Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 48_Pernikahan Freya dalam Dinasti Tang


__ADS_3

( Paviliun Ibu Ratu Leyan )


"Mengapa harus sebelum bulan purnama Kek?" tanya Su'er penasaran pada Kakek Li.


"Karena setelah bulan purnama, kekuatan dari roh-roh jahat yang ada di dunia ini akan menjadi semakin kuat. Dan mereka pasti mengetahui tentang tubuh Yang Mulia Permaisuri. Hal itu bisa membuat kerusuhan di antara para roh jahat untuk memiliki tubuh Yang Mulia tersebut." Sahut Kakek Li pada Su'er.


"Tapi bagaimana perhitungan bulan purnama di duniaku kek? Bukankah di dunia ini bulan purnama 15 hari lagi?" tanyaku pada Kakek Li.


"Itu tergantung dengan keadaan di duniamu Yang Mulia. Tidak ada acuan dari dunia ini. Karena tubuh bayangan dan roh Yang Mulia Permaisuri ada di dunia Anda Yang Mulia." Sahut Kakek Li.


"Kalau begitu, kita harus bergegas ke duniaku Su'er." Ucapku pada Su'er.


"Ya, lebih cepat lebih baik Yang Mulia. Tapi kau perlu menyerap mutiara-mutiara ini terlebih dulu Yang Mulia!?" ucap Kakek Li yang memberikan dua mutiara putih padaku. Mutiara itu bekas cincin yang dipakai oleh Kakek Li dan Ratu Leyan.


"Baik Kek." Ucapku lalu menerima kedua mutiara itu.


Aku pun langsung duduk bersila diatas kursi kayu panjang yang ada di Paviliun Ibu Ratu Leyan. Lalu ku letakkan kedua mutiara itu diatas tangan kiriku yang terbuka.


Sedangkan tangan kananku, ku pasang tegak keatas bagian ujung jarinya, seperti orang yang bersila. Lalu ku pejamkan mataku dan membaca sebuah mantra khusus yang Nenek Raja berikan.


Seketika, mutiara itu melayang ke atas di hadapan wajahku. Lalu dengan cepat kedua mutiara itu melesat masuk kedalam tubuhku.


Membuat tubuhku merasakan sakit akibat masuknya kedua mutiara itu. Dadaku sesak, entah apa yang terjadi pada mutiara itu pada tubuhku. Tubuhku kembali merasakan aura dingin dari sisa racun itu.


Rupanya kekuatan Bunga Kristal itu sedang menekan sisa racun dingin yang ada pada mutiara-mutiara itu.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu merasa cemas melihat ekspresi wajahku yang merasa kesakitan.


Su'er pun bergegas mendekatiku dan langsung duduk di sampingku.


"Kau pasti kuat Freya. Sebelumnya kau sudah merasakan kekuatan yang lebih besar dari ini." Ucap Su'er sedih.


"Apa maksudmu Su'er?" tanya Ibu Ratu Leyan.


Su'er lalu menceritakan semua hal yang terjadi saat aku menyerap Bunga Kristal itu di Kebun Bunga Dewi.


Ayah Raja menangis mendengar cerita Su'er. Ia merasa prihatin dengan keadaan Freya dan semua pengorbanan Permaisurinya, Permaisuri Luo Shiba.


"Tidak apa-apa Yang Mulia. Kita akan segera melihat Shiba lagi. Jangan bersedih, Shiba tak akan bahagia melihatmu seperti ini." Ucap Ibu Ratu Leyan yang mencoba menenangkan suaminya.

__ADS_1


"Ibu Ratu benar ayah. Ibu (Ibu Kandung Su'er) pasti tak senang melihatmu seperti ini." Sahut Su'er pada orang tuanya.


Kembali mereka memperhatikan tubuhku. Saat aku berteriak pelan menahan rasa sakit dari efek racun itu.


Su'er pun semakin panik. "Kakek Li apa Freya akan baik-baik saja?"


"Ya Yang Mulia. Yang Mulia Ratu akan baik-baik saja. Dia sudah berhasil menyerap Bunga Kristal yang kekuatannya sangat besar itu sebelumnya. Maka untuk menekan sisa racun yang ada pada mutiara itu, tidak akan mengancam jiwanya." Sahut Kakek Li.


Perkataan Kakek Li membuat semua orang yang ada di paviliun itu merasa sedikit lebih tenang.


Dan beberapa saat kemudian, aku membuka mataku perlahan. Aku berhasil menekan sisa racun itu sepenuhnya.


"Syukurlah kau baik-baik saja Freya. Aku sangat mencemaskanmu." Ucap Su'er sambil menarik tubuhku kedalam pelukannya.


...****************...


( Aula Besar bagian luar Istana )


Tempat itu dan hampir seluruh bagian istana didesain sangat indah dengan berbagai bunga dan tirai-tirai yang menjuntai di berbagai pilar Istana. Tempat yang akan menjadi saksi atas pernikahanku dengan Su'er.


Hari ini, aku dan Su'er akan melangsungkan pernikahan. Dengan tradisi Kerajaan Dinasti Tang. Dan aku langsung dinobatkan sebagai seorang Ratu Dinasti Tang.


Mereka yang hadir pun membawa berbagai macam hadiah besar dan spesial untukku dan Su'er.


Acara pun selesai setelah menghabiskan waktu seharian. Kini, aku langsung tinggal bersama Su'er di Paviliun Naga, Paviliun Raja Kerajaan Tang.


Dan Su'er pun sudah membuat keputusan untuk tidak akan pernah mengangkat seorang selir.


( Paviliun Naga )


Aku sedang duduk di depan meja riasku sambil memungut beberapa hiasan yang ada pada rambut dan bagian tubuhku yang lain.


Su'er pun datang menghampiriku. Ia langsung mengambil alih kegiatanku saat aku sedang melepas sebuah anting dari salah satu telingaku.


Aku pun tersenyum padanya dan membiarkan Su'er melucuti semua hiasan yang ada dibeberapa bagian tubuhku.


Su'er pun membalas senyumanku. Sambil mengecup lembut keningku.


"Kau semakin cantik Freya. Aku semakin menginginkanmu." Ucap lembut Su'er ditelingaku lalu ia tempelkan keningnya pada keningku. Kami pun tersenyum bahagia.

__ADS_1


Perlahan Su'er mengecup bibirku dan menikmatinya. Dengan sangat lembut, ia menjelajah bibirku. Cukup lama.


Beberapa saat kemudian, Su'er bangkit dan langsung mengangkat tubuhku diatas pangkuannya.


Kami pun kembali bercumbu. Dengan kedua tanganku yang merangkul mesra lehernya. Salah satu tangan Su'er pun berkelana disekitar pegununganku.


Ia r##as lembut pegununganku dengan salah satu tangannya. Membuat hasratku dan pikiranku semakin bertravelling jauh.


Su'er pun bangkit dengan mengangkat tubuhku. Dan membawaku keatas ranjang yang sudah didesain dengan sangat indah. Bahkan lantai kamar itu dipenuhi dengan ribuan bunga mawar merah.


Ia meletakkan tubuhku perlahan diatas ranjang itu. Dan mulai memeluk tubuhku dari samping. ia berpangku tangan dengan salah satu tangannya.


Sedangkan tangan satunya terus sibuk menjelajah bagian tubuhku. Mulai dari pipi, mata, hidung, bibir, dagu, leher, kedua buah dadaku, pinggang, paha dan bagian pusakaku.


Sangat lembut ia menjelajah semua bagian tubuhku itu. Membuatku merasakan getaran yang sangat hebat pada tubuhku. Sesuatu yang sangat butuh pelepasan.


Su'er melihat jelas arti dari ekspresi wajahku itu. Seketika ia langsung menindihku. Lalu kembali menikmati bibir dan leherku serta bagian kepalaku yang lain. Tak terkecuali pegunungan itu.


Beberapa saat setelah itu, ia langsung melakukan penyatuan padaku. Kembali berulang-ulang sampai fajar kian datang.


Aku dan Su'er saling berpelukan diatas ranjang dengan hanya berselimut kain sutra yang lembut. Kami saling tersenyum bahagia, setelah melakukan perjuangan yang melelahkan dan selalu membuat candu itu.


...****************...


( Dunia mimpi )


"Apa kau tidak lelah Su'er? Bukankah tadi kita baru saja melakukannya dalam dunia nyata?" tanyaku padanya yang sedang asyik mengecup leherku dengan kedua tangan yang semangat menjelajah di pegununganku.


"Bukankah tadi sangat lembut sayaang. Kali ini aku akan melakukannya sedikit lebih cepat. Entah kenapa saat masuk kedalam dunia mimpi ini, energiku semakin bertambah ribuan kali lipat dari sebelumnya sayang." Ucap Su'er dengan suaranya yang parau.


Beberapa jam setelahnya, Su'er pun terlelap. Dengan tubuh yang masih memelukku erat.


"Dasar pembohong, dia bilang hanya sedikit lebih cepat. Lalu tadi itu apa? Sungguh sangat cepat. Oohh sakit sekaliiii." Keluhku pada Su'er yang sudah tertidur pulas.


๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ......



๐“š๐“ช๐“ป๐”‚๐“ช ๐“ด๐“ฎ๐“ญ๐“พ๐“ช ๐“ช๐“พ๐“ฝ๐“ฑ๐“ธ๐“ป...

__ADS_1


__ADS_2