
"Iya benar sayang. Ayah hanya tinggal berempat dirumah ini. Ada asisten rumah tangga ayah, suaminya sebagai tukang kebun. Dan anak mereka," ucap Ayah Permaisuri
"Apa yang ayah katakan tadi? Assis.... " ucap Permaisuri terhenti, karena masih mengingat perkataan yang ayahnya katakan tadi
"Asisten rumah tangga Lou'er. Dia seperti seorang pelayan bila di Istana. Nanti ayah akan mengajarkan beberapa bahasa dari dunia ini Luo'er. Sekarang kau istirahatlah dulu disini. Ayah akan membawakanmu makanan dan minuman. Setelah itu, ayah harus keluar mencari pakaian dunia ini untukmu," ucap Ayah Permaisuri Luo
"Baiklah ayah, aku mengerti," jawab Permaisuri Luo
Ayah Permaisuri Luo pun berbalik pergi meninggalkan putrinya disebuah kamar yang cukup besar. Setelah mendapatkan pakaian itu, sang ayah lalu memberikan pakaian itu pada putrinya. Dan menyuruh anak asisten rumah tangganya untuk membantu putrinya memakai pakaian itu. Permaisuri Luo pun keluar setelah selesai memakai pakaiannya.
"Waah waaah, lihat siapa ini? Permaisuri Raja terlihat sangat cantik memakai pakaian dari dunia ini" ucap Ayah Permaisuri Luo.
"Hahaa, ayah jangan bicara seperti itu," sahut Permaisuri Luo
"Tapi kau benar-benar cantik sayang. Ayah merasa semua ini hanya mimpi. Hanya kurang dari setahun tak menemui ibumu dan dirimu. Kau sudah menjadi seorang ibu. Bahkan ayah tiba-tiba menjadi seorang kakek. Mengapa kau dan ibumu tak mengundang ayah di pernikahanmu?" ucap Ayah Permaisuri Luo
"Maafkan aku ayah, ibu melarangku untuk melakukannya. Ibu khawatir tidak bisa menahan hatinya untuk berpisah dengan ayah bila Ibu bertemu ayah nanti," ucap Permaisuri Luo
"Hemmm, sendirian tinggal disini tanpa kalian rasanya sungguh menyiksa sekali nak. Jika ibumu mengijinkan ayah untuk menemuinya. Pasti akan ayah lakukan, walaupun hidup ayah taruhannya," ucap Ayah Permaisuri Luo sedih
"Ayah, jangan seperti itu. Sekarang aku disini. Kita akan mengitari kota ini seharian bersama. Bila masih kurang, kita perpanjang menjadi satu bulan. Dan karena seruling ini ada bersama kita, ayah sekarang bisa bebas untuk menemui ibu kapanpun ayah mau. Ayo ayah, kita jalan-jalan sekarang saja," ucap Permaisuri Luo
"Baiklah putriku, seharian lebih dari cukup bagi ayah. Setelahnya ayah akan menemanimu untuk mencari calon menantumu," sahut Ayah Permaisuri Luo
"Ayah mengapa seperti itu? Apa kau tak ingin tinggal lebih lama denganku?" tanya Permaisuri Luo
"Shiba, bukankah kau harus segera menemukan calon menantumu. Jika kita menundanya bukankah akan menghambat proses pemusnahan racun itu. Jika mutiara inti duyungmu tak segera kau berikan pada calon menantumu. Kekuatan mutiara itu akan perlahan berkurang," ucap Ayah Permaisuri Luo
"Baiklah ayah. Aku mengerti. Semua berjalan seperti yang kau katakan saja," jawab Permaisuri Luo
*****
Mereka turun dari sebuah mobil, saat sampai didepan sebuah rumah yang cukup besar.
"Ini lah tempatnya. Ayo sayang kita masuk," ucap Sang Ayah
"Baik ayah," jawab Permaisuri Luo
"Pamaaaan.Ya ampun paman, kesini kok nggak ngabarin Adell dulu. Adell nanti siapin kue kesukaan paman," ucap Adella (Ibu Kandung Freya)
__ADS_1
"Hahaa, kau masih sama seperti dulu. Kemarilah nak. Lihat siapa yang paman bawa? Ini Shiba, putri paman," ucap Ayah Permaisuri Luo
"Waah cantik sekali. Kau terlihat seperti seorang Putri Shiba. Aku Adella. Ponakan ayahmu," ucap Ibu Freya
"Terimakasih" sahut Permaisuri Luo tersenyum
Sebenarnya Adella adalah anak dari sahabat kakek Raja. Sejak kecil, kakek Freya dan kakek Raja memang sangat dekat. Sehingga sampai mereka mempunyai anak, anak mereka sudah dianggap seperti ponakan sendiri.
*****
Setelah sampai diruang keluarga dan membicarakan hal-hal ringan dengan ponakannya itu, kakek Raja langsung menceritakan semua hal yang telah terjadi pada putrinya itu.
"Apa? Perjodohan beda dimensi? Dan kau Shiba, kau adalah seorang Permaisuri? Hah, apa aku sedang bermimpi sekarang?" ucap Ibu Freya
"Kau tidak sedang bermimpi Della. Semua ini nyata. Selama ini, hanya kau gadis yang paman kenal dengan baik. Dan anakmu adalah calon terbaik untuk cucu paman." Ucap kakek Raja
"Tapi paman, bagaimana bisa? Sekarang usia mereka memang hanya selisih 3 bulan. Namun saat Freya dewasa nanti, berapa usia cucu paman itu didunia sana? Bukankah paman bilang tadi, bahwa paman meninggalkan bibi dan Shiba hanya 9bulan lebih. Tapi lihat didunia sana Shiba sudah sebesar ini paman, bahkan dia sudah mempunyai seorang bayi. Bila Shiba hidup didunia ini, mungkin ia masih menjadi seorang balita paman." ucap Ibu Freya
"Kau tidak perlu khawatir untuk hal itu Adell. Mutiara klan duyung kami sangat berguna untuk membuat wajah dan tubuh selalu terlihat awet muda. Bahkan saat ini, ibuku masih terlihat sangat cantik." Sahut Ibu Raja
Ibu Freya sedikit merenungkan tentang apa yang dikatakan Ibu Raja itu.
"Baiklah Della, terimakasih banyak sayang." ucap Kakek Raja
"Terimakasih Adella." ucap Ibu Raja (Permaisuri Luo)
*****
Mereka semua (Ibu Freya, Ibu Raja, Kakek Raja dan Laudya) menunggu kedatangan Freya kecil dan Ningsih di Moocow Cafe yang terletak di Jl. DR. Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon. Sembari menunggu, mereka memesan beberapa minuman dingin.
"Halo mba Ningsih, udah sampe? Aku sama Nyonya udah didalem ya mba." ucap Laudya
"Iya La, mba baru nyampe ni. Yaudah mba masuk sekarang ya La." sahut Ningsih
"Mba Ningsih disini" ucap Laudya saat melihat Ningsih
Ningsih pun berjalan menghampiri Laudya dan yang lainnya.
"Laudyaaa" ucap Ningsih memeluk Laudya
__ADS_1
"Mba Ningsiiih, ya allah aku kangen mba" sahut Laudya.
"Oh iya mba, Kenalin, ini Ibu Kandung Non Freya, Nyonya Adella. Yang ini pamannya Bu Adella, Tuan Rahmat (Yi Daqian) dan yang ini anaknya Tuan Rahmat, Nyonya Shiba.
"Salam kenal semuanya. Saya Ningsih, teman dekat Laudya. Kami berdua udah kaya sodara, hehee," ucap Ningsih
Semua yang mendengar perkataan Ningsih tersenyum dan menganggukkan sedikit kepalanya tanda mengerti.
"Freya. Freya anakku. Freya sayaaang ini mamaaah." ucap Ibu Freya
Ibu Freya langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri stroller bayi yang sedang dipegang Ningsih. Ia lalu menggendong bayi itu. Membelainya dan terus mencium bayi mungil itu.
"Mamah kangen banget sayaaang," ucap Ibu Freya menangis
Ibu Freya memeluk Freya kecil dengan begitu lembut. Semua yang menyaksikan adegan ibu dan bayi itu terharu. Membuat mereka hampir menangis melihatnya.
"Bi Ningsih, terimakasih ya sudah jagain Freya. Bi, saya titip Freya ya bi. Tolong seringlah membuat video dan foto tentang Freya. Bibi bisa mengirimkan hasilnya ke Laudya. Ini bi, hadiah buat bibi," ucap Ibu Freya
"Aduh nggak usah Nyonya.Nggak perlu repot-repot seperti ini." sahut Ningsih
"Nggak papa bi, walaupun bibi udah dibayar sama orangtua angkat Freya karena ngasuh Freya. Tapi saya orangtua kandungnya bi, saya ingin memberikan sesuatu buat bibi sebagai tanda terimakasih saya bi. Tolong diterima ya bi," ucap Ibu Freya
...********...
...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author,...
...Bisa tambahin semangat author loh 🤗...
...Caranya cuma tekan...
...Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤩...
...Gampang banget kan....😁...
...Ini karya perdanaku looh.......
...Mohon dukungannya ya teman-teman...
...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya 😍...
__ADS_1
...Terimakasih🙏🤗😘...