
"Chang Ge. Aku rindu tempat tinggalmu. Apakah kita bisa benar-benar kesana seperti dalam mimpi itu?" ucap Raja Sun.
"Entahlah Yang Mulia. Aku pun sangat berharap agar aku bisa kembali di duniaku. Aku sangat merindukan ibu." Sahut Freya sedih
Setelah beberapa lama perjalanan. Mereka memutuskan untuk beristirahat disalah satu sudut hutan. Mereka turun dari kudanya. Lalu duduk dibawah sebuah pohon rindang yang cukup besar. Raja Sun lalu menyuapi Freya sebuah jeruk. Sesekali ia menyuapi jeruk itu dengan mulutnya. Mereka pun tersenyum, kembali merasakan manisnya cinta yang begitu nyata. Bibir mereka pun kembali bertemu. Mengecup lama bibir itu dan mengulumnya. Selalu betah .Semakin lama terasa semakin sangat menggoda.
...****************...
[ Tebing Hutan ]
Saat ini Freya dan Su'er telah berada dipinggir sebuah tebing yang sangat tinggi. Mereka berdua berdiri, melihat pemandangan didepan mereka. Hamparan beberapa rumah dan pepohonan yang terlihat seperti beberapa kotak kecil dan beberapa lumut. Raja Sun lalu memeluk pinggang kekasihnya dari belakang. Ia mencium salah satu tempat dileher sang kekasih. Membuat sedikit tanda merah yang berhasil menciptakan rasa geli nan nikmat bagi sang pemilik leher. Leher itu membuat candu tersendiri bagi Raja Sun. Tempat kesukaannya untuk bermanja mesra dengan sang pujaan hati.
"Chang Ge, aku sangat merindukanmu. Dapatkah kita melakukannya lagi didunia ini?" Ucap Raja Sun penuh gairah.
"Yang Mulia. Bersabarlah. Jangan seperti ini." Ucap Freya sangat lembut.
"Lalu apakah kita harus melakukannya dalam mimpi saja? Katakanlah sayang, jangan menyiksaku!?" ucap Raja Sun yang semakin tak menahan hasratnya.
Freya hanya tersenyum malu. Selama ini mereka memang sering melakukan hubungan intim sebagai suami istri didalam dunia mimpi. Namun mereka tak melakukannya lagi setelah mereka berdua tahu keistimewaan tentang mimpi itu.
"Chang Ge!" suara serak Raja Sun yang semakin nafsu mengecup leher kekasihnya.
"Bagaimana jika seperti ini?" tanya Freya yang mendekap junior Sang Raja dengan salah satu tangannya.
"Aahh Chang Ge. Lebih Cepat." Lirih Sang Raja yang tangannya entah sejak kapan telah mendaki kedua gunung itu.
__ADS_1
...****************...
"Chang Ge berapa lama perjalanan kita untuk sampai ke istana nenekku?" tanya Raja Sun penasaran.
"Aku belum tahu pasti Su'er. Karena ibu tak menceritakan hal itu padaku. Ia hanya berkata bahwa aku dan kau bisa bernafas didalam air, karena mutiara-mutiara itu." Penjelasan Freya.
"Aku masih belum bisa menentukan keputusanku tentang Yu Ning. Karena dia, ibu menjadi sangat menderita. Tapi karena dia juga, aku bisa bertemu denganmu sampai sekarang. Apa yang harus aku lakukan Chang Ge?" keluh Raja Sun.
"Ikuti saja apa kata hatimu Su'er. Lagipula Yu Ning sudah berjanji untuk tidak akan pernah menyerang Istana Tang." Ucap Flora
"Dia melakukannya? Bagaimana mungkin? Bukankah sejak dulu ia sangat ingin mengambil tahtaku." Sahut Raja Sun.
"Bukankah kau telah melihatnya?!" jawab Freya lembut.
"Melihatnya? Apa pertarungan waktu itu yang kau maksud?" tanya Raja Sun.
"Banyak? Hemm.. Apa kau tau berapa jumlah mata-mata itu Chang Ge?" tanya Raja Sun.
"Tidak Su'er. Tapi kau tenang saja, aku bisa mengenali semua mata-mata itu!" sahut Freya.
"Baiklah. Ayo kita lanjutkan perjalanannya Chang Ge?" ucap Raja Sun.
"Ya Su'er." Sahut Freya tersenyum manis.
...****************...
__ADS_1
[ Tepi Pantai ]
Freya dan Raja Sun hampir sampai di tempat tujuan mereka. Saat ini mereka berada disalah satu pantai. Lokasi yang mereka tuju adalah pulau misterius yang berada ditengah lautan itu. Dan hanya orang-orang khusus yang dapat melihat perwujudan pulau itu. Untuk memasukinya pun tidak sembarangan orang yang bisa. Hanya orang-orang pilihan yang memiliki mutiara duyunglah yang bebas keluar masuk dari pulau itu.
"Kita hanya perlu sampai ke tengah lautan ini untuk bisa melihat perwujudan pulau misterius itu. Su'er apa kau siap?" tanya Freya pada kekasihnya.
"Aku selalu siap Chang Ge. Ayo." Sahut Raja Sun yang menggandeng salah satu tangan Freya.
Mereka lalu berjalan bersama menuju ke tengah lautan. Saat kedalaman air sampai ke pinggang, mereka langsung meluncurkan tubuh mereka kedalam air. Berenang bersama membelah lautan yang luas. Dengan bergandengan tangan, saling melirik dan tersenyum mamis. Sesekali mereka menyapa ikan-ikan kecil yang saling berpapasan. Ikan-ikan itu seakan menari-nari mengitari Freya dan Su'er. Mereka kembali tersenyum, sangat bahagia. Berdua, menikmati keindahan alam didasar laut itu. Mereka pun kembali berenang untuk melanjutkan perjalanan. Cukup lama mereka berenang. Sampai dari jauh terlihat cahaya putih yang besar didepan mereka. Cahaya itu bersinar dari dasar laut sampai ke permukaan. Mereka lalu berenang ke permukaan, untuk mengecek keadaan sekitar. Dan nampaklah perwujudan dari pulau misterius itu. Pulau Duyung. Pulau yang sangat indah. Pulau yang merupakan pintu masuk menuju Istana Duyung. Pasir di pulau itu berwarna putih dengan air yang sangat jernih. Sampai dasar laut pun bisa terlihat jelas dari permukaan. Mereka pun berenang kembali mendekati pulau itu.
[ Pulau Duyung Misterius ]
Setelah sampai di tepian, Freya mengeluarkan sebuah kerang yang ia jadikan kalung dan melingkar dileher indahnya.
"Nguuung.. nguuuuung.. nguuuuuuuung." Bunyi khas dari terompet kerang yang Freya tiup.
"Hah? suara itu? Yi'er kau mendengarnya? Mereka datang." Ucap Nenek Raja Sun semangat.
"Ya itu mereka. Ayo kita sambut cucu-cucu kita Xi'er." Sahut Kakek Raja Sun yang gembira.
Mereka pun bergegas menuju ke tepian pantai itu. Dari pandangan Freya dan Su'er nampaklah seorang lelaki dan wanita yang berjalan menghampiri mereka.
"Apakah mereka kakek dan nenekku Chang Ge?" tanya Raja Sun.
"Ya Su'er. Lihatlah, sekarang Kakekmu adalah seorang Raja. Mereka sangat serasi." Ucap Freya tersenyum manis.
__ADS_1
"Seperti kita Chang Ge." Sahut Raja Sun penuh senyuman.
...๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ........ ...