Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 51_Bertemu Ibu Kandung Freya


__ADS_3

Aku pun langsung menarik salah satu tangan Su'er. Menyeret tubuhnya untuk mengikutiku. Menuju roh Ibundanya.


Kembali ku usap wajah Su'er. Seketika ia pun dapat melihat sosok cantik Ibunya. Kami pun kembali terisak.


"Ibu -- seperti inikah rupamu? Kau sangat cantik ibu." Ucap Su'er dengan menitikkan air matanya.


Ibu Su'er hanya tersenyum memandangi putranya. Aku pun kembali menangis menyaksikan kejadian itu.


"Non Freya, aku sudah menghubungi Nyonya, beliau sedang dalam perjalanan kemari. Mungkin beberapa jam lagi beliau akan sampai." Ucap Claudya padaku.


"Benarkah mba? Aku sangat merindukannya." Sahutku padanya.


Aku pun memejamkan mataku. Ku bayangkan lagi wajah cantik ibuku. Wajah yang selalu ku rindukan.


Lalu perhatianku kembali pada Su'er dan Ibunya. Mereka masih saling menatap. Sampai bayangan roh itu menghilang perlahan.


"Ibu --- Freya apa yang terjadi pada ibu? Mengapa ibu menghilang?" ucap Su'er cemas padaku.


"Ibu tak menghilang Su'er. Beliau masih ada disini. Kau hanya bisa melihatnya selama 30 menit. Jika kau mau, aku akan membuatmu melihatnya lagi." Ucapku padanya.


"Tok tok tok --- Claudya." Suara seorang wanita mengetuk pintu dari luar.

__ADS_1


"Nyonya!" ucap Claudya lalu berlari menuju pintu.


"Ibu?! Itu suara ibu?" ucapku dalam hati.


Wanita itu pun muncul dari balik pintu, dan bergegas masuk kedalam untuk mencariku.


"Freya?! Kaukah itu nak?" ucapnya padaku.


"Ibu!" sahutku lalu berlari memeluknya.


"Putriku, kau sudah kembali. Ibu sangat senang sayang. Ibu sangat merindukanmu." Ucapnya lagi padaku. Kami pun menangis terisak.


"Su'er?! Kau Ashile Sun itu? Kau seorang Raja? Kau benar-benar tampan nak! Ibu sangat senang bisa bertemu denganmu. Ibu selalu mengkhawatirkan kalian. Syukurlah kalian baik-baik saja. Selamat atas pernikahan kalian. Sayang sekali, ibu tak menghadirinya." Ucap ibuku sedih.


"Bu, jangan sedih, kami akan melangsungkan pernikahan ulang disini. Bagaimana pun juga, ini dunia yang berbeda dari dunia Su'er. Kita akan melangsungkan pernikahan di hotel ini bu." Sahutku pada ibuku.


"Benarkah nak? Ibu sangat senang mendengarnya. Terimakasih karena sudah kembali sayang. --- Ah ya, mutiaranya. Ini nak, ambillah." Ucap ibuku lagi.


Aku pun langsung mengambil mutiara itu. Dan bergegas duduk untuk meresap mutiara itu.


Kembali ku rasakan sakit dan sesak pada dadaku. Seluruh tubuhku dingin, kali ini sangat dingin. Sampai beberapa bagian tubuhku mengeluarkan serpihan es. Tubuhku menggigil.

__ADS_1


Semua orang tegang. Mereka cemas melihatku. Panik saat melihat ekspresi kesakitanku. Beberapa kali aku teriak, karena efek sisa racun itu. Namun tubuhku selalu mencoba untuk menekan sisa racun itu.


Proses ini lebih lama dari proses sebelumnya, mungkin karena penyatuan seluruh bagian tubuh Ibu Su'er dengan tubuhku.


Badanku semakin terasa sesak dan dingin. Kembali ku teriak menahan sakit. Namun sakit semakin terasa dahsyat.


Aku hampir tak tahan lagi. Aku mulai pasrah. Namun suara Su'er kembali menyemangatiku.


Seketika aku kembali bertahan. Aku lawan sakit itu. Rasanya benar-benar sangat sakit dan sesak. Tubuhku seakan membesar. Perlahan terus terasa beberapa sayatan pada tubuhku. Sangat perih.


"Brugh." Seketika tubuhku ambruk ke lantai.


"Freyaaaa." Ucap Ibu dan Su'er cemas.


"Non Freayaa." Ucap Claudya ikut cemas.


๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ...



__ADS_1


__ADS_2