
Freya merasa iba dan hampir tidak percaya dengan keadaan Yuning saat ini. Yuning Raja yang banyak dikenal orang sangat brutal dan kejam itu. Saat ini tenggelam dalam penyesalan dan menangis rindu pada ibundanya.
"Apa aku sudah sangat menyakitimu saat itu ibu?" ucapnya menangis
Ia semakin terisak saat semakin mengingat kenangan indahnya bersama ibu dan kakak tersayangnya dulu.
"Ya Tuhan. Ternyata Yu Ning memiliki sisi hati yang sangat lembut juga. Aku baper, hampir ikut nangis dengerin dia nangis." Suara hati Freya
"Ibu, jika saat itu kau lebih mengerti perasaanku atau aku yang tidak egois saat itu, akankah aku masih bisa berada dipangkuanmu sekarang ibu? Selama ini hatiku hanya dipenuhi dengan dendam dan sakit hati. Maafkan aku ibu. Tapi rasa cintaku pada Shiba pun terlalu besar ibu. Aku akan selalu menyayangi Shiba. Seperti aku yang selalu menyayangimu ibu." lirih Raja Yuning
Yuning lalu memandangi wajah Freya. Ia membayangkan bila Su'er berada di posisinya. Ia sempat berempati dan berniat untuk melepaskan Freya. Namun tiba-tiba perkataan kasar ibunya dulu kembali teringat. Perkataan yang selalu memihak pada kakaknya.
"Heuh. Kau yang membuatku seperti ini Shiba. Aku sangat kecewa padamu. Tapi aku selalu tidak bisa untuk menyakitimu langsung. Pembalasanku padamu haruslah pada orang-orang terdekatmu Shiba. Dimulai dari gadis ini. Aku sangat yakin, anakmu itu sangat mencintai gadis ini. Aku akan menggunakannya untuk mengambil tahtaku Shiba. Hahahaa. Semuanya akan kembali padaku Shiba. Hanya kaulah yang tak ada." Ucap Yuning yang matanya berpandangan kosong.
"Sepertinya Yuning ini sedikit gila. Sesaat dia menangis karena menyesal, sesaat lagi ia marah, kecewa dan kembali seperti ular. Tapi sesaatnya lagi ia akan merasa sedih. Kasian banget Yuning, sebenarnya Yuning tidak jahat. Ia hanya kehilangan arah dan kasih sayang." Suara hati Freya
Yuning lalu berbalik pergi meninggalkan paviliunnya. Saat beberapa langkah ia berjalan, seseorang menghentikan jalannya.
"Maaf Yang Mulia Raja. Seseorang suruhan Putri Jin Se ingin menghadap anda. Ia membawa pesan dari Tuan Putri untuk anda Yang Mulia." Ucap pengawal itu
"Bawa dia ke paviliun ku sekarang." Sahut Raja Yuning
"Baik Yang Mulia." Jawab pengawal itu
Raja Yuning pun kembali memasuki paviliunnya.
Ia melihat Freya masih tertidur diatas ranjangnya. Karena Freya memang mendengar perkataannya dengan pengawal itu, jadi Freya berpura-pura tidur kembali.
"Putri yang malang. Sampai kapan kau akan tertidur? Ckckckck. Kau beruntung, karena sampai sekarang aku masih sangat mencintai Shiba. Jika tidak, mungkin sejak tadi kau sudah habis ku makan, karena kecantikan mu itu." Ucap Raja Yu ning
"Ciih.. Dasar tak tahu malu. Hmm. Tapi dia memang orang yang benar setia. Aku bisa mengetahuinya dari cara ia memperlakukan Ibu. Padahal saat ini, ibu tak berada disisinya." Suara hati Freya
๐น๐น๐น๐น๐น
"Di, gimana keadaan mereka?" Tanya Lionel
"Gue belom tau bos. Dokter masih belum keluar dari tadi. Gimana penyadap itu bos?" ucap Dion
"Benar. Semua ini, The Wings yang melakukannya." ucap Lionel
__ADS_1
"Brengsek. Sialan mereka. Terus gimana sama Andra bos? Queen saat ini belum kembali. Jadi hanya bos lah yang bisa memberi kami perintah." Ucap Dion
"Gue akan urus semuanya. Gue udah tau titik harta mereka. Gue udah susun rencana. Kalian nggak perlu khawatir. Yaudah Lo istirahat aja dulu Di. Biar sekarang gue yang jaga Mondy dan Jacky." Ucap Lionel
"Oke bos. Gue tinggal ya?!" Ucap Dion
"Oke." Ucap Lionel menganggukkan kepalanya
๐น๐น๐น๐น๐น
Rio baru saja duduk disalah satu sofa kosong, setelah lelah berkeliling, mencoba mencari keberadaan Freya.
"Dimana lagi nih harus cari Freya. Nanya disemua temen nggak pada tau. Dari radar dan polisi belum ada kabar. Ya allah Freya. Kamu dimana my angel?" ucap Rio sedih
"Freya pasti kembali Yo. Gue yakin itu. Udah jangan baper lagi. Nih kopi?!" ucap Ardhan
Fachry hanya mendengarkan pembicaraan mereka. Rio tiba-tiba menghampiri Fachry.
"Bughh." Suara pukulan yang dilayangkan Rio ke salah satu wajah Fachry.
"Semua ini karena Lo Ry. Kalo bukan karena Lo, Freya pasti nggak bakal masuk rumah sakit dan menghilang. Tapi apa yang Lo lakuin sekarang? Lo cuma bisa duduk manis kaya cewe yang nunggu keajaiban dateng. Ini yang Lo bilang cinta sama Freya. Hahh? Dan Lo juga Dhan, Lo selalu bilang Freya pasti baik-baik aja, Freya pasti kembali, tapi Lo juga nggak lakuin apa-apa sekarang!! Ini yang kalian sebut perduli hahh?" teriak Rio penuh amarah
"Terus mau Lo apa? Hahh? Mau ribut Lo sama gue? Lo mau jadi jagoan? Emang Lo pikir Lo yang paling bener. Hah? Lo siapa? Jangan hanya karena Lo cinta sama Freya, Lo jadi bisa seenaknya ngehakimin kita. Kita semua perduli Yo sama Freya. Lo jangan sok tau." Balas teriak Ardhan pada Rio
"Udah dong udaaaah. Dengan kalian kaya gini, itu justru nambahin masalah tau nggak. Kita semua disini care sama Freya. Kita semua sayang sama Freya. Dalam kejadian ini nggak perlu ada yang saling menyalahkan. Karena semua ini udah takdir. Kita semua harusnya sama-sama saling menguatkan. Kita itu satu. Skyler. Kita harus satu visi dan misi. Dan buat Lo berdua (nunjuk Ardhan dan Rio) nggak usah dateng ke markas kalo pikiran kalian cuma ada ego dan emosi." Ucap Selly kesal
Ardhan lalu duduk dan meminum segelas air. Sedangkan Rio berbalik pergi dengan sengaja menendang sebuah kursi kayu.
๐น๐น๐น๐น๐น
"Salam Yang Mulia." Sapa seorang pengawal kiriman Putri Jin Se
"Langsung saja." Ucap Raja Yu Ning
"Yang Mulia, Tuan Putri memberikan surat ini untuk anda. Mohon diterima Yang Mulia." Sahut pengawal itu dengan sedikit membungkuk dan mengangkat ke atas tabung surat itu.
Raja Yu Ning pun mengambil surat itu. Ia membukanya dan membacanya dengan seksama. Freya yang penasaran, sedikit membuka matanya untuk melihat pengawal itu. Setelah melihat jelas wajah pengawal itu, Freya kembali menutup matanya.
"Hahahahahaa. Gadis pengkhianat itu meminta bantuanku? Hahh? Dia anggap aku ini siapa? Aku sudah berbaik hati karena telah merahasiakan kejahatannya atas kemauan ayah. Tapi untuk bersekutu dengannya, itu sama saja dengan aku membunuh ayah. Segera pergi jika kau masih ingin tetap hidup dan katakan pada Jin Se si pengkhianat Gurun Utara itu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bersekutu dengan seorang pembunuh." Teriak Raja Yu Ning
__ADS_1
"Ba-ba-baik Yang Mulia." pengawal itu gemetar lalu berbalik meninggalkan paviliunnya.
"Wanita keparat. Beraninya dia meminta bantuanku untuk mendapatkan Su'er dan mencelakai wanita ini." Ucap Raja Yu Ning
"Putri Jin Se dari Tang? Pengkhianat Gurun Utara? Siapa dia sebenarnya? Mengapa dia tahu tentangku dan Su'er? Dia pun ingin mencelakaiku? Putri Jin Se? sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana ya? ahh benar. dicatatan Yu Ning. Nama itu ada disana. Putri Liu Jin Se, adik angkat Yu Ning. Ya benar. dia adalah adik angkat Yu Ning. " Suara hati Freya
Ia lalu duduk disamping Freya. Menatap wajah Freya. Tersenyum.
"Kau pasti gadis yang baik. Sebenarnya mungkin aku ini sudah gila. Kau tahu nona, sesungguhnya aku sangat menyayangi Su'er dan kakak. Tapi rasa cintaku pada Shiba jauh lebih besar dari rasa sayangku untuk mereka. Apakah selama ini aku salah?" ucap Raja Yu Ning sedih
"Buat yang nggak ada diposisi kaya aku sekarang, pasti nggak bakal percaya dengan sisi baik Yu Ning ini. Pasti ada cara agar Yu Ning bisa berubah. Aku yakin itu." Suara hati Freya
"Hiks.. hiks.. hiks.. Ibuu." Suara tangis Raja Yu Ning
"Kasian banget Yu Ning, dia kehilangan arah. Pasti butuh sandaran. Aku harus membantunya." Suara hati Freya
"Siapa kamu? Mengapa kau menangisiku? Dan dimana aku? Dimana Su'er?" ucap Freya bersandiwara
Ya, saat ini posisinya memang seperti Yu Ning sedang menangisi Freya. Karena pria itu meletakkan kepalanya disamping tubuh Freya sambil menangis. Dan Yu Ning pun terkejut mendengar suara Freya. Ia langsung menghapus air matanya. Dan duduk dengan tegak.
"Mengapa kau menangis? Apa benar kau memang menangisiku? Kamu siapa? Mengapa tak menjawabku?" sandiwara Freya lagi
Raja Yu Ning langsung bersikap tegas seperti biasanya.
"Akhirnya kau sadar juga, setelah sekian lama aku merawatmu nona." Ucap Raja Yu Ning
"Merawat apa? merawat dari Hongkong! Dasar modus." Suara hati Freya
"Kau merawatku?" tanya Freya pura-pura
"Yah, aku adalah Liu Yu Ning, Raja Gurun Utara. Maafkan aku nona, aku terpaksa membawamu kemari, karena aku akan membuat kesepakatan dengan Su'er, untuk memilih dirimu atau tahta Raja yang ia miliki saat ini. Aku sangat penasaran, apa pilihannya nanti. Hahhaha." Ucap Raja Yu Ning bangga
"Kau menculikku dan menjadikanku sandra? Hebat sekali. Apa yang kau punya sehingga berani melakukan itu padaku?" ucap Freya
"Hahahahhaa. Kau tak tahu siapa Raja Gurun Utara Nona. Aku adalah Raja yang sangat kejam dan brutal." Ucap Raja Yu Ning
"Benarkah? Lalu jika kau adalah Liu Yu Ning, siapa Yu Ning Sun itu? Dan siapa Liu Jin Se?" ucap Freya
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
__ADS_1
Segini dulu ya guys, besok aku up lagi ๐๐