
Ya, wanita itu adalah Ibu Ratu Leyan. Freya pun tersenyum melihat wanita itu. Ibu Ratu justru merasa bingung. Ia sangat ingin membantu Freya. Namun ia ragu, ia tak tahu harus mendekati Freya atau meninggalkannya. Karena ia tahu pasti, penyebab Freya kesakitan adalah karena kehadirannya.
"Chang Ge..Chang Ge" panggil Raja panik
Freya hanya tersenyum mendengar suara kekasihnya itu. Kemudian matanya terpejam tak sadarkan diri.
"Chang Ge.." suara Raja semakin panik
Raja lalu menggendong tubuh Freya. Dan membawanya ke Paviliun Naga. Paviliun tempat tinggalnya. Karena paviliun itu lah yang jaraknya sangat dekat dengan tempat Freya tak sadarkan diri.
"Yang Mulia apa yang terjadi?" tanya pengawal Mu terkejut
Karena panik, Raja tak menjawab pertanyaan itu.
"Cepat panggilkan tabib Istana!" perintah Raja
"Baik Yang Mulia" sahut pengawal Mu, lalu pergi menjalankan perintah
Raja langsung membaringkan tubuh Freya diatas tempat tidur saat mereka sampai didalam ruangan. Ia duduk disamping Freya. Dan menggenggam salah satu tangan Freya dengan salah satu tangannya. Sedangkan tangan satunya sibuk mengecek suhu badan Freya. Badannya terasa sangat dingin. Dari raut wajahnya tampak bahwa ia sangat kesakitan. Raja semakin dibuat kalut melihat kekasihnya seperti itu.
"Yang Mulia" sapa tabib Istana sambil memberi tanda hormat
"Ya, tabib cepatlah lihat keadaannya" perintah Raja
Saat Raja ingin melepaskan genggaman tangannya dari tangan Freya. Tiba-tiba ia terhenti, karena tangan Freya sangat kuat menggenggam tangan Raja. Raja sedikit kesusahan untuk melepaskan genggamannya.
"Tidak apa-apa Yang Mulia. Anda bisa tetap disini selama saya memeriksa kesehatan Tuan Putri." Ucap tabib
"Baiklah tabib, cepat periksa dia!," perintah Raja lagi
"Suhu tubuh Tuan Putri sangat dingin Yang Mulia. Saya akan meresepkan beberapa obat untuk Tuan Putri, bila obat ini tidak berhasil menurunkan rasa dinginnya, saya khawatir Tuan Putri terkena racun dingin," ujar Tabib
"Racun dingin?" seru Raja
"Ya Yang Mulia, racun ini sangat langka. Bila kondisi Tuan Putri belum juga membaik. Ia bisa sampai membeku seperti es. Didunia manusia ini, belum pernah ada seorang alkemis yang bisa membuat racun dingin itu. Karena yang saya tahu racun dingin itu berasal dari dunia atas, dunia para dewa," ucap tabib
"Dunia atas? Bagaimana bisa Ia terkena racun dari dunia atas? Bukankah Ia berasal dari dunia manusia dimasa depan. Apa Ia berhubungan dengan salah satu dewa didunia atas? Apa sebenarnya yang terjadi?" suara hati Raja
"Lalu dimana penawarnya tabib?" tanya Raja
__ADS_1
"Penawarnya pasti ada didunia atas Yang Mulia. Tapi siapa yang memilikinya, saya pun tidak tahu Yang Mulia. Hanya orang yang memberikan racun itu, yang tahu jelas tentang keberadaan penawarannya." jawab tabib
"Baiklah, kau boleh kembali." Ucap Raja
Tabib pun memberikan tanda hormat pada Raja.Ia berjalan mundur, berbalik dan meninggalkan ruangan itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi padamu Chang Ge?" ucap Raja lirih
Ia memeluk salah satu tangan Freya dengan kedua tangannya. Sesekali ia mencium punggung tangan gadis itu. Lalu menempatkan tangan gadis itu dipipinya. Kemudian ia membelai lembut punggung tangan gadis itu dengan salah satu ibu jari tangannya.
"Chang Ge.. Freyaku.. Sadarlah.. Jangan membuatku menunggu seperti ini." lirih Raja
Raja melepaskan salah satu tangannya dari tangan Freya. Lalu ia membelai lembut dahi dan kepala Freya dengan salah satu tangannya itu. Tangan Raja yang satunya turun dari kepala Freya. Ia pun mengecup mesra kening kekasihnya itu. Dan tangannya berpindah membelai lembut pipi kekasihnya. Kegiatannya terhenti saat tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"Lapor Yang Mulia, Harimau peliharaan Tuan Putri saat ini sedang mengamuk, harimau itu tidak melukai siapa pun, tetapi harimau itu menghancurkan banyak benda-benda Istana. Saat ini harimau itu sedang berada ditaman belakang Paviliun Cendrawasih. Dan sepertinya harimau itu akan menuju ke Paviliun Ibu Ratu." Lapor salah satu prajurit Istana
"Apa katamu? Leo mengamuk? Paviliun Ibu Ratu? Ini gawat." ucap Raja
"Kau boleh pergi," perintah Raja
Prajurit itu pun pamit dan memberikan tanda hormat pada Rajanya.
"Pengawal Mu, tetaplah disini bersama pelayan Mi untuk menjaga Putri Chang Ge." Perintah Raja
Rajapun bergegas meninggalkan paviliunnya dan menuju ke paviliun Ibu Ratu. Dari jauh ia melihat Leo yang sedang menyambar guci-guci besar Istana . Hampir seluruh benda-benda ditempat itu hancur berantakan karena terjangan keras Leo.
"Leo hentikan!" teriak Raja pada harimau itu
Leo pun berhenti dan menoleh kearah Raja. Ia mendekati Raja. Dan mengaum kecil. Seakan-akan ia sedang berbicara dengan Raja. Raja pun menekuk salah satu lututnya. Ia lalu mengusap-usap lembut kepala Leo.
"Apa kau merindukan Chang Ge ku?" tanya Raja pada harimau itu
Leo mengerti dengan apa yang Raja katakan. Ia lalu mendekati Raja dan memegang salah satu tangannya. Seakan-akan harimau itu adalah anak kecil yang menarik tangan Ayahnya untuk mengikutinya. Raja tersenyum dengan tingkah Leo.
"Leo kau harus patuh, bila tidak, aku tak akan mengijinkanmu untuk bertemu Chang Ge," ucap Raja pada Leo
Leo pun mengaum kecil. Dan mengusap-usap kepala Sang Raja. Lalu Raja membawa Leo ke Paviliun Naga untuk menemui Chang Ge.
"Ayo masuklah Leo." Ucap Raja pada Leo
__ADS_1
Saat ini Freya masih terbaring lemah tak sadarkan diri dalam paviliun Raja. Tapi dalam dimensi lain, Freya tampak sedang berbicara dengan seorang wanita. Wanita itu sangat cantik dan anggun.
"Freya ChangGe!" panggil wanita itu
Freya pun menoleh saat mendengar ada seseorang yang memanggilnya. Ia tak tahu, siapa wanita yang ada didepannya itu. Yang ia tahu wanita itu mungkin salah satu anggota Kerajaan. Karena ia memakai jubah kerajaan yang sangat indah dan memukau.
"Siapa anda? Bagaimana anda tahu namaku? Dan dimana kita sekarang? Mengapa hanya ada kita berdua ditempat ini?" tanya Freya
Wanita itu hanya tersenyum.
"Chang Ge, Aku adalah Mertuamu. Aku Permaisuri Luo Shiba. Ibu kandung Su'er," jawab wanita itu
"Anda.. anda ibu kandung Su'er? Maafkan Aku Permaisuri. Aku tak tahu siapa kau sebelumnya," ucap Freya sambil memberikan tanda hormat pada wanita itu
"Itu bukan salahmu. Semua itu salahku. Harusnya akulah orang yang meminta maaf padamu. Karena aku terlalu banyak berutang padamu Putri," ucap Permaisuri Luo
"Aku tak mengerti dengan apa yang anda katakan Yang Mulia," ucap Freya bingung
Permaisuri Luo hanya tersenyum memandangi Freya.
"Putri apa kau ingat semua yang kakek Li katakan padamu?" tanya Permaisuri Luo
"Kakek Li?" tanya Freya
Freya pun kembali mengingat semua perkataan kakek Li padanya dulu.
********
...YUk ikutan senam jempol singkat bareng author,...
...Bisa tambahin semangat author loh 🤗...
...Caranya cuma tekan...
...Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤩...
...Gampang banget kan....😁...
...Mohon dukungannya juga ya teman-teman...
__ADS_1
...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya 😍...
...Terimakasih🙏🤗😘...