
"Maaf Putri, mengapa anda berkeliaran ditengah hutan sendirian? Dimana para pengawal anda? Apakah Tuan Putri tersesat?" , tanya Sang Raja yang mulai menguasai kesadarannya.
"Putri? Dia memanggilku putri? ahh ya, mungkin karena pakaian yang ku pakai ini, jadi dia memanggilku seperti itu. Tapi bagaimana ini, apa yang harus aku katakan? semua ini.. apakah semua ini benar-benar nyata?'' suara hati Freya
********
Affandy dan Maryam panik begitu mendengar kabar tentang menghilangnya Freya dirumah sakit. Affandy dan Maryam adalah keluarga angkat Freya di zaman modern. Freya diadopsi mereka sejak Freya bayi . Hanya sebuah kertas bertuliskan nama yang orang tuanya tinggalkan untuk Freya saat itu. Freya Anthea Ardelle. Itulah nama pemberian orangtuanya 23 tahun silam.
"Ardhan, apa yang terjadi? Kenapa bisa sampai seperti ini nak?" , tanya bu Maryam sedih.
"Dhan, bukannya semalem kamu sama Fachry nemenin Freya dirumah sakit?", tambah Pak Affandy.
"Hemmm, Ardhan juga nggak tahu mah, pah, kenapa Freya bisa menghilang, Ardhan cuma meninggalkan Freya sebentar ke toilet, tapi saat Ardhan kembali, Freya udah nggak ada dikamar ini, Ardhan juga panik mah" , jawab Ardhan.
"Ya allah Freyaaa, dimana kamu nak? Luka dikepala kamu belum sembuh sayang, kemana kamu pergi? Mamah khawatir Freyaaa" , ucap bu Maryam sambil menangis.
"Sabar mah, istighfar, Freya pasti baik-baik aja mah, mamah jangan nangis lagi ya? Apa mamah lupa putri kita itu siapa? Freya pasti akan kembali sama kita mah", ucap Pak Affandy menenangkan istrinya.
Ya, di zaman modern, Freya merupakan gadis cantik yang pintar, multitalenta dan dia memang sedikit tomboy. Hanya sedikit orang yang tahu bahwa Freya adalah salah satu anggota dari organisasi rahasia yang berkecimpung dalam kebaikan. Ia juga merupakan salah satu anggota klub motor, Skyler.
"Iya pah, putri kita pasti baik-baik aja" , jawab Bu Maryam sambil menghapus air matanya.
"Mah, Pah, Ardhan keluar dulu ya cari minum?", ucap Ardhan pada orang tuanya.
Orangtua Ardhan hanya mengangguk mendengar perkataan putranya.
Sampai diluar kamar pasien, Ardhan nampak segera menelpon seseorang.
"Gimana? Udah ada kabar tentang Freya?" , ucap Ardhan.
"Sampai sekarang gue dan anak-anak belum tahu sedikitpun kabar tentang Freya Dhan, kita semua bingung, nggak ada jejak sama sekali tentang Freya, bahkan alat pelacak yang ada dalam tubuhnya nggak bisa terlacak sama sekali", jawab seseorang disebrang sana.
"Oke, terus cari tahu tentang Freya ya, beritahu anak-anak untuk tambahin jumlah orang dalam pencarian ini", perintah Ardhan pada temannya.
"Oke siap Dhan" , jawab temannya.
Sambungan telepon pun terputus.
__ADS_1
*********
"MasyaAllah mbok, bayi ini lucu sekali, kenapa ibunya tega meninggalkannya disini?'' ucap Bu Maryam
"Saya juga tidak tahu bu, tapi bayi ini beruntung karena Ibu yang menemukannya, entah apa jadinya bila orang jahat yang menemukan bayi ini bu,'' ucap Bi Ningsih, asisten rumah tangga Bu Maryam
" Iya bi, bibi benar.'' jawab Bu Maryam
Sebenarnya, teman dekat Bi Ningsihlah (si Laudya) yang meletakkan bayi itu dibawah sebuah pohon. Yang letaknya tidak jauh dari tempat Bu Maryam berdiri. Jadi sebelum mereka pergi ke tempat itu, Bi Ningsih lebih dulu menyuruh Laudya untuk meletakkan Freya kecil dibawah pohon. Dan Laudya berada tak jauh dari tempat Freya kecil itu diletakkan. Ia mengamati semua yang terjadi ditempat itu. Tak lupa ia pun merekam dan mengambil beberapa foto dalam kejadian itu.
"Semoga Nona Freya selalu sehat dan hidup bahagia. Maafkan Nyonya dan mba ya non. Mba terpaksa harus kembali. Non Freya pasti akan baik-baik bersama keluarga ini. Lagipula ada teman dekat mba yang kerja disana Non. Nona Freya pasti aman. Mba harus nemenin ibu non di Semarang. Mba pergi ya Non Freya," ucap Laudya sedih
Ia lalu berbalik pergi meninggalkan tempat itu, setelah lama mengamati Nona kecilnya yang digendong dan dibawa pergi oleh seorang wanita cantik. Wanita itu Maryam, atasan temannya, si Ningsih.
"Aku harus kembali ke Semarang. Titip Non Freya ya mba ππ€π" isi chat yang Laudya kirim untuk Ningsih.
Ningsih membalas chat itu,
"Iya La, kamu hati-hati ya. Nggak perlu khawatir tentang Non Freya. Mba pasti akan menyayangi dan menjaganya La"
Laudya pun mengirimkan sebuah video dan beberapa foto Freya saat sedang digendong oleh Bu Maryam kepada majikannya. Ibu Freya langsung membuka file-file yang Laudya kirim.
"Maafin mamah ya nak. Hanya cara ini yang bisa membuatmu aman sayang." ucap Ibu Freya menangis memandangi foto itu
"Terimakasih banyak mba Laudya. Kamu selalu ada buat aku. Hati-hati dijalan ya π€π" isi chat Ibu Freya untuk Laudya
***
"Ya ampuun, tuan putri cantik sekali, coba lihat, anak mamah benar-benar seperti seorang putri,'' ucap Bu Maryam bahagia
Freya kecil pun tersenyum dan tertawa riang mendengar kata-kata ibunya.
"Mah mah kalo Freya jadi Putri, nanti Freya bisa jadi ratu nggak kaya mamah, papah kan sering banget manggil mamah yang Mulia Ratu, Freya mau jadi Ratu mah,'' ucap Freya kecil penuh semangat
********
Bu Maryam tersadar dari lamunannya tentang Freya kecil saat seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Saat ini ia sedang duduk dibalkon kamarnya dilantai 2.
__ADS_1
"Mamah sayang kenapa melamun, mamah inget sama kak Freya ya? Dias juga kangen mah sama kak Freya, hemmm, tapi Dias nggak sedih mah, Dias yakin kakak pasti baik-baik aja sekarang mah, mamah jangan sedih lagi ya?", bujuk Dias, anak bungsu Bu Maryam.
"Iya sayang, ada kamu, mamah pasti nggak akan sedih lagi", ucap Bu Maryam sambil mempererat pelukan anaknya.
********
Freya masih terdiam. Dia bingung harus berkata apa pada pria tampan dihadapannya itu. Ia merasa sangat dekat dengan pria itu, sehingga ia sangat ingin memeluk pria itu saat melihatnya. Tapi kedekatannya itu hanya dalam mimpi. Keadaannya sungguh berbeda dengan saat ini. Saat ini pria dihadapannya itu benar-benar nyata. Dan uniknya dalam mimpinya atau dalam kehidupan nyata, pria itu sama-sama seorang Raja. Mereka berdua tak pernah tahu, kalau mimpi itu berhubungan erat dengan kalung mutiara yang selalu Raja pakai dan mutiara yang ada dalam tubuh Freya.
"Putri, apa kau sakit?", tanya Sang Raja cemas.
"Emmm, tidak, tidak apa-apa, aku baik-baik saja", jawab Freya.
"Syukurlah bila Putri benar baik-baik saja. Tapi itu, harimau disampingmu itu... Apa dia tidak memakan daging?", tanya Sang Raja penasaran.
Freya tersenyum mendengarnya. Kemudian ia mendekatkan harimau itu kehadapan Sang Raja.
"Tunggu.. tungguu.. Ini ..apa ini? " , tanya Raja sedikit cemas.
"Jangan takut, ini Leo Wu, dia tidak akan memakan mu ", ucap Freya tersenyum.
********
...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author,...
...Bisa tambahin semangat author loh π€...
...Caranya cuma tekan...
...Like, Komen, Vote dan Hadiah π€©...
...Gampang banget kan....π...
...Mohon dukungannya juga ya teman-teman...
...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya π...
...Terimakasihππ€π...
__ADS_1