Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 43_Mencari Gurun Pasir Putih


__ADS_3

***POV Freya


(Markas The Wings)


"Guys, gue nggak bisa ikut kalian ke markas. Gue harus pergi, gue masih punya misi rahasia. Kak Lionel tolong masukkan memory card ini ke ponsel aku di rumah. Sandinya 512374. Dan memory card ini pada sistem The Crown. Kak, jaga anak-anak selama aku nggak ada ya!? Aku pasti kembali kak. Oh ya, sampaikan tentang keadaan aku pada keluarga angkat aku ya kak. Perketat juga penjagaan Andra kak. Ini. Berikan pada Andra setiap pagi dan malam kak. Aku pergi dulu." Ucapku lalu bergegas pergi meninggalkan mereka.


"Queen! Cepat kembaliiii." Teriak Alex padaku.


Aku hanya tersenyum memandangi mereka. Aku terus melangkah, membelah hutan yang lebat itu. Dan seketika tubuhku menghilang dari dunia itu. Kembali masuk kedalam dunia mimpiku, dimana tubuhku masih berada di dalam Istana Yu Ning.


...****************...


( Paviliun Lotus - Istana Yu Ning )


Aku membuka mataku, saat ini ragaku sudah kembali pada tubuhku. Yang masih terbaring di Istana Yu Ning.


"Freyaaa, syukurlah kau sadar. Apa ada yang sakit sayang? Kau tadi tiba-tiba saja tak sadarkan diri." Tanya Su'er yang cemas padaku.


"Aku baik-baik saja Su'er. Maaf sudah membuatmu cemas." Jawabku padanya.


"Tak perlu meminta maaf sayang. Ini bukan salahmu." Ucap Su'er selembut sutera.


"Istirahatlah lebih lama Freya. Jangan memaksakan diri. Aku pasti akan membantu kalian untuk mendapatkan Bunga Kristal itu." Ucap Yu Ning yang perhatian padaku.


"Baiklah Paman Yu." Ucapku membalas perkataannya.

__ADS_1


"Syukurlah, sejak kejadian itu, hubungan mereka berdua menjadi semakin baik. Aku sangat senang melihatnya. Semoga mereka selalu seperti itu." Ucapku dalam hati.


...****************...


( Markas The Crown )


"Apa yang sebenarnya terjadi pada Queen. Mengapa dia sangat terburu-buru tadi? Apa semua ini berhubungan dengan pria dalam lukisan itu." Cecar Lionel dalam hatinya.


"Bos apa kita tak melakukan sesuatu untuk membantu Queen?" tanya Alex yang cemas padaku.


"Nggak perlu, Queen sudah berpesan bahwa ia akan kembali. Jadi kita hanya perlu mendoakannya dan menjaga The Crown." Ucap Kak Lionel pada Alex.


Alex pun hanya mengangguk, tanda ia mengerti dengan perkataan Kak Lionel itu.


"Aku akan pergi menemui Ardhan dan Fachry." Ucap Kak Lionel lagi.


...****************...


"Queen semalem bantuin kita nyelamatin Andra dari markas The Wings Dhan, Ry." Ucap Kak Lionel pada kedua kakak sekaligus sahabatku itu.


"Apa? Freya bantuin kalian nyerang The Wings? Terus dimana sekarang Freya Bang? Apa Freya baik-baik aja? Kenapa dia nggak ikut kemari bersama kalian bang?" cecar Kak Ardhan yang sangat cemas dengan keadaanku.


Kak Lionel lalu menceritakan semua yang terjadi pada malam penyerangan di Markas The Wings itu pada kedua kakakku.


"Jadi kalian nggak tau kemana Freya pergi bang?" tanya Kak Fachry yang ikut cemas padaku.

__ADS_1


"Queen berpesan agar kita semua nggak perlu khawatir padanya Dhan. Dan Queen bilang, dia pasti akan kembali. Dia juga minta gue kesini buat ngabarin kalian. Oh ya, ini memory card dari Queen. Queen berpesan agar memory ini dimasukkan kedalam ponselnya. Lo tolong masukin memo card ini ke ponsel Queen ya Dhan. Lo masih inget kan sandinya?" ucap kak Lionel pada Kak Ardhan yang menyampaikan pesanku untuknya.


...****************...


( Depan Istana Yu Ning )


"Kau yakin sudah benar-benar pulih Freya?" tanya Paman Yu Ning yang masih mencemaskanku.


"Iya Paman, tenang saja. Aku benar-benar telah pulih. Lagipula ada Su'er yang menjagaku Paman." Ucapku pada Paman Yu Ning dan memberikan senyuman yang paling indah untuk kekasihku itu.


"Aku pamit Paman!" ucap Su'er yang penuh hormat pada Paman Yu Ningnya.


Kami pun pergi meninggalkan wilayah Kerajaan Paman Yu Ning. Bergegas menuju Gurun Pasir Putih yang ada di sekitar Kerajaan Gurun itu.


Namun ternyata letak Gurun pasir itu, tidak terlalu dekat dengan Kerajaan Gurun Utara milik Paman Yu Ning.


Karena sudah hampir dua jam kami menyusuri Gurun Itu. Namun belum juga menjumpai Gurun Pasir Putih yang kami cari.


Karena lelah, kami pun beristirahat sejenak di salah satu sudut bebatuan besar di Gurun itu.


"Mengapa kita belum juga sampai ya? Padahal kita sudah berjalan cukup jauh Su'er." Ucapku yang sedikit bingung pada Su'er.


"Roaaaarrr rooaaaaarr." Suara raungan hewan yang terdengar jelas di telingaku. "Apa kau mendengarnya Su'er?"


"Ya, aku mendengar suara itu. Itu seperti suara binatang yang cukup buas. Cepatlah habiskan makananmu, kita harus segera meninggalkan tempat ini." Ucap Su'er yang mulai merasa panik karena suara hewan itu semakin mendekat.

__ADS_1


Kami pun pergi meninggalkan tempat itu. Berjalan perlahan menyusuri Gurun yang sangat luas. Namun, kami masih belum menemukan adanya Gurun Pasir Putih yang Nenek Su'er maksud.


๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ......


__ADS_2