
Setelah sari melahirkan bayi tampan dan tiba tiba pak guntur datang.
" Maaf anda siapa" tanya sari
" Saya guntur bapaknya tio" ucap pak guntur tanpa ada senyum
" Oh..maaf pak saya tidak tahu" Ucap sari dan mengulurkan tanganya untuk salam namun pak guntur tidak membalasnya hingga sari menarik lagi tanganya dengan hati sedih
" Maaf saya tidak bisa lama lama di di sini, saya kesini cuma mau ngasih titipan dari tio anak saya" Pak guntur menyerahkan amplop coklat
" Lho mas tio nya mana pak" tanya sari
" Kamu buka amplop itu saja nanti kamu akan tahu" ucap pak guntur dan segera pergi dari situ
Sari membuka amplop coklat itu, hatinya sakit, tanganya bergetar dan air mata lolos begitu saja dari matanya
" Ini apa mas, kenapa kamu minta cerai sama aku..salah aku apa..bagaimana aku membesarkan anak kita sendirian" ucapnya dalam tangisan
Sebulan sudah Sari ditinggal oleh tio suaminya dan ia bekerja keras untuk membiayai anaknya yang masih bayi.
Hingga saat itu Sari mengalami sakit parah dan meninggal, namun sebelum meninggal ia menitipkan anaknya pada sahabatnya ningsih dan joni karena kebetulan ningsih dan joni tidak bisa memiliki keturunan karena joni dinyatakan mandul.
* * *
__ADS_1
Kita kembali ke cerita Putra dan Tiara ya say...
Putra melanjutkan kuliah nya di Jakarta karena tidak ingin jauh dari istrinya.
" Mas bangun ih, ini kan hari pertama kamu kuliah" tiara membangunkan suaminya yang tidur lagi setelah mengaji setelah sholat subuh
" Iya sayang..tapi morning kiss dulu dong" ucap putra menunjuk bibirnya
" Ish kamu itu lo yang..ntar keburu kesiangan, ni aku ntar terlambat kesekolah" kesel tiara
" Makanya cepetan, ntar aku ga bisa bangun kalau belum diberi imun sama kamu" manja putra
cup
" Kalau udah dikasihkan mas jadi semangat yang" putra segera bangun dari ranjangya dan masuk kekamar mandi
Tiara lagi menyiapkan sarapan di meja makan
" Ra, mana suamimu katanya mau berangkat kuliah" tanya pak Danu
" Tuh orangnya" Tiara menunjuk putra yang baru turun dari tangga
" Apa yang" tanya putra
__ADS_1
" Enggak, tadi papi nanyain kamu" ucap tiara sambil mengambilkan makanan di piring suaminya dan papinya setelah itu dirinya
" Iya tadi papi tanya tiara, katanya kamu hari ini udah mulai berangkat kuliah" tanya papi Danu
" Iya pih, hari ini aku udah mulai berangkat kuliah mungkin nanti ke cafenya setelah pulang dari kampus" ucap putra
" Apa kamu ga capek harus bolak balik kampus dan cafe, apalagi sebentar lagi mau buka cabang cafe di deket kampus kan" ucap pak Danu
" Enggak capek ko pak, kan demi istri dan anak biar kehidupan mereka terjamin" ucap putra
" Emang sekarang sudah ada hasilnya" tanya pak Danu
" Hasil apa pak" tanya putra bingung
" Calon cucu papi lah..gimana..tiara udah hamil" tanya putra hingga membuat tiara tersedak
" Pi.." ucap tiara namun dipotong oleh putra
" Doakan saja semoga kami cepet diberi momongan" ucap putra sambil tersenyum melihat istrinya
" Maaf mas aku belum memberikan hak mu" batin tiara menatap suaminya dengan mata berkaca kaca
" Sudah gapapa yang.." bisik putra dan menggenggam tangan istrinya
__ADS_1
Sebelum putra pergi kekampus ia mengantar tiara pergi sekolah dengan mobilnya.