Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 19_Rencana Jahat Yuning


__ADS_3

"Ibu, bersabarlah. Aku pasti akan mencari keberadaan Kakek Su'er dan menemui Nenek Su'er dilautan sana bu. Akupun akan berusaha untuk segera mendapatkan bunga kristal itu bu." Sahut Freya


"Terimakasih Freya, Putriku." Sahut Ibu Raja, memeluk calon menantunya itu


"Ya ibu, jangan terlalu sungkan kepadaku. Ibu, berasal darimana Yuning itu? Apakah dia benar-benar tidak akan menjadi ancaman bagi Su'er lagi? Aku sedikit khawatir tentang penjahat itu bu," ucap Freya


"Dia adalah Raja di Gurun Utara. Dia sangat berpengaruh pada kemajuan Gurun Besar. Kau tak perlu harus berurusan dengannya nak. Akan sangat berbahaya bila hal itu terjadi. Sudah cukup hanya ibu dan Su'er saja. Jangan sampai ada yang lain lagi. Karena hal itu pula, ibu sampai harus merahasiakan tentang keadaan Su'er pada Raja. Bila Raja tahu, mungkin beberapa tahun terakhir ini, dunia tak akan damai seperti sekarang. Mungkin peperangan akan terjadi entah sampai kapan," ucap Ibu Raja


"Tapi kaulah orang yang paling menderita disini ibu. Bila aku menjadi dirimu, entah aku akan melakukan hal yang sama denganmu atau aku malah selalu bergantung pada suamiku," ucap Freya


"Sebenarnya, ibu tak pernah menginginkan menjadi istri dari seorang Raja. Ibu tak pernah mengharapkan posisi Permaisuri ini. Ibu hanya ingin menikahi orang yang sangat ibu cintai. Dan menjalani hidup bahagia berdua disebuah rumah yang sederhana. Itu lebih dari cukup. Karena sebuah posisi besar yang kau dapat, akan membuatmu melakukan sebuah pengorbanan yang besar pula," ucap Ibu Raja


"Kau benar-benar sangat mulia ibu. Aku pasti akan berusaha, agar kau dapat hidup kembali ibu," ucap Freya


*****


# mimpi Freya kita skip dulu ya guys, mampir dulu dalam kejadian nyata #


"Siapa gadis itu? Kau bilang, Su'er sendiri yang membawanya kedalam Istana? Hemm. Ini menarik. Selama ini, ia selalu menolak untuk dinikahkan dengan seorang Putri dari Kerajaan Besar. Pasti ada sesuatu yang tidak ku ketahui. Siapkan pasukan. Buat rencana. Kita akan mendapatkan gadis itu." Ucap Raja Gurun Utara (Liu Yuning)


*****


Raja terus memandangi wajah cantik pujaan hatinya. Dengan posisinya yang duduk, satu tangannya menyangga kepalanya dan tangan satu lagi memegang tangan pujaan hatinya.


"Chang Ge, apa yang kau mimpikan? Dimana kau bermimpi sayang? Mengapa kita tak pernah bertemu dalam mimpi lagi? Kembalilah sayang. Jangan tinggalkan aku. Aku sangat merindukanmu," ucap Raja

__ADS_1


Raja pun melepaskan salah satu tangannya dari pipinya, membuat posisinya menjadi duduk tegap. Ia lalu mengecup tangan lembut sang pujaan hatinya itu. Tangan satunya lagi menyusul membelai manja kepala dan rambut gadis itu. Kegiatannya terhenti saat ia dikejutkan oleh suara Pengawal Mu yang sepertinya membawa berita penting dan sangat mendesak. Karena pria itu langsung masuk ke Pavilun Raja, tanpa meminta ijin terlebih dahulu.


"Maafkan aku Yang Mulia, karena telah lancang menerobos masuk kedalam tanpa meminta ijin dariMu dulu. Aku ingin menyampaikan, bahwa saat ini pusat kota dan pasar telah diserang Yang Mulia. Salah satu prajurit melaporkan, bahwa beberapa diantara perusuh itu sepertinya tahu kegiatan Ibu Ratu. Mereka mengikuti perjalanan Ibu Ratu ke kuil Yang Mulia" ucap Pengawal Mu.


Raja langsung berdiri dari duduknya mendengar berita yang Mu Jin bawa.


"Apa? Mereka mengincar Ibu. Tidak, aku tidak bisa membiarkan hal buruk terjadi pada Ibu. Dimana ayah sekarang?" sahut Raja


"Yang Mulia Purnaraja saat ini sedang dalam perjalanan menyusul Ibu Ratu Yang Mulia," jawab Pengawal Mu


Raja berbicara sambil memakai pakaian pelindungnya.


"Ayah, mengapa dia tak menungguku dulu. Aku akan menyusul ayah. Kau tetap disini. Dan lindungi Putri." Perintah Raja pada Pengawal Mu


Raja pun bergegas menunggangi kudanya. Melaju dengan cepat untuk menyusul Ayah dan Ibu Ratu. Saat dalam perjalanannya, ia dikejutkan karena ia mendapatkan serangan dadakan dari sekelompok orang yang menutupi sebagian wajah mereka. Raja pun turun dari kuda nya. Dan langsung menarik pedangnya dari sarung pedang itu. Ia ikut bergabung dalam pertarungan sengit itu. Ia menebas leher para perusuh itu satu persatu. Dengan gerakan ayunan pedang yang sangat lincah. Banyak dari perusuh itu yang tak sadarkan diri karena sayatan pedangnya dan membuat mereka tergeletak ditanah. Tapi ia menyisakan seorang perusuh saja. Dan hendak menginterogasinya. Namun saat Raja mulai mendekati perusuh itu, tiba-tiba datang sebuah anak panah yang entah darimana datangnya menancap ke dada perusuh itu. Membuat perusuh itu tergeletak tak bernyawa. Raja mengecek anak panah itu. Dan ternyata anak panah itu mengandung racun.


"Sialaan. Mereka mengawasiku." ucap Raja mendengus kesal


Seorang pria yang berada dibawah pohon yang letaknya cukup jauh dari tempat Raja berdiri, tampak tersenyum senang memperhatikan kekecewaan Raja. Pria itu adalah salah satu kelompok perusuh yang mengganggu Raja tadi. Ia lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk melaporkan hasil kerjanya pada atasannya. Karena Raja tak berhasil mendapatkan informasi dari perusuh tadi, ia lalu berniat untuk melanjutkan kembali perjalanannya menyusul Ayah dan Ibunya. Tapi ia kembali dikejutkan oleh sesuatu. Ia menghentikan kegiatannya saat mendengar suara raungan binatang yang ia kenal. Ia menoleh dan melihat Leo lah yang mengganggu perjalanannya. Ia pun tak jadi menaiki kudanya. Lalu ia menghampiri harimau itu.


"Leo mengapa kau menggangguku disini?Kembalilah ke Istana dan temani Chang Ge. Aku harus menyusul Ayah dan Ibu." Ucap Raja pada harimau itu


Raja membelai kepala harimau itu. Saat ini Raja sedang dalam posisi berlutut dengan satu kaki saja yang lututnya menempel ke tanah. Namun sang harimau menggeleng dan mengaum agak keras, saat Raja menyuruhnya untuk kembali ke Istana. Harimau itu lalu memegang tangan Raja dan menarik-narik tangan itu seakan memberi kode untuk ikut kembali bersamanya ke Istana. Raja kembali membelai kepala harimau itu. Namun harimau itu menepis keras tangan Sang Raja. Raja pun terkejut.


"Hei Leo, ada apa? Mengapa kau marah? Apa kau ingin ikut bersamaku menyusul ayah dan ibu? Leo itu sangat berbahaya. Kembalilah ke Istana sekarang." Ucap Raja

__ADS_1


Leo tidak merespon ucapan Raja. Ia hanya kembali mengaum. Namun saat ini aumannya lebih lembut. Ia terlihat sangat lemah. Leo lalu mengusap-usap dadanya yang sakit. Dan darah dari dadanya itu berpindah ke tangannya. Lalu ia kembali memegang tangan Raja, seakan menunjukkan bahwa saat ini ia sedang terluka. Raja kembali terkejut, melihat darah pada tangan Leo berpindah pula pada telapak tangannya.


"Darah? Leo tanganmu berdarah? Tidak, ini bukan dari tanganmu. Tadi tanganmu jelas baik-baik saja. Dadamu...." Ucap Raja terhenti dan langsung melihat dada si Leo.


Benar saja, sebuah luka bekas sayatan dari sebuah pedang jelas terlihat disana. Luka itu terus mengeluarkan darah. Namun Leo segera menghentikan Raja yang sedang memeriksa lukanya. Ia tidak memperdulikan rasa sakit didadanya. Ia kembali memegang tangan Raja dan menarik-narik tangan itu. Seakan memberikan sebuah isyarat untuk segera kembali ke Istana. Namun tiba-tiba Leo ambruk jatuh ke tanah. Ia mengaum lemah. Ia tak bisa lagi menahan sakitnya efek sayatan pedang itu. Raja pun semakin panik.


"Leo. Leo. Mengapa kau bisa seperti ini. Bertahanlah Leo, pengawal akan membawamu pada tabib Istana." Ucap Raja panik dan memangku tubuh lemah Leo


"Astaga, manusia ini. Mengapa dia tidak langsung mengingat Ratu saat melihatku terluka seperti ini. Bagaimana aku memberitahunya bahwa Ratu dalam bahaya. Tapi tubuhku sangat lemah saat ini. Sakit sekali," suara harimau itu yang tak terdengar oleh *Raja


...********...


...Hai guys, ini karya perdanaku...


...Mohon dukungannya ya🤩...


...Yang udah pada mampir,...


...Semoga kalian sehat selalu ya,...


...agar bisa terus simak bab-bab selanjutnya😍...


...Dan jangan lupa buat sempetin bagi Like, Komen dan Votenya....


...Terimakasih 🙏🤗😘*...

__ADS_1


__ADS_2