Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 33_Kebun Bunga Misterius


__ADS_3

( Pulau Duyung Misterius)


Dari pandangan Freya dan Su'er nampaklah seorang lelaki dan wanita yang berjalan menghampiri mereka.


"Apakah mereka kakek dan nenekku Chang Ge?" tanya Raja Sun.


"Ya Su'er. Lihatlah, sekarang Kakekmu adalah seorang Raja. Mereka sangat serasi." Ucap Freya tersenyum manis.


"Seperti kita Chang Ge." Sahut Raja Sun penuh senyuman.


Mereka pun saling menatap penuh cinta. Bergandengan erat melewati pasir putih pantai itu. Membawa tubuh mereka semakin memasuki lebih dalam pulau itu.


Sampai berhadapan dengan kedua sosok yang menyambut mereka dengan senyuman seindah bunga. Dengan perasaan cinta dan rindu yang siap bertebaran.


"Hormat kami kepada Kakek dan Nenek." Ucap Freya dan Su'er bersamaan.


Nenek Raja langsung menghambur kedalam pelukan Raja Sun yang kini sudah berada dihadapan nya. "Su'er.. Ashile Sun Cucuku... Kau sudah sebesar ini sayang? Lihatlah Yi'er dia cucu kita yang dulu sangat menggemaskan itu." Kembali Nenek Raja memeluk erat tubuh cucunya dengan diiringi tangis yang semakin terisak.


Nenek Raja pun menoleh pada Freya. Melihat senyum cantik gadis itu. Memandang wajah yang selama ini ia rindukan. Dengan deraian air mata yang terus mengalir, ia menangkup kedua pipi lembut Freya.


Meluapkan seluruh kasih dan rindunya. "Kau akhirnya datang. Apakah kau baik-baik saja nak? Bukankah penjahat Yu Ning itu telah menculikmu? Katakan apa yang terjadi?" tanya Nenek Raja cemas.


"Aku baik-baik saja Nek. Dan tentang Yu Ning, sebenarnya dia tak seburuk itu. Akan ku ceritakan itu nanti ya Nek. Bukankah sekarang kita harus saling melepas rindu dulu." Ucap Freya sambil tersenyum.


"Ah iya, kau benar sayang. Maafkan Nenek, ayo kemarilah masuk kedalam Istana bersama kami. Kau gadis yang sangat cantik. Kelak Su'er akan selalu bahagia bersamamu." Rangkulan hangat Nenek Raja yang mendekap lembut pundak Freya.


"Su'er cucuku. Sekarang kau benar-benar sudah dewasa. Kau sangat tampan seperti ayahmu." Ucap Kakek Raja memeluk singkat tubuh cucunya.


Mata Kakek Raja berkaca-kaca memandang wajah gadis cantik yang ada didepannya itu. Sekilas kepingan memori lama tentang ponakan sang paman dan putrinya kembali berputar. Seakan kejadian itu baru beberapa detik saja terulang.


Membuat hatinya bergetar karena sangatlah rindu dengan sang putri.

__ADS_1


Putri yang juga seorang duyung yang merupakan ibu dari kekasihnya. Putri yang sebagian jelmaan tubuhnya ada pada tubuh Freya.


Ia terisak memeluk tubuh mungil gadis itu. "Freya.. Sayangku Freya.. Kau menantu putriku.. Berbahagialah selalu nak." Masih dengan iringan isak tangis sang Kakek mengurai pelukannya dari tubuh sang gadis.


...****************...


( Istana Duyung )


"Inilah Istana Duyung Ibumu Su'er. Beberapa tahun yang lalu ibu mu sangat senang berlarian dikebun istana ini. Saat tubuhnya masih sangat mungil yang selalu merengek manja.


Lihatlah sekarang, putranya telah dewasa dan akan segera memberikan Nenek ini Shiba kecil yang lebih menggemaskan lagi. Senyuman Nenek dan Kakek tak pernah putus memandangi wajah cucu dan cucu menantunya itu.


"Kek, apakah Kakek tau bagaimana kabar Ibu Kandungku saat ini?" ucap Freya dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tak tahan ingin segera tahu kabar mengenai ibu kandungnya.


"Terakhir Kakek menemuinya, ia sangat sehat dan sungguh menyimpan cinta kasih serta rindu yang begitu besar untukmu Freya. Bertahanlah nak. Kalian akan segera bertemu. Beruntung ada Su'er bersamamu. Jadi akan lebih cepat untuk kalian agar bisa menemukan Bunga Kristal Langka itu." Ucap Kakek Raja tenang namun pipinya dialiri air mata.


"Hiks.. Hiks.. Hiks.. Ibuuu.. Mamaah.. Papaah.. Dias.. Ardhan.. Kak Fachry.. Hiks..hiks.. Freya rinduuuu." Isak tangis Freya pecah saat kembali teringat tentang masalalu ibu kandungnya dan ibu angkatnya.


Nenek Raja setia memangku kepala Freya yang terisak. Ia mengusap lembut rambut Freya berkali-kali seakan memberi ketenangan dan dukungan pada gadis itu, untuk selalu kuat dalam menghadapi semua yang terjadi.


"Baik kek, aku mengerti. Oh iya Kek, Chang Ge pernah berkata bahwa Yu Ning pernah mengatakan Bunga Kristal Langka itu juga ada pada Dewi Bunga di Khayangan. Apakah jalan untuk mendapatkan Bunga Kristal dari Dewi Bunga itu jauh lebih mudah Kek?" ucap Raja Sun penasaran.


Nenek Raja sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan cucunya tentang Dewi Bunga. "Dewi Bunga memiliki Bunga Kristal? Nenek baru mengetahui hal ini. Tapi ada sebuah cara agar kalian bisa dengan mudah untuk bertemu dengan Dewi Bunga itu.


Yaitu dengan menemukan Kebun Bunga Misterius milik Dewi Bunga. Perjalanan untuk menemukan Kebun Bunga Misterius itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan perjalanan menuju Jurang Abadi itu.


"Jurang Abadi? Apakah itu jurang tempat Bunga Kristal itu berada Nek?" tanya Freya penasaran.


"Benar sayang. Letak Kebun Bunga Misterius itu ada di pusat Gurun Pasir Putih Monolith."


...****************...

__ADS_1


( Sekilas info πŸ™ )


Nama Gurun dalam cerita ini terinspirasi dari sebutan lain Crystal Mountain yang ada di Gurun Pasir Putih di kawasan Farafra, Mesir.


Nama Gurunnya adalah Taman Nasional Gurun Putih atau White Desert National Park.


Dan sebutan lain Crystal Mountainnya adalah The Monolith, Inselberg dan Lonely Planet.


Di kutip dari The Travel, Kamis (19/5/2022).




( Terimakasih.. )


( Kembali ke cerita ya guys πŸ˜πŸ™ )


...****************...


"Untuk bisa membuka Gerbang Kebun Bunga itu kalian harus menemukan Batu Kristal yang berbentuk pedang dalam gurun pasir itu.


Setelah kalian berhasil menemukan Batu Kristal Pedang itu maka dengan sendirinya Batu Kristal itu akan menuntun kalian ke arah Gerbang Kebun Bunga.


Yang Nenek tahu Batu Kristal Pedang itu ada didalam Batu Kristal yang ukurannya jauh lebih besar. Namun Nenek tidak tahu ciri-ciri Batu Kristal yang didalamnya ada Batu Kristal Pedang itu."


"Tapi darimana nenek tahu semua tentang Batu Kristal Pedang dan Kebun Bunga itu nek?" tanya Freya penasaran.


Nenek tersenyum mendengar pertanyaan Freya. Ia kembali mengingat masa mudanya. "Dulu nenek dan Dewi Bunga pernah bertemu. Nenek pernah membantunya mencari tongkat sihirnya yang terjatuh di Gurun Pasir Putih itu. Sejak saat itu kami sering bermain bersama di Gurun Pasir Putih. Dan Dewi Bunga lalu membangun Kebun Bunga Misterius di Pusat Gurun itu. Awalnya Dewi Bunga ingin memberikan Batu Kristal Pedang yang sebagai Kunci Gerbang itu pada Nenek, namun Nenek menolaknya. Karena Nenek tak mungkin selamanya berada di Gurun itu. Nenek hanyalah Seorang Duyung.


Saat itu Nenek mengikuti ayah ke Gurun Pasir untuk membahas tentang keamanan dan pertahanan perang di Han. Dahulu dunia tak sedamai ini nak. Hanya Gurun dan Padang Rumputlah tempat teraman pada saat itu."

__ADS_1


"Freya, Su'er berkata kau mendengar tentang Dewi Bunga dari Yu Ning? Apa yang sebenarnya telah terjadi sayang?" tanya Nenek Raja penasaran.


Bersambung......


__ADS_2