Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 40_Misi Penyelamatan Andra


__ADS_3

( Pintu Paviliun Lotus - Istana Yu Ning )


Lagi-lagi dari sudut paviliun itu. Yu Ning menyaksikan semua percakapan dan kejadian yang terjadi pada Freya dan Su'er.


Tubuhnya bergetar, ia lemas dan luruh terduduk di lantai. Air matanya pun mengalir melewati pipinya.


"Maafkan aku Shiba." Ucap Yu Ning yang semakin terisak.


...****************...


( Paviliun Lotus - Istana Yu Ning )


Beberapa saat kemudian Freya pun membuka perlahan matanya. Ia memandang wajah Raja Sun yang saat ini sangat mengkhawatirkannya. Ia pun tersenyum. "Su'er. Terimakasih. Kau telah menyelamatkanku."


Raja Sun langsung memeluk tubuh kekasihnya itu. Membelai lembut puncak kepala Freya. "Syukurlah kau sudah sadar Chang Ge. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Kedepannya jangan sampai hal ini terjadi lagi Chang Ge."


Freya tersenyum mendengar perkataan kekasihnya itu. "Maafkan aku Su'er."


Tiba-tiba Freya merasakan sesuatu dalam pikirannya. Ia pun melihat sebuah gambar dalam matanya saat ia terpejam. Ekspresinya langsung menggambarkan apa yang saat ini ia lihat.


Terkadang ekspresi senang, terharu, bahagia, sedih, cemas dan juga takut. Penglihatannya saat ini bukan tentang mata ajaibnya yang tembus pandang melihat keadaan disekitarnya.


Namun gambar yang ia lihat adalah kepingan memori kehidupan yang telah dilalui Su'er sejak bayi sampai saat ini. Freya melihat semua yang telah di lalui Raja Sun itu dengan jelas dan detail.


Bahkan ia bisa mengatur kecepatan perjalanan hidup Su'er dalam penglihatan barunya itu. Tidak hanya itu, ia pun samar-samar melihat beberapa kepingan memori perjalanan Raja Sun selanjutnya.


"Hosh hosh hosh." Deru nafas Freya yang terengah-engah saat ia membuka matanya dan mengurai pelukannya dari tubuh Raja Sun.


Raja Sun panik melihat ekspresi wajah Freya. "Ada apa Chang Ge? Apa yang terjadi? Apa kau melihat sesuatu?"


Nafas Freya masih terengah. Ia hanya mampu memandangi wajah Su'er. Bibirnya seakan kelu, sangat sulit untuk bersuara. Namun beberapa saat kemudian, Freya merasa sedikit lebih tenang setelah meminum air mineral yang Raja Sun berikan padanya.


"Aku hanya mimpi buruk Su'er. Kau tak perlu cemas." Ucap Freya berbohong.


Su'er lalu kembali memeluk tubuh Freya dengan penuh kasih.

__ADS_1


"Su'er ayo kita cari Bunga Kristal itu?!" ucap Freya lembut.


Raja Sun menarik nafasnya pelan mendengar pertanyaan kekasihnya itu. "Apa kau yakin sudah lebih baik Chang Ge?"


Freya langsung menganggukan kepalanya dengan seulas senyuman manisnya.


"Baiklah, besok pagi kita berangkat. Sekarang kau kembalilah tidur. Aku akan keluar bertemu tabib, memintanya untuk menyiapkan obatmu malam nanti." Ucap Raja Sun lalu mengecup kening Freya.


Su'er sedikit terkejut saat hendak keluar dari paviliun yang Freya tempati, ia melihat Yu Ning yang sedang duduk di lantai dengan keadaan yang memprihatinkan. Su'er lalu menghampiri Yu Ning.


"Paman!" ucap Raja Sun lembut.


Yu Ning terdiam. Ia terpaku mendengar suara itu. Ia lalu mendongak keatas, melihat pemilik suara yang memanggilnya itu. Netranya kembali berkaca-kaca ketika melihat bahwa memang benar Su'er lah yang saat ini ada di depannya.


"Paman Yu Ning, Chang Ge sudah menceritakan semuanya padaku. Apa yang terjadi padamu saat ini paman?" tanya Su'er dengan mata yang juga berkaca-kaca.


Freya yang hendak tidur pun kembali membuka mata saat ia mendengar suara Su'er yang sedang berbicara dengan seseorang. Ia lalu bangkit dari posisi tidurnya. Dan menghampiri kekasihnya itu.


Dari tempat matanya memandang, ia melihat sang kekasih sedang memeluk seorang pria yang sedang menangis. Freya pun semakin mendekati mereka.


Raja Sun meneteskan air mata mendengarkan ucapan sang Paman, "Paman, aku sudah memaafkanmu. Setelah mengetahui semua pengorbanan Chang Ge, hatiku menjadi lebih terbuka. Karena dia juga, hatiku bisa tenang untuk memaafkanmu. Padahal dulu, aku sungguh sangat ingin memenggal kepalamu ini Paman. Heuh. Aku sendiri tak pernah menyangka akan senang hati memaafkanmu Paman."


Yu Ning tak menjawab. Hanya isakkan tangisnya yang semakin nyaring terdengar.


Freya tersenyum bahagia melihat pemandangan indah itu.


...****************...


( Markas TheWings )


Lionel : "Oke dalam hitungan tiga semua tim mulai ke posisi masing-masing. Misi kita harus berhasil malam ini. Oke. Semua siap. Satu. Dua. Tiga. Go."


Pada detik itu juga seluruh sistem rahasia yang yang telah anggota The Crown tanam dalam markas The Wings beberapa hari yang lalu telah aktif.


Aktifnya sistem itu juga memicu keaktifan beberapa bahan peledak pembuat bom yang ada dalam markas The Wings tersebut. Dengan maksimal waktu 1 jam. Jadi selama 1 jam itu, Lionel dan rekannya harus segera mengeluarkan Andra dari dalam sana.

__ADS_1


Tim Lionel dibagi menjadi 6 kelompok. Dari A sampai F. Saat ini Lionel sendiri masuk kedalam Tim E, yang terdiri dari 20 orang. Mereka bertugas mengawasi misi yang sedang di jalankan.


Tim E berada di luar markas. Karena mereka bekerja dengan memperhatikan layar laptop masing-masing. Mengawasi situasi yang ada di dalam markas.


Saat ini Tim A yang terdiri dari 5 orang sedang melakukan penyamaran dengan memakai topeng wajah beberapa anggota The Wings yang sudah mereka sekap sebelumya.


Sebenarnya Lionel bisa saja melakukan cara barter antar anggota. Seperti yang telah Freya lakukan sebelumnya. Karena saat ini ada 5 orang anggota The Wings yang berhasil mereka sekap. Sedangkan The Wings hanya menyekap 1 orang anggota The Crown saja.


Namun kegiatan barter itu tak akan membuat efek jera pada The Wings. Karena suatu saat mereka pasti akan melakukan penyerangan lagi. Ya seperti sekarang ini.


Karena itulah Lionel dan rekannya menjalankan misi ini. Mereka berencana ingin meledakkan tempat itu dengan sendirinya.


Karena Lionel mengetahui dari sistem rahasia mereka bahwa dalam markas itu terdapat beberapa bahan peledak pembuat bom yang tersimpan jauh didasar tanah.


Lionel dan rekannya hanya perlu mengaktifkan sistem rahasia mereka untuk memicu aktifnya bahan peledak itu.


Saat ini Tim A sudah memasuki kawasan rahasia The Wings. Tempat yang merupakan penjara untuk menyekap musuh dan beberapa ruang untuk penyimpanan harta dan bahan-bahan penting lainnya. Seperti bahan peledak itu.


Di belakang Tim A terdapat Tim B yang mengawal sekaligus mengawasi langsung kelancaran misi mereka.


Semua anggota The Crown memakai gelang, baju sistem dan lensa mata yang merupakan sistem senjata rahasia The Crown.


Gelang itu terhubung dengan earphone yang berfungsi sebagai alat komunikasi. Dan juga sebagai kunci untuk memberikan informasi pada baju rahasia yang mereka pakai untuk mengeluarkan beberapa serangan rahasia.


Dan Baju Sistem, merupakan jubah perang mereka. Baju itu terhubung langsung dengan gelang dan jaringan komputer Tim E. Didalam baju itu terdapat beberapa senjata rahasia The Crown.


Sedangkan lensa mata, salah satu senjata penting dalam kelancaran misi mereka. Dengan lensa itu mereka dapat melihat dengan jelas ruangan yang tampak gelap.


Serta dapat dengan mudah mengetahui keberadaan musuh atau rekan mereka. Karena dalam penglihatan mata itu tubuh sesama anggota akan mengeluarkan cahaya biru berkedip.


Sedangkan warna merah berkedip untuk tubuh musuh mereka. Semua itu terlihat dalam jangkauan jarak maksimal 50 meter.


Tim C yang bertugas mengalihkan perhatian musuh langsung bertindak dengan membuat beberapa keributan di bagian luar markas. Sehingga membuat aksi Tim A dan Tim B semakin mulus di dalam sana. Karena saat ini hanya beberapa orang saja yang menjaga ruang rahasia itu.


π”Ήπ•–π•£π•€π•’π•žπ•“π•¦π•Ÿπ•˜........

__ADS_1


__ADS_2