang. Yang ia lakukan hanya menangis terisak dipangkuan kekasihnya. Freya tak berkata apa-apa lagi setelah selesai menceritakan semuanya pada Raja Sun. Ia hanya memberikan waktu pada kekasihnya itu. Ia tahu, Su'er perlu waktu untuk menerima semua kenyataan yang baru saja ia tahu. Cukup dengan kehadirannya saat ini, bisa membuatnya nyaman. Freya membelai-belai lembut kepala dan rambut kekasihnya itu, sampai mata Su'er lelap terpejam.
...Bersambung........ ...