
Akupun mengarahkan kamera ponsel pada wajah suamiku juga. Sehingga teman-temanku dapat melihat jelas wajah suamiku itu.
Kak Ardhan, Kak Fachry, dan Kak Lionel terkejut melihat wajah suamiku. Mereka bertiga lalu kompak berucap, "Raja Ashile Sun!?"
Aku dan Su'er pun ikut terkejut mendengar ucapan mereka. Kami pun saling menatap heran.
Begitu pun dengan semua temanku yang lain. Mereka ramai membicarakan identitas suamiku itu.
"Darimana mereka tahu?" ucapku heran dengan pelan.
"Ku kira kau yang telah memberitahu mereka yang." Sahutnya pelan.
"Queen, dia benar-benar suamimu?" tanya Kak Lionel menyelidik.
"Iya Kak. Kalian, tahu dari mana tentang nama itu?" tanyaku ikut menyelidik.
"Dek. Kita ketemu langsung aja ya. Biar enak ngobrolnya. Kalian tetap disitu aja, biar kita yang langsung kesitu oke?" timpal Kak Ardhan.
"Iya Freee kita juga kangeeen. Hiks hiks." Ujar Selly.
Aku tak langsung menjawab. Aku menoleh kearah suamiku untuk mendapatkan pendapatnya. Ia pun mengangguk tanda mengiyakan keinginanku.
"Oke deh. Kita ketemuan. Kalian nggak usah ke sini. Nanti jadi pusat perhatian orang-orang. Biar kami aja yang kesana.
Tapi kita mau mampir ke suatu tempat untuk membeli sesuatu dulu ya?! Oh iya, Kak Lio nanti ajak anak-anak juga ke markas Skyler ya Kak!" Ucapku kemudian.
...****************...
"Keren kan yang mobilnya?" tanyaku padanya setelah memberi mobil yang bermerk Bugg#ti itu.
"Ya ya ya. Tapi benda apa ini yang? saat itu di dalam mimpi, kau hanya memberitahu tentang kapal pesiar. Apakah benda ini sama seperti kapal pesiar? Ini seperti kereta Istana. Tapi bentuknya aneh sekali." Ucapnya sangat bingung melihat mobil yang baru aku beli itu.
"Hehehe. Ini namanya mobil yang. Mobil adalah kendaraan darat, sama seperti kereta Istana. Kalau kapal pesiar, itu kendaraan yang khusus di gunakan di laut yang.
"Lucu sekali suamiku ini. Pfft." Seruku dalam hati.
Lalu aku memberitahu Su'er beberapa nama benda, adat, tempat, dan hal lainnya yang ada di duniaku ini.
"Apakah kita bisa masuk kedalam dunia yang lebih maju lagi yang? Maksudku kehidupan di dunia yang beberapa tahun lagi dari sekarang?" ujarnya semangat padaku.
"Masa Depan? Ah ya, kau benar. Itu sangat menarik. Kita bisa lompat ke 10 tahun kemudian. Ahhk aku sangat penasaran, bagaimana keadaan dunia saat itu?
Tapi bagaimana caranya kita kesana? aku harus melakukan beberapa riset untuk hal ini. Pokoknya harus berhasil." Sahutku yang ikut bersemangat sambil mengendarai mobil itu.
Beberapa menit kemudian, kami telah sampai di halaman markas Slyker. Semua mata pun seketika tertuju pada mobil sport baru kami.
__ADS_1
"Wiiiiiiiih Bugg#ti guys. Waaah siapa tuh yang punya? Jangan-jangan itu mobilnya Queen?" ucap Alex takjub pada mobilku.
Semua orang semakin penasaran dan tegang saat Alex mendengar nama Queen alias Freya. Mata mereka pun tertuju pada pintu mobil itu. Penasaran dengan sosok siapa yang keluar dari dalamnya.
Salah satu pintu mobil pun terbuka. Keluarlah suamiku dari pintu itu. Lalu ia berlari untuk membukakan pintu lainnya untukku.
"Dia --- Dia Raja itu kan? Raja Ashile Sun? Berarti dia kemari bersama Freya? Ya ampun. Pria itu benar-benar nyata? Bagaimana mungkin?" ucap Kak Ardhan lemas lalu terduduk di kursi.
"Kamu kenapa Dhan? Sakit? terus lagi ngobrol in Raja apa sih Dhan? Aku nggak ngerti." Sahut Irene.
Ardhan tak menjawab, ia sibuk dengan lamunannya, yang sedang memikirkan status suami adiknya itu.
Aku pun keluar dari mobil dan berjalan menggandeng salah satu lengan suamiku. Semua teman-temanku tercengang dan berteriak histeris saat melihatku menghampiri mereka.
"Freyaaaaa."
"Rere, akhirnya kau kembali." Seru Kak Fachry dalam hatinya.
"Queeeen."
"Itu benar-benar Queen!"
"Dia semakin cantik."
"Lihat, Freya benar-benar membawa suaminya. Tampan sekali dia." Seru Selly terpesona melihat suamiku.
"Cih. Jangan gatel Sell. Inget, dia adik ipar gue. Awas lo macem-macem." Sahut Kak Ardhan.
"Iihhh apaan sih Dhan. Cuci mata bentaran doang." Ucap Selly kesal pada Kak Ardhan.
Selly dan Irene pun langsung berlari dan menghambur memelukku saat aku semakin mendekati mereka. "Freyaaaaa. Hiks hiks."
"Jahat kamu Fre. Tega sekali ninggalin kita tanpa kabar. Hiks hiks." Keluh Selly.
"Kita semua kangen sama kamu Free. Hiks hiks." Timpal Irene.
Saat ini, semua mata fokus memperhatikanku. Namun setelahnya, mereka beralih fokus memperhatikan suamiku. Lalu kembali fokus untuk memperhatikan aku lagi.
"Kak Ardhan." Ucapku yang langsung memeluknya setelah aku mengurai pelukan Selly dan Irene.
"Dek, kakak kangen banget sama kamu." Sahut Kak Ardhan yang membalas pelukanku.
"Ekhemm-ekheemm." Suara deheman keras dari suamiku, Su'er.
Seketika aku langsung melepas pelukanku dari tubuh Kak Ardhan. Su'er pun menatap kesal kepada kami.
"Lelaki itu benar-benar tidak sopan. Beraninya dia membalas pelukan Ratuku. Chang Ge juga, apa ia lupa bahwa sekarang ia adalah Ratu di duniaku. Dan lelaki itu, bahkan bukan kakak kandungnya. Bila kakak kandungnya pun, aku tak suka melihatnya begitu bebas menyentuh Ratuku." Suara hati suamiku yang merasa kesal.
__ADS_1
"Ahh gawat, Yang Mulia marah." Ucapku panik dalam hati.
"Hehe. Sayaaang. Ayo kemari." Ucapku lembut lalu menarik salah satu
Lengannya mendekati teman-temanku. Aku pun berucap, "Guys kenalin, ini suamiku, Ravindra Reynand. Dia --- " akupun menoleh kearahnya.
"Cih. Mengapa menatapku seperti itu. Aku masih sangat kesal pada kalian." Serunya dalam hati.
"Aahh Yang Mulia benar-benar marah." Seruku dalam hati lalu ku tarik salah satu tangannya untuk menjauh dari teman-temanku.
Semua teman-temanku bingung melihat aksiku itu. Mereka pun fokus memperhatikan kami dari jauh.
"Jangan marah lagiii. Maaf sayaaang. Aku sejak kecil sudah terbiasa dengan adat di duniaku. Dan adat di duniamu berbeda. Ini karena aku belum terbiasa.
Tapi kamu tenang ya sayang. Aku akan mengingat adat Istana di dunia ini. Dan mereka~" ucapku terpotong karena ucapannya.
"Aku tidak suka melihat lelaki lain menyentuh tubuhmu dengan bebas seperti itu. Bahkan bila ia keluargamu sekali pun." Sahutnya yang masih kesal padaku.
"Ya Yang Mulia. Chang Ge tidak akan mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya. Karena itu maafkanlah aku." Ucapku dengan wajah memelas yang masih erat memeluk salah satu lengannya.
"Ekspresi itu --- sangat menggemaskan. Aku menyukainya." Serunya dalam hati.
"Aku mendengar itu Yang Mulia." Sahutku pelan menahan tawaku.
"Astaga. Kedepannya, pasti sangat sulit untuk menipu Ratuku ini." Serunya lagi dalam hati lalu memeluk tubuhku.
Bahkan ia tak merasa risih sedikit pun dengan puluhan pandangan mata itu. Ia justru semakin erat memelukku. Dan sengaja membelai mesra rambutku dengan senyuman manisnya.
"Ya ampuuun. Mereka so sweet banget sih. Aku iriiii." Seru Selly dalam hatinya.
Begitupun dengan teman-temanku yang lain. Mereka sama terkejutnya seperti Selly. Mereka semua pun terpesona melihat adegan yang ku mainkan bersama Su'er.
"Mereka ngomong bahasa apa itu? Gue nggak ngerti sama sekali." Ucap Kak Lionel.
"Kayaknya itu bahasa Mandarin kak. Gue juga nggak ngerti bahasa Mandarin. Dimana ya mereka bertemu? Gue penasaran." Sahut Kak Ardhan.
"Baguslah Re kalau kamu bahagia. Mungkin selamanya aku memang ditakdirkan hanya untuk menjadi kakakmu Re. Tidak apa-apa, aku pun bahagia melihatnya, Rereku sayang. Aku mencintaimu." Seru Kak Fachry dalam hatinya.
Suara hatinya itu terdengar jelas di telingaku. Membuatku seketika menoleh kearahnya. Su'er pun memperhatikan tindakanku itu. Ia bahkan mengikuti arah pandangan mataku yang ku tujukan pada Kak Fachry.
"Ada apa? Pria itu mengucapkan sesuatu yang penting dalam hatinya?" tanya Su'er penasaran.
๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ....
__ADS_1