Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 36_Gurun Utara Diserang


__ADS_3

"Yu Ning sialan. Beraninya dia mengungkit semua itu. Semua itu terjadi karena dia. Dia lah yang telah mengambil Ayah dan Istanaku. Jika bukan karena dia, mungkin saat ini aku sudah menjadi seorang Ratu di Gurun Utara. Aaaaaarrrrrggghh. Yu Ning Keparat. Beraninya dia menolakku. Lihat saja Yu Ning. Kau dan Tang akan segera tunduk padaku." Ucap Putri Jin Se yang hampir menangis.


"Siapkan pasukan. Kita akan menyerang Gurun Utara." Perintah Putri Jin Se penuh amarah.


"Hari ini akan ku ambil kembali semua yang telah kau curi dariku Yu Ning!" suara hati Jin Se.


...****************...


( Istana Duyung )


"Kalian berhati-hatilah di jalan. Su'er kau harus melindungi Freya dengan nyawamu. Karena nyawa Ibunya ada padanya juga." Ucap Nenek Raja Sun.


"Baik Nek. Aku mengerti." Sahut Raja Sun.


Sang Nenek pun langsung memeluk cucu tercintanya. Ia lalu memeluk Freya. Begitu erat, karena saat memeluk Freya, Nenek Raja seakan sedang memeluk putrinya, Shiba.


"Freya, segeralah kemari bila kau telah berhasil? Nenek sangat bahagia bila selalu bersamamu. Kau pun harus berhati-hati Freya. Karena kita tidak tau akan ada halangan apa saat perjalanan kalian nanti." Ucap Nenek Raja Sun.


"Aku pasti akan melindungi Freya Nek." Janji Raja Sun pada Neneknya.

__ADS_1


...****************...


( Hutan Dekat Gurun )


Freya dan Su'er menaiki kudanya melintasi hutan yang cukup lebat itu. Freya duduk didepan Su'er. Dengan Su'er yang mengendalikan kuda itu. Sesekali ia memeluk tubuh kekasihnya itu. Sangat erat.


Lalu ia mengecup bagian samping kepala Freya. Menempelkan kepalanya pada kepala Freya. Bersenda gurau ria disepanjang perjalanan itu. Tiba-tiba Freya memberikan isyarat pada Su'er untuk menghentikan kudanya.


"Ada sesuatu yang datang. Kita pinggirkan dulu kudanya kesana Su'er." Pinta Freya.


Raja Sun lalu menepikan kudanya sesuai intruksi Freya. Tiba-tiba datang rombongan tentara rahasia milik Putri Jin Se. Lengkap dengan senjata perang. Dan berbagai perlengkapan perang lainnya. Mereka menuju ke wilayah Gurun Utara. Wilayah Kerajaan Yu Ning.


"Bendera Jin Se? Bagaimana mungkin dia akan menyerang Istana Ayahnya." Ucap Raja Sun.


"Itu bahaya untuk Gurun Utara Su'er. Saat ini Yu Ning pasti belum pulih dari lukanya. Jika dia serang. Dia pasti tidak akan menang.


Penyembuhan pasien yang terkena racun itu harus benar-benar menjaga kondisi tubuhnya untuk tidak banyak bergerak. Jika dipaksakan maka pembuluh darahnya akan pecah." Jelas Freya.


"Pecah? Itu artinya dia tidak akan selamat?" tanya Su'er bimbang.

__ADS_1


"Iya benar Su'er. Su'er ayo kita bantu Yu Ning. Su'er yakinlah bahwa pamanmu itu sebenarnya adalah orang yang sangat baik. Jangan sampai nanti kau menyesal Su'er." Ucap Freya meyakinkan kekasihnya.


"Baiklah kita ke Gurun Utara sekarang." Sahut Raja Sun lalu mengendalikan lagi kudanya untuk berjalan.


"Kita potong jalan dari kanan saja Su'er." Saran Freya.


"Baik istriku." Ucap Raja Sun yang menempelkan kepalanya pada kepala Freya.


...****************...


Raja Sun dan Freya segera turun dari kudanya saat mereka telah tiba di depan paviliun Yu Ning.


"Nona mengapa kau dan Raja Sun kem--." tanya Jendral Fang yang tak sampai mengucapkan kalimat pertanyaan


"Panggil dia Yang Mulia Ratu. Dia adalah Ratuku." Tukas Raja Sun.


Jendral Fang terkejut mendengar perkataan Raja Sun. "Baik Raja Sun."


"Jenderal, Pasukan rahasia Jin Se sedang menuju kemari. Mereka akan menyerang Gurun Utara. Buatlah persiapan untuk melawan mereka." Saran Freya.

__ADS_1


π”Ήπ•–π•£π•€π•’π•žπ•“π•¦π•Ÿπ•˜........


__ADS_2