Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Part 3. Perhatian Doni buat Nisa


__ADS_3

Nisa yang tadi malam lupa tidak mengerjakan tugas rumahnya akhirnya dihukum berdiri di depan kelas dengan satu kaki dan telinganya dijewer dengan tanganya sendiri.


" Neng kenapa..kacian..mau abang temenin.." ledek dion musuh bebuyutan nisa dari SD


" Apa lu..mau gue gibas tu mulut" ucap nisa kesal


" Aw..tatut.." ucap dion


" Dion..kamu mau temenin nisa didepan" ucap bu fira


" Enggak bu, sory piss..." ucap dion sambil mengangkat dua tanganya


Bu Fira hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat dua siswanya yang selalu membuat ribut dikelas nya.


Setelah pelajaran selesai bu fira kemudian menyuruh nisa duduk kembali.


" Nanti tugas rumahnya dikerjakan, ibu tunggu hari ini di kantor" ucap bu fira


" Iya bu, ashiap.." ucap nisa


" Jen gue pinjem tugas nya bu fira dong.." pinta nisa


" Lu mah kebiasaan kapan sih akan berubah.." ucap jeni


" Gue berubah..maksud lu gue berubah jadi apa..saylermoon.." ucap nisa


" Lu mah kalau diajak ngomong serius suka becanda" ucap jeni


" Maaf jeni ku sayang..uluh uluh..sahabat ku yang paling cantik dan imut imut kaya marmut" ucap nisa

__ADS_1


" Ni tugasnya bu fira" jeni menyerahkan buku catatanya


" Tank you my best friend" ucap nisa dan segera menyalin tugasnya di buku setelah itu menyerahkan nya pada bu fira


" Dek dari mana.." tanya dino


" Dari kantor kak nyerahin tugas" jawab nisa


" Ke kantin yu kakak yang traktir deh" ajak dino


" Gimana jen, lu mau enggak" tanya nisa


" Kok nanya gue, yang diajak kan lu nis" ucap jeni


" Ya masa kali gue diajak lu enggak..iya gak kak doni" tanya nisa


" Iya gak papa" jawab doni


" Yu ah gas kita ke kantin ntar keburu masuk lagi" ajak nisa sambil menarik tangan doni dan jeni


Ketika lagi makan bakso dikantin, temen temenya doni pada datang.


" Don parah lu, ke kantin gak ngajak ngajak kita" ucap bobi


" Ni kalian ada disini, udah tinggal duduk terus pesen aja" ucap doni


" Lu mau bayarin kita" tanya sandi


" Lha lu yang pesen lu yang makan kok gue yang bayarin" ucap doni

__ADS_1


" Kirain.., eh ada cewek cewek manis nih..abang duduk disebelah neng boleh.." tanya sandi


" Tinggal duduk aja orang ni bangku bukan milik gue tapi punya pemilik kantin.." ucap nisa


" Aduh aduh..cantik cantik garang juga" ucap sandi


" Kalian mau makan enggak, kalau enggak pergi deh dari sini" kesel doni yang dari tadi temenya godain nisa


" Santay bos..kita juga mau makan ni perut udah keroncongan dari tadi, lu sih.." ucap bobi dan menyenggol lengan sandi


Akhirnya mereka menyelesaikan makan baksonya dan kembali ke kelasnya masing masing.


" Bos lu kayaknya suka ya ma cewek tadi" tanya bobi


" Menurut lu" dino balik tanya


" Dari cara lu mandengin dia dan marah ketika digodain sandi mah..kayaknya iya" ucap bobi


Doni hanya tersenyum mendengar ucapan bobi.


Memang semenjak kecil mereka selalu bermain bersama, dino selalu menjaga nisa saat nisa diganggu oleh temen temen cowoknya.


Doni termasuk tipikal cowok yang keras kepala dan gak mau di atur tapi lain lagi jika yang meminta nisa maka semuanya akan ia turuti.


Pada suatu saat ketika mereka masih SMP kelas 7 dan nisa meminta doni untuk membelikan pembalut karena tiba tiba ia terkena menstruasi dan ia tidak menggunakan pembalut dan kebetulan saat itu jeni temen yang biasa menemaninya lagi tidak berangkat sekolah.


Doni dengan senang hati membelikanya di mini market dekat sekolah walau ia harus menahan malu karena diledek oleh kasirnya, secara penampilan doni yang terbilang cowok yang petakilan dengan baju osisnya yang dikeluarkan dan tanganya menggunakan gelang serta rambut yang sedikit diberi warna merah membeli pembalut.


Entah apa kata temen temenya saat itu jika mereka melihat doni saat itu.

__ADS_1


__ADS_2