Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 50_Roh Ibu Kandung Su'er


__ADS_3

( Dalam Taksi )


"Hehe. Baik Mba, saya cuma penasaran saja mba. Kalian ini seperti Raja dan Ratu sungguhan. Hehe. Syuting film apa ya Mba?" ucap supir itu padaku.


"Hehe. Bapak bisa aja. Kami syuting Angling Darma Pak. Tapi masih belum tayang." Jawabku ngasal.


"Siapa Angling Darma?" seru Su'er dalam hati.


( Mall )


Semua mata fokus memperhatikan kami saat mereka lewat di depan kami. Apalagi para gadis, mereka sangat menikmati wajah tampan suamiku.


"Waaah, mereka itu artis ya? Serasi banget. Gue jadi iriii." Suara hati gadis A.


Aku langsung melirik kearah gadis A. Dan tersenyum simpul padanya.


"Ya ampuuuun. Ganteng banget cowonya. Pengen banget gue peluuuk." Suara hati gadis B.


"Cih. Enak aja mau peluk suamiku. Mimpi ya kamu. Heuh." Seruku dalam hati.


Aku pun melirik gadis B. Dan langsung merangkul lengan Su'er dengan sangat mesra.


"Cakep bener tuh cowo. Sayangnya udah punya cewe. Eh tapi bisa aja cewe itu adeknya. Hehe. Gue godain ahh." Suara hati gadis C.


"Cih, dasar gatel. Nggak tau malu. Bisa-bisanya aku dikira adek Su'er." Seruku dalam hati dengan tatapan mata yang tajam melihatnya.


Lalu seketika aku berputar pindah posisi ke sebelah kanan Su'er. Sengaja ku senggol keras tubuh gadis C itu. "Makanya jangan berani punya niat buat godain laki orang. Cih dasar gatel."


Gadis itu terkejut mendengar ucapanku. Ia lalu menunduk malu ketika menatap wajahku.


"Apa yang terjadi padanya? Mengapa dia bersikap seperti itu?" seru Su'er dalam hatinya.


"Aku kesal pada mereka yang. Bisa-bisanya mereka ingin menggodamu di depanku. Heuh." Aku menyahuti suara hati Su'er.


Su'er terkejut mendengar jawabanku, ia pun kembali menyuarakan hatinya, "Apa tadi Freya mendengar suara hatiku? Tapi bagaimana mungkin?"


"Hehehe. Itu salah satu keahlian baruku sayang. Aku bisa mendengar suara hati seseorang." Bisikku pada Su'er.


"Waaah, benarkah. Itu sangat luar biasa yang." Sahutnya padaku.


( Butik )


"Ayo sayang, kemari, kita pilih pakaian untukmu dulu. Ayo." Ucapku pada Su'er sembari menarik salah satu tangannya.


Su'er hanya manut saja mengikuti langkah kakiku. Kami pun memilah-milah beberapa pakaian yang cocok untuknya.


"Sayang, bukankah aku mempunyai beberapa baju di lemari baju kita saat di dunia mimpi. Apa kita perlu membeli lagi sebanyak ini?" ucapnya padaku.


"Ah iya, tapi kita belum tahu yang, semua pakaianmu itu benar-benar ada di dunia nyata atau tidak. Ya sudah setelah urusan dengan ibu selesai, kita coba untuk mencari tahu tentang semua itu ya yang. Ini, kau gantilah pakaianmu dengan ini!" ucapku pada Su'er.


Selagi Su'er mengganti pakaiannya, aku pun kembali memilah beberapa pakaian yang ada di dekat ruang ganti butik itu.


Su'er pun keluar dari ruangan itu. Aku hampir tak mengenalinya. Karena ia terlihat benar-benar sangat tampan.


Sedikit berbeda dengan penampilannya selama di dunia mimpi.

__ADS_1


Aku pun menghampirinya, "Kau benar-benar Su'er?" ucapku masih terpesona dengan ketampanannya.


"Lalu kau pikir aku ini siapa Chang Ge." Ucapnya padaku.


"Ah hanya Su'er yang memanggilku dengan nama itu, kau benar-benar Su'er suamiku." Ucapku padanya lalu kuhamburkan tubuhku memeluknya.


Su'er menyambut mesra tubuhku. Ia membalas lembut pelukanku. Ia pun mengecup puncak kepalaku lembut.


Kini giliranku untuk mengganti pakaian. Saat selesai, Su'er pun cukup terkejut melihat penampilan baruku. Ia pun menyuarakan hatinya, "Akhirnya aku bisa melihatnya lagi memakai pakaian itu. Istriku benar-benar sangat cantik."


Aku hanya tersenyum manis mendengar suara hatinya. Dan kami pun bergegas pergi setelah kami selesai melakukan pembayaran beberapa pakaian itu.


( Hotel Cordella - Tempat Tubuh Bayangan Ibu Kandung Su'er )


"Benar ini tempatnya yang?" tanya Su'er padaku.


"Aku akan mencoba melihatnya dengan penglihatan khususku yang." Ucapku padanya lalu ku pejamkan mataku untuk melihat beberapa kejadian masa laluku tentang keluargaku dan keluarganya yang terekam bersama bangunan hotel di depanku ini.


Benar saja. Semua kejadian yang Ibu Su'er katakan sama persis dengan penglihatanku saat ini.


Aku sampai menangis setelah selesai melihat beberapa kejadian pilu itu.


"Sayang kau kenapa?" tanya Su'er cemas melihatku menangis.


"Aku melihat semua kejadian itu dengan jelas Yang. Benar ini tempatnya. Ayo kita masuk untuk melihat tubuh bayangan ibu." Ucapku pada Su'er.


Setelah sampai di depan pintu hotel yang kami tuju, aku pun mengetuk pintu kamar itu. Saat ini hari menjelang malam, pengasuhku itu pasti ada di dalam.


"Tok tok tok." Suara ketukan pintu kamar yang ku ketuk.


"Cekleeek." Claudya pun membuka pintu itu.


Aku fokus menatap wajah wanita yang masih terlihat muda itu. Sekelebat bayangan memori tentangnya dulu pun kembali berputar dalam penglihatan mata khususku.


Aku mulai terisak, namun Claudya masih fokus memperhatikanku. Sampai aku berucap padanya, "Mba Claudya."


Wajah Claudya seketika menjadi kaku saat mendengar ucapanku. Ia terkejut lalu kembali fokus mengamati wajahku.


"Aku Freya mba." Ucapku sambil terisak.


Aku pun langsung menghamburkan tubuhku memeluk wanita itu. Ia pun ikut terisak bersamaku. Membuat aku semakin terisak lagi.


"Akhirnya kau kembali Nona Freya. Aku sangat merindukanmu." Ucap Claudya padaku.


Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Aku pun memperkenalkan Su'er padanya.


"Mba, ini Ravindra suamiku. Dia adalah Raja Ashile Sun dari Dinasti Tang." Ucapku pada wanita itu dengan tak sungkan lagi.


Claudya hanya terdiam dengan mulutnya yang menganga, hampir tak percaya dengan apa yang ia lihat itu.


"Di-Di-Dia benar-benar Raja dari dunia lain itu Nona?" tanya Claudya masih tak percaya.


"Dunia lain?" Sahutku. Aku hanya tersenyum melihat ekspresi wajahnya yang masih shock itu.


Perhatianku pun teralihkan pada sebuah tubuh bayangan yang ada diatas ranjang kamar itu.

__ADS_1


Aku pun reflek menghampiri tubuh itu. Su'er dan Claudya lalu mengikutiku dari belakang.


Beberapa kejadian masa lalu itu pun kembali terulang dalam penglihatan khususku.


Membuatku kembali menangis terisak. Lalu akupun berucap, "Ibu -- aku dan Su'er datang. Ibu -- sebentar lagi kita semua akan segera berkumpul."


Claudya semakin menangis terisak. Ia pun segera menghubungi majikannya, Ibu Kandung Freya.


"Apa? Freya sudah kembali? Akhirnyaa. Baik mba, aku akan segera kesana." Jawab Ibu Kandung Freya membalas chat dari Claudya.


"Sayang, aku tak melihat siapapun. Dimana tubuh bayangan Ibu?" ucap Su'er padaku.


Aku pun menghampiri Su'er. Ku pegang erat salah satu tangannya. Lalu aku membaca sebuah mantra khusus, dan ku usapkan tanganku pada wajahnya.


Seketika, Su'er pun bisa melihat tubuh bayangan Ibunya.


Ia terkejut, ia bahagia namun ia terisak. Ia pun berucap, "Diakah Ibuku sayang? Ibu -- aku Su'er anakmu. Ibu -- aku sangat merindukanmu."


"Nona Freya." Panggil Claudya padaku sambil memberikan sebuah mutiara putih yang sempat menjadi hiasan cincin di jarinya.


Akupun menerima mutiara itu, dan langsung menyerapnya.


Kembali kurasakan sakit dan sesak di dadaku, karena efek dari sisa racun yang ada pada mutiara itu.


Su'er langsung menghampiriku yang sedang menyerap mutiara itu sambil duduk diatas sofa, ia pun duduk tepat di sampingku.


Beberapa saat kemudian, aku membuka mataku perlahan. Setelah berhasil menyerap mutiara itu.


Kini hanya tersisa satu mutiara yang ada pada Ibu Kandungku yang belum ku serap.


Aku terkejut, ketika melihat roh Ibu Su'er yang sedang tersenyum memperhatikan kami.


Rupanya bertambah lagi keahlianku dengan bisa melihat roh seseorang. Setelah aku menyerap mutiara itu.


Aku pun langsung bangkit. Dengan raut wajah yang masih terkejut, ku hampiri roh Ibu Su'er.


Ia tersenyum cantik menatapku. Aku pun berucap, "Ibu -- kaukah itu? Apakah sejak tadi kau ada disini?"


Ibu Su'er hanya tersenyum menatapku. Lalu aku mencoba untuk memeluknya, namun roh itu tak dapat ku sentuh. Sama sekali tak bisa ku raih.


"Ibu mengapa aku tak bisa menyentuhmu? Aku sangat rindu ibu." Ucapku padanya sambil meneteskan air mata.


"Aku belum sepenuhnya pulih Freya. Aku hanya roh, maka dari itu, kau tak akan bisa menyentuhku." Sahutnya padaku.


Aku pun langsung menarik salah satu tangan Su'er. Menyeret tubuhnya untuk mengikutiku. Menuju roh Ibundanya.


Kembali ku usap wajah Su'er. Seketika ia pun dapat melihat sosok cantik Ibunya. Kami pun kembali terisak.


"Ibu -- seperti inikah rupamu? Kau sangat cantik ibu." Ucap Su'er dengan menitikkan air matanya.


π”Ήπ•–π•£π•€π•’π•žπ•“π•¦π•Ÿπ•˜....



__ADS_1


__ADS_2