
"Haha. Jangan Yang Mulia. Hahaa. Su'er lepaskan. Hahaha. Jangan membuatku malu Yang Mulia." Ucapku sambil menahan tawa, karena ulahnya yang terus menggelitik pinggangku sambil ia terus berusaha untuk mendapatkan bibirku.
"Freya sangat bahagia bersamanya. Ku harap kalian berdua akan selalu seperti ini selamanya. Dan Fachry, --- semoga dia bisa segera menemukan cinta yang lain secepatnya." Seru Kak Ardhan dalam hati.
Samar-samar ku dengar suara hati Kak Ardhan. Aku pun hanya menatapnya sekilas dengan tersenyum. Lalu kembali bermain bersama suamiku, Su'er.
...****************...
( Kediaman Keluarga Angkat Freya )
Kedua orang tua angkatku sangat terkejut saat melihatku yang ada di ambang pintu rumah mereka.
"Maayaallah Freyaaa!" seru mamah angkatku.
"Freya!" timpal papah angkatku.
"Mamah Papaah." Sahutku menangis sambil memeluk mereka.
Su'er dan Kak Ardhan pun masuk mengikutiku dari belakang.
"Sayang kamu kemana saja selama ini? Kami khawatir sekali padamu nak." Ucap papah angkatku.
"Aku mencari ibu angkatku Mah. Alhamdulillah aku sudah bertemu dengannya. Maaf ya mah, Pah sudah membuat kalian khawatir. Aku cuma nggak mau merepotkan kalian." Seruku pada mereka.
__ADS_1
"Sayang, bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu? Walaupun kamu bukan darah daging kami, tapi kami sangat menyayangimu seperti anak kami sendiri nak." Seru mamah angkatku.
"Makasih ya Mah, Pah. Maafin aku ya. Aku juga sayang kalian." Ucapku lagi sambil menangis.
Su'er ikut terhanyut sedih dengan suasana itu. Ia bahkan hampir meneteskan air mata.
"Oh ya Mah, Pah, aku sudah menikah. Sayang, kemarilah. Perkenalkan, mereka juga orang tuaku. Ini suamiku Ravi Mah, Pah. Dia dari China." Ucapku pada mereka.
"Selamat Sore Om, Tante. Semoga kalian merestui pernikahan kami. Maaf karena kami baru sempat berkunjung kemari." Seru suamiku.
"Sore nak Ravi. Sebenarnya saya cukup terkejut mendengar berita ini. Tapi kami sangat yakin dengan pilihan Freya. Kami hanya bisa memberikan doa terbaik untuk pernikahan kalian. Kami merestui kalian nak.
Oh iya, jangan memanggil kami seperti itu, panggil kami Mamah dan Papah. Seperti Freya memanggil kami. Dan, jaga Freya dengan baik ya Nak. Bahagiakan dia selalu." Ucap papah angkatku pada Su'er.
"Maaf ya Mah, Pah. Kami baru memberitahu kalian. Kami baru beberapa hari menikah. Dan kami berencana akan mengadakan resepsi pernikahannya bulan depan di Hotel Ibu Kandungku Mah, Pah." Ucapku pada kedua orang tuaku.
"Kalian tidak perlu khawatir. Mamah dan papah memakluminya. Pasti karena suatu alasan penting kalian melakukannya. Tidak apa-apa sayang. Yang penting sekarang kamu sudah kembali dan baik-baik saja.
Dan syukurlah sekarang, kamu sudah bertemu dengan orang tua kandungmu nak. Mamah dan papah sangat senang mendengarnya." Sahut mamah angkatku.
...****************...
( Taman Samping Rumah )
__ADS_1
"Apa rencanamu selanjutnya Ratuku?" ucapnya padaku.
"Kita tinggal beberapa bulan disini ya sayang. Lalu kita bisa kembali ke Istana." Sahutku padanya.
"Apa yang kau buat itu?" tanya suamiku lagi sambil memelukku dari belakang.
"Aku akan membuat sesuatu sayang." Balasku.
"Apakah masih begitu lama? Bukankah sejak tadi kau terus bersama mereka? Lalu kapan waktumu ada untukku?" ucapnya lagi dengan memelas.
Aku tersenyum kecut menatapnya. Lalu ku peluk erat dia yang saat ini sudah berada di sampingku.
"Uuuucch Rajaku sayaaang, bahkan kau cemburu dengan benda mati seperti ini?" seruku dengan nada yang sangat manis.
"Lihat saja, pena itu selalu kau genggam. Mengapa bukan tanganku saja. Dan lihatlah bagian atas kursi yang kau duduki itu sangat hangat. Mengapa kau tak duduk berpangku padaku?" serunya lagi dengan lembut sambil menarikku kedalam pangkuannya.
Aku pun tersenyum dan menggenggam erat tangannya. Lalu ia kecup mesra kedua punggung tanganku itu.
Tangannya semakin tak mau diam. Ia lalu menjelajah gemas pegununganku. Membuat tubuhku bergetar seakan tersengat aliran listrik. Sampai membuat tubuhku menggelinjang hebat, saat ia mulai menyesap salah satu pegununganku.
Aku pun merasakan sesuatu yang keras menantang dibawa sana. Lalu aksinya semakin cepat dan brutal. Sangat rakus dan menciptakan rasa yang nikmat.
Bersambung...
__ADS_1