
( Gurun Pasir Putih )
"Baiklah. Aku akan mengambilnya." Ucapku pada sang Naga.
Aku pun melangkah perlahan kearah batu kristal berbentuk pedang itu. Ku ulurkan tangan kananku untuk memegang pegangan batu pedang itu.
Sesuatu pun terjadi padaku saat batu pedang itu berhasil ku pegang.
Seketika, disekeliling tubuhku berterbangan cahaya biru. Sangat menyilaukan. Dan tiba-tiba gantungan kunci pemberian Nenek Raja itu terlepas dari hanfuku.
Gantungan itu melayang terbang. Dan batu kristal itu pun berubah menjadi cahaya biru. Lalu semua cahaya itu, terserap oleh gantungan kunci itu.
Tiba-tiba gantungan itu bergetar. Kembali mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan.
Seketika gantungan itu berubah menjadi sebuah pedang yang sangat indah. Dilengkapi dengan sarung pedang biru yang transparan seperti kristal kaca.
Gagang pedang itu pun berwarna biru transparan seperti kaca. Dan berhiaskan awan serta bunga edelweis cantik, yang sama seperti simbol Dewi Bunga.
"Ambillah pedang itu Yang Mulia." Ucap Naga itu sopan.
Aku pun mengambil pedang itu. Dan seketika keajaiban kembali terlihat di depanku. Tepat di depanku itu, muncullah sebuah gerbang yang sangat indah. Gerbang itu dihiasi dengan berbagai macam jenis bunga.
"Masuklah Yang Mulia. Itu adalah Kebun Bunga Dewi yang kau cari." Ucap Naga itu lagi.
Pedang dengan pegangan dan sarung kristal itu menghilang. Masuk kedalam ruang penyimpananku.
Aku dan Su'er pun bergegas memasuki kebun itu. Kebun Bunga itu lebih indah dari Taman Bunga Apung yang ada di Taman Nenek Raja.
Kami pun semakin menjelajah Kebun Bunga itu. Aku semakin terkejut saat melihat isi Kebun Bunga itu.
"Ternyata banyak sekali tanaman obat langka di dalam Kebun Bunga ini. Ayo Su'er, kita harus segera mendapatkan Bunga Kristal itu." Ucapku lembut pada Su'er.
Kami pun mencari Bunga Kristal itu. Aku lalu memejamkan mataku untuk menemukan letak Bunga Kristal itu.
Dan ternyata Bunga Kristal itu tumbuh tepat disudut kanan Kebun itu. Saat ku membuka mata, kami pun melangkah menuju tanaman Bunga Kristal itu.
"Bunganya disana Su'er. Ayo kita kesana?" ucapku pada Su'er.
__ADS_1
Su'er dengan patuh mengikutiku menuju tanaman Bunga Kristal itu.
"Apa benar ini bunganya Freya?" tanya Su'er padaku, saat kami berada tepat di depan Bunga itu.
"Ya. Ini Bunganya. Hanya Bunga ini yang kulihat dalam penglihatan khususku itu." Ucapku pada Su'er, lalu ku petik satu tangkai Bunga itu.
Dalam tanaman itu terdapat beberapa Bunga Kristal yang tumbuh indah. Bunga itu sangat cantik. Bersinar biru muda dan cukup transparan seperti kaca.
Tiba-tiba Bunga Kristal itu lolos dari tanganku dan melayang terbang bebas keatas. Bunga itu mengeluarkan cahaya biru yang sangat menyilaukan. Dan seketika, cahaya itu masuk kedalam tubuhku. Begitu juga dengan Bunga Kristal itu.
"Aaaaaaaaaahhhk." Teriakku kencang saat Bunga Kristal itu menembus masuk kedalam tubuhku.
Tubuhku langsung luruh keatas rerumputan begitu saja. Entah karena terkejut atau karena besarnya kekuatan Bunga Kristal itu.
Tapi yang jelas, seluruh tubuhku seperti remuk bagaikan dihantam oleh beberapa batu berduri. Cukup perih dan sakit.
"Freya.. Chang Ge.. Apa yang terjadi padamu?" ucap Su'er yang panik saat melihat tubuhku ambruk keatas rerumputan.
Su'er langsung memangku kepalaku diatas pahanya. Ia sungguh cemas melihatku yang sangat kesakitan.
Tubuhku semakin lemah. Ku pegang erat tangan Su'er, karena sakitnya menahan rasa itu. Ku pejamkan mataku. Aku berusaha tetap kuat untuk menahan rasa sakit itu.
Namun tiba-tiba tubuhku melayang terbang. Seketika tubuhku menjadi panas. Entah apa penyebabnya. Namun rasa sakit yang menyelimutiku semakin besar ku rasakan. Sangat panas dan perih.
Tubuhku bagaikan terbakar api. Semua sel tubuhku seolah-olah pecah. Tulangku seakan remuk menjadi abu. Dan melayang terbang jauh ke udara.
Karena sesaat kemudian, tubuhku terasa sangat ringan. Benar-benar terasa seperti sebuah kertas yang melayang.
Namun rasa dingin tiba-tiba datang. Menyelimuti tubuhku yang terasa ringan itu. Aku kembali teriak kesakitan. Sakit. Aura dingin itu menekan tubuhku sangat kuat.
Membuat tubuhku bergetar. Semakin lama tubuhku terasa semakin kaku. Mulai membeku terbawa aura dingin itu. Benar-benar sesak. Nafasku seakan tercekat.
Seluruh tubuhku benar-benar mati rasa. Hanya sisa deru nafasku lemah yang terasa. Beberapa saat, aku tak bernafas. Karena seluruh tubuhku benar-benar kaku menjadi es.
Mataku tak bisa berkedip. Otakku pun seakan tak bisa berfikir. Hatiku bahkan tak merasakan apapun. Hanya rasa sakit yang masih bisa kurasakan pada tubuhku.
Tiba-tiba tubuh esku meledak. Memberikan rasa sakit yang ribuan kali lipat kurasakan. Tubuhku hancur, menjadi beberapa kepingan yang terbang bebas melayang. Dan, tak kurasakan rasa apapun lagi.
__ADS_1
"Freyaaaaaaa." Teriak Su'er histeris melihat tubuh esku yang hancur menjadi beberapa bagian. Ia terduduk di rerumputan Kebun itu. Menangis sejadinya. Merasa sakit karena kehilanganku.
"Kenapa harus begini? Tubuhmu pasti tak kuat menahan kekuatan Bunga Kristal itu. Harusnya sejak awal aku melarangmu untuk melakukan semua ini Freya. Hiks.. Hiks. Freyaaa." Ucapnya sedih yang menyesali keputusannya. Ia kembali menatap beberapa kepingan sisa tubuhku itu.
Namun sesaat kemudian, beberapa kepingan itu bersinar. Mengeluarkan cahaya biru yang sangat terang.
Beberapa kepingan itu lalu saling berdekatan. Menyatu, membuat sebuah kepingan baru yang lebih besar. Mengeluarkan cahaya yang lebih menyilaukan.
Perlahan, kepingin itu menumbuhkan sebuah tubuh baru. Sempurna dengan semua bagiannya yang lengkap. Dengan rambut panjang yang menjuntai indah, berwarna Unicorn Pink.
Seketika Su'er menyaksikan kejadian langka itu. Ia tersenyum senang, melihat kembali pulihnya tubuhku dari kepingan es itu.
Namun tubuhku masih diselimuti cahaya. Dan saat ini tubuhku benar-benar polos tak memakai sehelai kain pun.
Dan tiba-tiba, beberapa dedaunan Kebun Bunga itu berhamburan, melayang terbang kearahku. Dedaunan itu berkumpul dan berputar, menari-nari indah diatas tubuhku.
Dedaunan itu berubah menjadi kumpulan cahaya hijau. Dan sesaat kemudian, bagian kecil cahaya itu terbang bebas, berhamburan mengitari tubuh polosku.
Menciptakan sebuah hanfu berwarna hijau yang sangat indah, yang melekat pada tubuh baruku.
"Freyaa kau kah itu sayang?" ucap Su'er pelan dan suaranya terdengar sangat lembut.
Su'er sangat bahagia melihat tubuh baruku. Matanya berkaca-kaca. Ia meneteskan air mata bahagianya.
Aku pun perlahan membuka mataku. Memandang langit yang sangat cerah, dan beberapa cahaya hijau yang masih menari disekitar tubuhku.
Tubuhku yang melayang, beberapa saat kemudian pun mendarat keatas rerumputan.
"Hap." Pijakan kakiku sempurna yang telah bersentuhan dengan rerumputan itu.
"Su'er." Ucapku lembut padanya saat menatapnya yang juga sedang menatapku.
"Freyaaa." Balas Su'er yang kemudian lari menghamburkan tubuhnya di pelukanku.
๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ........
__ADS_1