Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 23_Tentang Freya Part 2


__ADS_3

Raja penasaran dengan isi benda itu. Ia pun hendak membukanya. Tapi ia kembali mengingat kata-kata Freya. Bahwa ia harus menyimpan dengan baik semua benda itu. Dan Freya pun tidak berkata bahwa ia boleh membukanya.


"Ahh nanti saja. Benda ini milik Freya. Aku hanya diminta untuk menyimpannya. Bukan untuk membukanya. Sepertinya didalamnya adalah harta terpenting bajingan itu. Hahh. Chang Ge selalu membuatku penasaran. Semoga kau benar baik-baik saja sayang." Ucap Raja Ashile Sun


Raja lalu berbaring diatas ranjangnya. Ia mulai mengingat kembali cerita indah dalam mimpinya dengan sang kekasih.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Freya tersenyum bahagia. Melihat pemandangan indah dari Pantai Tiga Warna. Pantai itu terletak di Malang. Pantai itu sangat unik, karena selain pasir putihnya, pantai itu memiliki warna air yang bergradasi biru ke hijauan. Sungguh sangat memanjakan mata yang memandang. Freya berlari ria menuju pantai itu. Ia berdiri memandangi keindahan warna dalam pantai itu dengan senyum bahagia. Sesekali ia menikmati hembusan angin yang lewat terbang menyapanya. Ravi sang suami pun memeluk manja pinggang istrinya. Sambil mengecup singkat rambut Freya yang dekat dengan telinganya.


"Apa kau senang sayang?" tanya Ravi (Su'er)


"Tentu saja aku sangat senang. Disini benar-benar indah." Sahut Freya


"Kita bisa mengunjungi tempat ini setiap hari kalau kau suka. Bila perlu kita buat rumah dipinggir jalan itu. Apa kau setuju?" ucap Ravi


"Rumah lagi? Sayaang harus berapa rumah yang kita miliki? Rumah yang di Bandung aja jarang banget kita tinggali. Dan sekarang kamu mau tambah rumah lagi di sini? Hemmm. Mending kamu bikin hotel atau apartemen aja deh yank. Terus, satu lantai khusus kita gunain untuk tempat tinggal pribadi kita. Satu lantai lagi kita buatkan khusus untuk keluarga kita. Dan sisanya bisa kita sewakan untuk para pengunjung dipantai ini yank." Sahut Freya


"Hemmm. Boleh juga tuh yank. Yaudah nanti aku atur semua persiapannya." Sahut Ravi


"Kamu serius yank?" tanya Freya


"Iya Chang Ge kuu. Apa sih yang nggak mungkin buat kamu? Hmm?" ucap Ravi sambil tersenyum


Freya lalu memeluk tubuh sang pujaan hatinya. Ia bersandar didada bidang kekasihnya itu. Ia selalu merasa nyaman bila berada didekat suami dalam mimpi itu.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Kesadaran Raja kembali masuk ke tempatnya setelah bahagia berkelana bersama istri dunia mimpinya itu. Ia tersenyum manis masih mengingatnya. Mengingat mimpi itu.


"Dalam mimpi itu namaku adalah Ravi? Bagaimana ceritanya ya? Hmmm. Sampai sekarang aku masih merasa semua mimpi itu seperti tidak nyata. Emmm. Waktu itu Freya mengatakan bahwa ia bertemu dengan Permaisuri Luo Shiba. Siapa ya dia? Apa yang wanita itu bicarakan dengan Freya? Apakah ada hubungannya denganku." Ucap Raja Sun


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Itu mereka!" tunjuk salah satu anggota TC (The Crown)


Pria itu lalu menghampiri Jacky yang masih merintih kesakitan. Delapan orang anggota lainnya pun ikut menuju kearah Jacky dan Mondy.


"Bang Jack. Mondy! Astaga luka Mondy parah banget. Ayo.ayo bantu angkat." Ucap salah satu anggota ke anggota yang lain


"Mon-dy." Ucap Jack menahan sakit


"Iya Bang. Mondy udah dibawa ke mobil. Ayo bang. Gue bantu bangun. Eh bantu bantu dong. Awas pelan-pelan. Dikakinya masih ada peluru nih." Ucap salah satu anggota TC

__ADS_1


Mereka pun membawa Jack dan Mondy kerumah sakit.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Ternyata benar itu mereka. Oke. Akan ku siapkan semuanya. Kalian tunggu saja. Hmm." Ucap Lionel


Ia merogoh ponselnya saat sebuah panggilan masuk. Tertulis nama Dion, saat panggilan itu akan diangkat.


"Iya Halo gimana Di? Udah ketemu sama Jack dan Mondy?" tanya Lionel


"Udah bos. Luka mereka parah banget. Sekarang gue sama anak-anak lagi dalam perjalanan ke rumah sakit Medimas." Sahut Dion


"Oke. Gue langsung kesana." Ucap Lionel


Panggilan telpon pun terputus.


"Haahh.. Ck.. Queen belom ketemu. Andra diculik. Sekarang mereka terluka parah. Heemmft. Queen dimana kamu sekarang? Hmm." ucap Lionel lemah


Ia pun berlalu pergi meninggalkan ruang kerjanya. Dan menuju garasi. Ia menaiki motor sport nya dan langsung menuju ke rumah sakit.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Rere kamu dimana Re? Sekarang udah hampir sebulan. Tapi masih belom ada kabar tentang kamu. Hemmm. Semua ini karena aku. Maaf Re." Lirih Fachry


"Nih minum. Freya pasti baik-baik aja Ry. Kita harus optimis. Mungkin sekarang Freya lagi jalanin misi rahasianya itu. Lo inget kan, dulu Freya pernah terima telpon dari orang misterius gitu. Gue pernah cek daftar kontaknya. Tapi gue nggak nemuin apa-apa. Gue masih penasaran banget sama Freya. Gue yakin banget deh, ada yang Freya sembunyiin dari kita. Tapi gimana kalo sekarang dia lagi dalam bahaya ya? Hemmf. Kepala gue sakit mikirinnya Ry." Celoteh Ardhan


"Hemmm. Tadi ada yang ngasih gue kopi biar gue tenang. Katanya gue harus optimis. Nah kan ujung-ujungnya sama aja kayak gue njirr." Ucap Fachry


"Hehehe..iya juga ya.. Abis gimana, kalo soal Freya, jujur gue nggak bisa buat nggak mikirin dia Ry. Apalagi kita dari kecil kan bareng-bareng. Walaupun dia bukan adek kandung gue. Tapi gue sayang banget sama Freya. Sama kayak gue sayang ke Dias. Gue udah anggep dia adek gue sendiri Ry." Ucap Ardhan


"Iya tau gue dhan. Makanya kalo menyangkut Freya, sulit buat kita berpura-pura tenang saat hati kita gelisah gini Dhan. Apalagi semua ini berawal karena gue." Sahut Fachry sedih


"Udah Ry. Jangan nyalahin diri sendiri terus. Freya juga nggak bakal seneng lah kalo Lo terus kayak gitu. Lo tau kan Freya gimana?" ucap Ardhan


"Hemmm.gue cemas aja Dhan. Hampir sebulan Freya belom ada kabar." Ucap Fachry sedih


"Udah udah aah.. Kita sholat aja dulu yuk. Biar tenang." Ucap Ardhan


"Oke Dhan." Jawab Fachry lemas


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Perdana Menteri, bagaimana dengan Raja Gurun Utara itu? Apakah dia yang membawa pergi wanita Raja itu?" ucap Putri Jin Se

__ADS_1


"Benar Yang Mulia Tuan Putri, mata-mata rahasiaku baru saja mengonfirmasi hal itu. Dan memang benar saat ini wanita itu belum juga sadarkan diri. Dan mengenai identitas wanita itu, tidak ada jejak sama sekali tentangnya Yang Mulia. Bahkan saya sudah melukis wajahnya. Dan menanyakan terntangnya di semua dermaga negara ini. Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang mengenali wanita itu." Penjelasan Perdana Menteri


"Ini aneh. Perintahkan orangmu itu untuk melanjutkan penyelidikannya di Istana Yuning." Sahut Putri Jin Se


"Baik Putri." Jawan Perdana Menteri


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Iya Halo pak? Apa kabar pak?" Ucap Ardhan


"Baik..baik. Gimana dhan. Udah ada kabar tentang Freya?" ucap Manager cafe


Ardhan terkejut mendengar perkataan manager cafe. Ia lalu berbisik memberikan kode pada Fachry


"Nanya Freya" bahasa isyarat Ardhan sambil nunjuk-nunjuk ke ponselnya


"Hah? Apa?" Sahut Fachry ikut menggunakan bahasa isyarat


Ardhan nunjuk-nunjuk ponselnya lagi.


"Iniii.. Manager cafe nanyain Freya" bahasa isyarat Ardhan lagi.


"Ohh.. Iya dia tau dari gue Dhan." Jawab Fachry menulis disebuah kertas


"Halo..haloo.. Ardhan kamu masih disana? Haloo? Apa nggak ada sinyal ya?" ucap manager cafe dari ponsel Ardhan yang ia loudspeaker


"Halo.. Pak.. Iya pak maaf tadi sempet susah sinyal pak disini. Gimana tadi pak? Sampe mana ya tadi?" ucap Ardhan


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...Hai guys.. Ini karya perdanaku...


...Mohon dukungannya yaโ˜บ...


...Yang udah sempetin buat mampir,...


...Semoga kalian semua sehat selalu guys ๐Ÿคฒ...


...Agar bisa terus simak bab-bab selanjutnya...


...Yang betah-betah ya guys ๐Ÿ˜...


...Dan jangan lupa buat tinggalin jejak like, komen dan vote yaa ๐Ÿคฉ...

__ADS_1


...Terimakasih ๐Ÿ™...


...Sampai jumpa di bab selanjutnya ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜...


__ADS_2