
Disepanjang perjalanan, ia terus menitikkan air mata. Air matanya lalu berubah menjadi sebuah mutiara putih yang cantik. Mutiara itu berjejer turun, bagaikan hujan salju yang indah. Hujan mutiara yang berenang bebas jatuh kedasar lautan.
"Aku tidak akan menyesalinya. Putraku Ashile Sun. Bersabarlah sayang. Kau tidak akan merasa kesakitan lagi. Kau akan selamat dan hidup bahagia." Suara hati Ibu Raja Sun
*****
"Akhirnya gue bisa kembali ke kota ini. Cuaca yang panas ini, kangen banget gue. Emmm, gimana kabarnya bidadari gue ya? Terakhir ketemu dia pas lulus SMA. Dia pasti tambah cantik.Ohh My Angel bersabarlah, aku segera datang." Ucap seorang pria dengan begitu percaya diri.
Pria itu adalah Rio Bramasta. Teman SMA Freya dulu. Sejak dulu pria itu sangat mengagumi kecantikan Freya. Saat masih sekolah, ia tak pernah malu untuk mendekati sang pujaan hatinya. Hampir setiap saat ia selalu mencari perhatian gadis yang disukainya itu.
"Whats up bro, gue ada di Cirebon nih, baru aja sampe," ucap Rio
"Wiiih orang Bandung. Baik gue yo. Betah ya lo disana. Tahun berapa sekarang, baru mudik lo," ucap Ardhan dari seberang telpon
"Hehee, ya betah nggak betah Dhan. Lo sendiri tau, gue ada band di Bandung. Jadi ya sibuk kuliah sibuk ngeband gue Dhan," ucap Rio
"Emang sekarang lo udah nggak ngeband lagi, kok mudik?" tanya Ardhan
"Kangen gue dhan sama adek lo, hehe. Eh iya Dhan, gimana kabar my angel. Dia belom nikah kan? Hehe," tanya Rio
"Sialan lo, doain Freya jadi perawan tua apa?" sahut Ardhan
"Hahahaa, bukan gitu bang Dhan. Gue kan harus jadi pilihan pertama calon suami terbaik buat adek lo bang, hahahaa," jawab Rio
"Anjirr, siapa juga yang mau punya ipar kaya Lo. Ngarep Lo. Gila, narsis lu nggak ilang ya dari dulu. Apa nggak laku ya Lo di Bandung? Hahahaa," ucap Ardhan
"Sialan lo Dhan. Cakep kaya gini, Lo bilang nggak laku. Lo nggak tau aja kalo gue tampil, banyak cewe yang teriakin nama gue, minta fotolah, nomer Whatsapplah segala macem deh pokoknya. Banyak cewe yang ngasih gue hadiah juga Dhan. Gue ini tipe cowo yang setia Dhan. Udah setia ,ganteng, terkenal lagi. Beuuh. Freya nggak bakal nyesel sama gue Dhan," celoteh Rio
Ardhan sedikit bosan mendengar perkataan temannya itu. Ia reflek menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ulah si Rio.
"Hahh percuma gue ngomong sama Lo. Bikin kepala gue nyeri tau nggak dengernya," ucap Ardhan
"Hehee. Sorry Dhan. Jangan gitulah. Eh gimana Freya Dhan?" tanya Rio
"Freya dia.... Emmm Freya hilang dirumah sakit beberapa hari yang lalu yo. Sampai sekarang belom ada kabar tentang dia. Kemaren gue udah tanya sama anak-anak kampus tapi nggak ada yang tau soal Freya," jawab Ardhan
"Apaa? Freya hilang? Dirumah sakit? Ya ampuun, gimana ceritanya Dhan? Gue nyesel banget ni baru balik sekarang. Ya allah Freya," ucap Rio terkejut dan resah
__ADS_1
"Iya, jadi sebelumnya Freya tuh kecelakaan. Nah baru beberapa jam dirawat disana, tiba-tiba dia nggak ada aja diruang rawat. Tau deh, gue juga pusing mikirinnya Yo. Gue takut Freya kenapa-napa, besok gue sama Fachry rencananya mau ke Radar. Mau bikin berita tentang Freya. Semoga aja dengan berita itu, Freya bisa segera ketemu," ucap Ardhan
"Ya allah Freyaaa. My angel. Yaudah Dhan, besok gue juga ikut ya ke Radar. Ohiya Dhan, dimana markas kalian? Gue mau mampir ya?" ucap Rio
"Oke. Nanti Lo ke rumah lama gue aja, markas kita disana. Lo masih inget nggak?" jawab Ardhan
"Rumah lama Lo, emmmm, bentar-bentar gue inget-inget, rumah lama Lo tuh yang deket rumah sakit kan? Apa tuh nama rumah sakitnya, emmm, gunung gunuuuuung. ..." ucap Rio panjang karena berfikir
"Gunung Jati!" sahut Ardhan
"Nah iya itu maksud gue, gunung jati , ya ampun baru beberapa tahun aja udah lupa gue, hahaa," ucap Rio
"Dasar Lo, muka aja yang ganteng, daya inget mah tetep aja mines dari dulu, hahahaa" sahut Ardhan
"Parah Lo Dhan. Liat ni kalo ketemu. Lo pasti terpesona sama gue, hehee," ucap Rio
"Dih amit-amit, siapa juga yang mau liatin Lo, mending liatin Foto Freya. Hahahaa. Udah ahhh ribet amet si Lo, jadi mau ikut nggak si besok?" sahut Ardhan
"Hehehe. Iya iya sorry. Jadilah Dhan gue ikut. Gue juga khawatir sama Freya," ucap Rio
"Yaudah besok Lo ke markas. Kumpul jam 9, jam 10 kita otewe," sahut Ardhan
*****
"Gimana pah? Udah ada kabar tentang Freya?" tanya Ibu Maryam (ibu angkat Freya)
"Belum mah. Tapi polisi masih terus nyelidikin kasus ini. Dias belum pulang?" tanya Pak Affandy (ayah angkat Freya)
"Belum pah. Tadi Dias chat mamah, katanya dia mampir kerumah temennya dulu. Si Serly itu loh pah. Kata Dias, dia kena tipes," ucap Bu Maryam
"Serly anaknya Ilham itu mah? Temen SD papah? Dia tuh suka kan sama Ardhan?" sahut Pak Affandy
"Iya pah, Serly anak temen SD papah itu. Papah tau dari mana dia suka sama Ardhan? gosip aja nih papah, udah kaya ibu-ibu sebelah," ucap Bu Maryam
"Hahaha. Mamah ini, masa papah disamain sama ibu-ibu sebelah. Papah kan merhatiin tiap temen Dias yang main mah. Nah saat itu, si Serly tuh selalu caper sama Ardhan mah. Papah kan pernah muda mah, tau lah anak jatuh cinta gimana, hehee," ucap Pak Affandy
"Hemmm, papah ini. Udah lah pah, kalo soal cinta biar anak-anak yang nentuin sendiri. Kita restuin kalo anak itu anak baik-baik, tapi kita nasehatin si Ardhan kalo cewenya itu anak yang nggak bener," ucap Bu Maryam
__ADS_1
"Iya mamah sayaaang. Lagian papah kan cuma cerita mah bukan jodohin Ardhan sama Serly. Hemmm, mamah ini, udah ahh papah mau liat bola aja," sahut Pak Affandy
"Ihh papah, dibilangin malah kabur, hemm." Ucap Bu Maryam
*****
# Cerita berlanjut kedalam mimpi Freya yang bertemu dengan Ibu Kandung Raja Ashile ya guys #
"Shiba, syukurlah kau kembali. Tubuh Su'er semakin dingin. Aku khawatir, ia tak kuat menahan sakitnya. Lihat Shiba, sepertinya Su'er semakin kesakitan. Dia menangis tanpa henti sejak tadi. Bagaimana ini Shiba? Kau sudah bertemu dengan ibumu? Apa katanya? Apakah racun dalam tubuh Su'er bisa dihilangkan? Shiba, apa yang terjadi? Mengapa kau tak menjawabku Shiba?" tanya Li Leyan tanpa henti
Permaisuri Luo Shiba pun, langsung menyambar anaknya dari gendongan Leyan. Ia lalu menenangkan putranya yang menangis dan memberinya asi.
"Bagaimana aku menjawabmu, jika kau tak memberikanku kesempatan untuk berbicara Leyan? Lihatlah nak, bibimu ini begitu menyayangimu. Kau sangat beruntung memilikinya," ucap Permaisuri Luo Shiba tersenyum
"Shibaaa, disaat seperti ini kau masih sempat untuk memujiku. Shiba lihat, anakmu ini kesakitan," ucap Leyan gemas
"Putraku akan baik-baik saja Leyan. Ia pasti selamat dari racun dingin itu. Leyan aku ingin meminta sesuatu darimu. Maukah kau mengabulkannya?" ucap Ibu Raja Sun
"Memangnya apa yang bisa ku berikan pada Permaisuri Negeri ini? Katakanlah apa yang kau mau dariku Shiba?" sahut Leyan
"Leyan, menikahlah dengan Yang Mulia Raja," ucap Ibu Raja Sun
"Apa? Aku menikahi Raja? Shiba, apa kau sadar dengan apa yang kau katakan itu? Bagaimana bisa kau meminta hal seperti itu?" sahut Leyan
...********...
...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author, ...
...Bisa tambahin semangat author loh 🤗...
...Caranya cuma tekan...
...Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤩...
...Gampang banget kan....😁...
...Mohon dukungannya juga ya teman-teman...
__ADS_1
...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya 😍...
...Terimakasih🙏🤗😘...