
"Leo.. Leo.. Mengapa kau bisa seperti ini. Bertahanlah Leo, pengawal akan membawamu pada tabib Istana." Ucap Raja panik dan memangku tubuh lemah Leo
"Astaga, manusia ini. Mengapa dia tidak langsung mengingat Ratu saat melihatku terluka seperti ini. Bagaimana aku memberitahunya bahwa Ratu dalam bahaya. Tapi tubuhku sangat lemah saat ini. Sakit sekali," suara harimau itu yang tak terdengar oleh Raja
Leo masih memandangi wajah Raja dengan pandangan yang sangat lemah. Ia lalu memegangi tangan Raja lagi. Ia kembali memberikan isyarat pada Raja untuk segera kembali ke Istana. Andai saja ia mengerti bahasanya seperti Freya, mungkin saat ini ia tak akan kesusahan untuk berkomunikasi dengan Raja. Awalnya Raja bingung dengan isyarat tangan yang diberikan Leo. Leo terus menunjukkan tangannya kearah Istana. Lalu tiba-tiba ia teringat dengan kekasihnya.
"Kau ingin aku segera kembali ke Istana? Ada apa dengan Istana Leo? Astaga, Chang Ge!!" ucap Raja yang baru menyadari maksud Leo
Raja menaiki kudanya dan berbalik arah hendak menuju Istana. Namun ia terhenti saat mengingat Leo yang terluka.
"Bawa Leo kembali ke Istana. Dan perintahkan tabib untuk segera merawat lukanya. Bagi pasukan menjadi dua. Sebagian pergilah menyusul Ayah dan Ibuku. Sisanya ikut aku kembali ke Istana." Perintah Raja tegas
"Baik Yang Mulia." sahut semua pengawal Raja
Raja pun bergegas melesat kencang menunggangi kudanya menuju Istana. Sepanjang perjalanan, ia merasa sangat gelisah memikirkan keadaan Freya di Istana.
"Sialaan, mereka sudah merencanakan semua ini dengan sangat baik. Chang Ge. Jika kalian berani menyentuh Chang Ge ku. Akan ku potong semua leher orang yang terlibat." Geram Sang Raja dalam hati
*****
"Chang Ge." teriak Raja menuruni kudanya didepan Paviliun Naga miliknya
Ia pun langsung berlari memasuki ruangan itu. Dan betapa terkejutnya ia, saat melihat semua penjaga diruangan itu tergeletak lemah dilantai. Ada beberapa dari mereka yang masih kuat bersuara dengan merintih kesakitan.
"Chang Ge!!" panggil Raja melemah
Raja terkejut bukan main saat melihat ranjangnya kosong tak nampak tubuh kekasihnya lagi.
"Astaga. Chang Ge. Aaaarrghh. Chang Geeee." teriak Raja
"Yang Mulia" suara lemah Pengawal Mu Jin
Raja pun menoleh kearah suara itu. Ia kembali terkejut melihat keadaan Pengawal Mu yang tergeletak lemah dilantai. Pengawal itu merintih kesakitan.
"Yang Mu-li-ya, Tu-an Pu-tri di-ba-wa per-gi. Me-re-ka ju-ga me-lu-ka-i Le-o. Ma-af Yang Mu-li-ya a-ku ga-gal men-ja-ga put-ri." ucap Pengawal Mu terbata-bata menahan sakit
__ADS_1
Pengawal Mu lalu memberikan sebuah pengikat kepala kepada Raja sebelum ia tak sadarkan diri. Pengikat kepala itu memiliki sebuah simbol. Raja memperhatikan simbol itu dengan baik. Dan menggenggam kasar pengikat kepala itu dengan penuh amarah.
"Simbol Yuning. Bajingan itu. Beraninya menyentuh dan membawa wanitaku. Jika kau berani melukai Chang Ge sedikit saja, aku pasti langsung membunuhmu Yuning. Aaaarrrrggghh!! " ucap Raja sangat geram
Raja melempar kursi didepannya kasar kearah lantai kosong diruangan itu. Lalu beberapa pengawal yang mendengarnya bergerombol berlarian teratur memasuki Paviliun Raja. Mereka pun mendengar sebuah suara lagi, teriak keras Raja yang memanggil nama kekasihnya.
"Bawa pengawal Mu ke ruangannya dan panggilkan tabib Istana untuk merawat lukanya." perintah Raja
"Chang Ge" ucap Raja lemah hampir menangis
Raja goyah, ia hampir terjatuh. Namun ia perlahan menurunkan badannya menjadi duduk di lantai.
*****
"Freya.... Sedang apa kamu sekarang? Apa kamu baik-baik saja sayang? Apa kamu telah bertemu dengan Ashile?" ucap Ibu Freya
Ibu Freya memandangi sebuah foto masa lalu. Foto dirinya bersama Freya kecil dulu dan bersama orang-orang terdekatnya. Foto itu ia ambil sesaat sebelum Ibu Raja melakukan proses perjodohan putranya dengan Freya kecil. Ia lalu menyimpan kembali foto itu bersama sebuah seruling pemberian Paman Rahmat (Kakek Raja) disebuah kotak kayu yang berukiran indah diatasnya. Ibu Freya pun mengambil ponselnya yang terletak diatas meja. Saat ini ia sedang duduk diatas sofa berwarna cream yang ada disalah satu sudut kamarnya.
"Halo Nyonya. Bagaimana kabar Nyonya?" sahut seseorang dari balik telpon
"Baik La. Kamu gimana? Apa udah ada perkembangan tentang tubuh Shiba?" sahut Ibu Freya
"Ya sudah kamu hati-hati ya La. Kalau saya ada waktu, saya bakal mampir ke Cirebon untuk nemuin kamu." Sahut Ibu Freya
"Hehhee, Nyonya so sweet banget sampe mau nyusul Laudya segala. Kangen banget ya Nya sama Laudya. Hehehee." canda Laudya
"Hahahaa. Kamu emang paling tahu aku La. Ya udah La, saya mau lanjutin ngecek laporan ya. Kamu jaga diri baik-baik disana." Sahut Ibu Freya
"Baik Nya. Nyonya juga ya Nya." Jawab Laudya
Sambungan telpon pun terputus.
*****
"Hahahaa. Kerja bagus. Aku sangat senang melihat Su'er sangat kecewa. Kau boleh kembali sekarang." Ucap Raja Gurun Utara
__ADS_1
Pengawal pembawa berita itu pun berbalik pergi meninggalkan ruangan Rajanya.
"Ini semua salahmu Shiba. Dulu saat aku meminta Su'er padamu, kau menolaknya. Padahal sejak dulu aku sangat menyayangi Su'er. Tapi kau yang membuat rasa sayangku padanya menghilang seperti ini. Hahahaa. Rasakanlah Shiba. Disaat keadaan calon menantu putramu seperti ini, apa kau akan tetap bersembunyi Shiba. Hahahaaa.Lihatlah Shiba, gadis ini begitu cantik. Sangat disayangkan dia hanya bisa terbaring tak berdaya. Cobalah kalian datang dan ambil kembali gadis ini. Sebelum kalian melakukannya. Aku lebih dulu akan menjadikan gadis ini Ratuku. Hahahaaa." Ucap Raja Gurun Utara (Liu Yuning) bahagia
*****
# Kembali ke mimpi Freya #
"Freya kembalilah. Su'er pasti sangat cemas. Kekuatan ibu ikut menghilang bersama keluarnya mutiara-mutiara itu. Saat ini ibu tidak bisa melihat keadaan disekitarmu dalam dunia sana. Semua kekuatan ibu akan pulih saat semua mutiara itu ada padamu. Kembalilah sayang. Pejamkan matamu." Ucap Ibu Raja
"Baik ibu. Aku akan selalu menyayangimu." Ucap Freya lalu memejamkan matanya
*****
Saat Freya membuka matanya, ia merasa bingung akan keberadaannya. Ia tak mengenal tempat itu. Disekitarnya pun tak ada siapapun. Ia sendirian diruangan itu. Lalu Freya perlahan bangun. Ia memegangi kepalanya yang terasa sakit. Mungkin efek karena terlalu lama tak sadarkan diri. Ia mulai menuruni ranjang besar itu, turun perlahan. Ia pun berjalan melihat-lihat semua isi ruangan itu. Sampai ia mendengar sebuah percakapan dua orang penjaga didepan ruangan, ia langsung duduk jongkok sambil terus mendengarkan mereka.
"Tega sekali Yang Mulia Yuning, padahal sudah jelas gadis itu adalah kekasih Raja Ashile. Tapi Raja malah menculiknya. Hah.... Kerajaan kita pasti akan sering berperang dengan Kerajaan Tang. Ini membuat hidup kita semakin sulit saja." Ucap pengawal A
"Ya kau benar. Tapi pelankan suaramu itu. Habislah kau jika perkataanmu sampai pada telinga Raja. Kau pasti akan digantung olehnya di alun-alun kota." Sahut pengawal B
Freya membulatkan matanya saat mendengar sebuah nama yang sangat ia kenal. Freya pun menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.
"Yuning? Penjahat itu? Bagaimana aku bisa ada ditempatnya? Ada apa ini? Berapa lama aku tak sadarkan diri? Bagaimana dengan keadaan Su'er?" suara hati Freya
...********...
...Hai guys, ini karya perdanaku...
...Mohon dukungannya yaπ€©...
...Yang udah pada mampir,...
...Semoga kalian sehat selalu ya,...
...agar bisa terus simak bab-bab selanjutnya π...
__ADS_1
...Dan jangan lupa buat sempetin bagi Like, Komen dan Votenya....
...Terimakasih ππ€π...