
Kejadian selanjutnya dalam mimpi yaitu Raja mencium salah satu pipi Freya. Disaat yang sama, bayangan indah suasana mimpi itu tergantikan dengan suasana canggung yang luar biasa. Karena mereka bingung harus menyeimbangkan perasaan mereka saat dalam mimpi dan dalam kehidupan nyata. Yah, itu karena mereka tidak tahu, bahwa mereka bisa bertemu secara nyata dalam mimpi karena pengaruh mutiara itu.
Mutiara yang dimaksud adalah mutiara yang menjadi liontin kalung Raja dan mutiara yang ada dalam tubuh Freya.
"Chang Ge!" ucap Raja tanpa sadar
Freya terkejut dan melirik Raja karena perkataan yang diucapkan Sang Raja.
"*Apa aku tadi salah denger, bukankah tadi dia manggil aku Chang Ge? kenapa kebetulan banget namanya sama kayak dimimpiku? ya ampun, canggung banget nih, heufft, oke, tenang Freya tenang, yang mimpi kan kamu Freya, bukan dia." suara hati Freya
"Astaga, mengapa keadaan ini sama persis seperti dalam mimpiku? jantungku berdetak semakin kencang karenanya, apakah ia mendengar apa yang ku katakan tadi? tapi.. bukankah aku yang memimpikannya, tentang namanya dan keadaan ini, pasti tak akan berpengaruh padanya, ya itu benar, apa lebih baik aku memanggilnya Chang Ge saja seperti dalam mimpiku. Lagipula. wajahnya sama, itu akan mengurangi kecanggunganku saat bersamanya, ku rasa itu akan baik-baik saja selama ia belum mengingat siapa dirinya." suara hati Raja*
Raja pun mengalihkan kecanggungannya dengan mengajak Freya bicara.
"Chang Ge!" panggil Raja dengan lembut
Freya tak percaya dengan apa yang ia dengar. Raja dengan jelas memanggilnya Chang Ge, nama yang sama , wajah yang sama, suara lembut yang sama dan kejadian yang sama seperti dalam mimpinya.
"Heii.. apa kau tidur? Chang ge!! Putri Chang Ge!!" panggil Raja lagi
Mendengar Raja memanggilnya lagi, Freya pun tersadar dari lamunannya.
"Siapa Chang Ge? apa itu namaku?" ucap Freya berusaha tenang
"Ya, namamu Chang Ge, Putri Li Chang Ge. Kau berasal dari Luoyang." jawab Raja
"Li Chang Ge.. Luoyang.. lalu siapa namamu? dan dimana istana mu berada? apakah kau seorang Pangeran? ataukah seorang Raja?," tanya Freya bertubi-tubi
Raja tersenyum mendengar pertanyaan Freya.
"Istana ku berada di Chang'an, untuk yang lainnya kau akan segera tahu nanti," jawab Raja tersenyum
"Bahkan tempat tinggalku dan Istananya sama persis seperti dalam mimpi." suara hati Freya
"Chang Ge, sebenarnya, ini pertama kalinya kau ikut denganku ke Istana. Sebelumnya kau selalu saja menolak bila aku mengajakmu untuk bertemu ibu," ucap Raja
"Ahh benarkah? aku masih belum bisa mengingatnya," jawab Freya
"Selalu menolak bagaimana bang, bukankah ini pertama kalinya kita bertemu dalam dunia nyata? kalau dalam mimpi kita memang sering bertemu, tapi.. dalam mimpi pun aku nggak pernah menolak untuk ikut denganmu ke Istana bang." gerutu Freya dalam hati
********
"Yang Mulia, saya mendapat kabar bahwa Yang Mulia Raja saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke Istana bersama dengan seorang wanita, sepertinya wanita itu seorang Tuan Putri," laporan salah satu pengawal Istana
__ADS_1
"Benarkah? ini berita bagus. Akhirnya ia mendengarkan nasehat ku," ucap Purnaraja, ayah dari Raja
"Kau boleh kembali," perintah Purnaraja pada pengawal itu
Purnaraja sangat senang mendengar berita itu. Berbeda dengan Ibu Ratu yang tahu rahasia besar tentang putranya. Ia tampak sedikit cemas. Ia khawatir, putranya membawa wanita yang salah.
"Leyan, ada apa? apa kau tidak senang mendengar berita yang pengawal bawa tadi?" tanya Purnaraja
"Tidak, bukan begitu Yang Mulia, saya hanya rindu dengan anak itu, akhir-akhir ini bukankah Raja sering sekali keluar Istana dalam waktu yang lama hanya untuk berburu dihutan." jawab Ini Ratu
"Tenanglah Leyan, anak kita seorang Raja, ia tahu apa yang harus ia lakukan, ia pasti baik-baik saja," timpal Purnaraja
********
Freya kini berada didalam Paviliun Anggrek. Nama paviliun aneka jenis bunga digunakan untuk nama tempat tinggal tamu-tamu penting Keluarga Raja, sedangkan paviliun tempat tinggal Keluarga Raja, menggunakan nama-nama hewan. Seperti Paviliun Naga yang digunakan untuk tempat tinggal Raja. Dan Paviliun Phoenix yang digunakan untuk tempat tinggal Ratu.
Freya membaringkan tubuhnya sembarang diatas tempat tidur yang cukup megah itu. Matanya sambil menatap langit-langit ruangan itu.
"Ya ampun, mimpi ini benar-benar menjadi nyata. Tapi, aku harus senang apa sedih ya? Walaupun dia pria yang selalu ku dambakan dalam mimpi. Aku juga pengen selalu bersama keluarga angkatku. Hemmm.. aku harus segera menemukan bunga kristal itu. Agar semuanya semakin jelas." ucap Freya
Freya bangkit dari posisi tidurnya dan beralih duduk didekat jendela. Dari tempat ia duduk terlihat dengan jelas kebun bunga yang indah dan sebuah sungai. Salah satu bagian sungai itu ada yang cukup luas dan ditempatkan sebuah gazebo diatasnya. Membuat suasana hati tenang melihatnya.
Tiba-tiba, Freya teringat dengan keluarga angkatnya.
"Ya ampun, tanggal berapa sekarang? Tanggal 18 kan aku ada job bareng anak-anak. Mana udah kontrak lagi. Aduuh.. gimana ya sama anak-anak? Hemmm, gimana caraku kembali ke rumah?" ucap Freya resah
Di dunia modern, Freya juga merupakan seorang vokalis band, kadang-kadang ia juga mendapatkan job sebagai foto model majalah fashion.
Freya bangun dari posisi tidurnya dan beranjak pindah ke kursi dekat jendela. Dari luar jendela terlihat kebun bunga yang sangat indah dan sungai dengan air yang jernih. Salah satu bagian dari sungai itu ada yg permukaannya lebih luas dan terdapat sebuah gazebo diatasnya. Ditambah angin yang berlarian kesana kemari. Menambah kesan sejuk dalam lingkup taman itu. Membuat mata termanjakan melihatnya.
"Tok.. tok.. tok" suara ketukan pintu dari luar
"Tuan Putri, saya pelayan Yi dari Paviliun Naga, saya bersama beberapa pelayan, membawa makanan dan beberapa perlengkapan lain untuk anda," ucap seorang pelayan dari luar pintu
"Ya, masuklah," sahut Freya
"Cekreeekk" suara pintu terbuka
Beberapa pelayan pun masuk ke ruangan itu. Mereka berjejer rapi dan menundukkan kepala.
"Hormat pada Tuan Putri" ucap seluruh pelayan yang ada diruangan itu sambil sedikit membungkukkan kepala mereka
"Tuan Putri, saya pelayan Yi dari Paviliun Naga. Ini pelayan Mi. Mulai sekarang ia dan pelayan lainnya akan membantu segala kebutuhan Putri di paviliun ini." ucap pelayan Yi
__ADS_1
"Hormat Tuan Putri" ucap pelayan Mi dan beberapa pelayan lainnya sambil memberi tanda hormat pada Freya
"Baiklah, terimakasih pelayan Yi, kau boleh kembali sekarang." ucap Freya
Pelayan Yi pun memberikan tanda hormat pada Freya dan berjalan mundur meninggalkan ruangan itu.
"Banyak sekali, semua ini untukku?" tanya Freya
"Benar Putri, Yang Mulia Raja sendiri yang memerintahkannya pada kami," jawab pelayan Mi
"Apa? Yang Mulia Raja katamu?" tanya Freya terkejut
"Benar Putri, Yang Mulia Raja Ashile Sun sendiri yang memerintahkannya pada kami," jawab pelayan Mi
Freya tidak menyangka bahwa pria yang membawa ke Istana adalah benar seorang Raja, sama seperti dalam mimpinya.
"Baiklah, simpan saja semua itu diatas sana, aku akan melihatnya nanti," ucap Freya sambil menunjuk ke sebuah laci yang cukup besar.
"Dan semua makanan ini, letakkan saja diatas meja itu," perintah Freya sambil menunjuk ke sebuah meja disamping tempat tidurnya.
"Selain pelayan Mi, kalian semua istirahatlah lebih dulu, bila semua tugas kalian disini sudah selesai, aku masih perlu bantuan dari pelayan Mi." perintah Freya lagi
"Baik Putri" sahut seluruh pelayan bersamaan
Mereka pun memberi tanda hormat pada Freya dan berbalik meninggalkan ruangan itu setelah tugas mereka selesai.
********
...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author,...
...Bisa tambahin semangat author loh 🤗...
...Caranya cuma tekan...
...Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤩...
...Gampang banget kan....😁...
...Mohon dukungannya juga ya teman-teman...
...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya 😍...
...Terimakasih🙏🤗😘...
__ADS_1