
" Mas kok makanya disini sih ga diluar aja" tanya Tiara
" Mas pengin berdua aja sama kamu" jawabnya
Tok tok tok
" Masuk" perintah putra dan dua orang pelayan cafe membawa beberapa makanan yang Putra pesan
2 Mi spageti dan 2 jus jeruk
" Ih kok mas tahu si kesukaanku" ucap tiara
" Apa sih yang ga mas tidak tahu tentang kamu, seluruh tubuh kamu aja yang tertutup mas udah tahu" putra mengangkat alisnya
" Aw" teriak putra saat tiara mencubit pinggangnya " Makanya jangan mesum" ucap tiara
Kedua pelayan tersebut hanya tersenyum melihat interaksi kedua bosnya dan setelah makanan tertata rapi dimeja kedua pelayan itu pergi
" Mas suapin" manja tiara
Putra dengan telaten menyuapi istrinya dan bergantian ia disuapi oleh tiara
Putra melihat bibir istrinya belepotan dengan bumbu mi, ia segera mendekat dan menjilatnya dengan lidahnya hingga tiara hanya terbengong dengan aksi suaminya.
" Makan aja kaya bayi belepotan" ucap putra membuyarkan pikiran tiara
__ADS_1
"Eh" tiara malu dan menggigit bibirnya sendiri
Putra yang gemas dengan istrinya segera mendekat dan "cup" ia mencium bibir istrinya yang sudah menjadi candu baginya.
Ciuman itu semakin lama semakin menuntut lebih hingga kedua tangan tiara meremas rambut putra.
ciuman itu turun ke leher jenjang istrinya memberikan tanda kemerahan disana.
Tanganya perlahan membuka kancing baju seragam istrinya hingga terpampang dua benda kenyal yang masih tertutup oleh kain dan dengan sejenak pengait kain itu terlepas oleh aksi jahil tanganya.
Putra memainkan dua benda itu hingga tiara mengeluarkan suara *******, beruntungnya ruangan itu kedap suara hingga tidak ada pelayan yang mendengar.
" Mas" panggil tiara dengan suara paraw nya
Putra tak mendengarnya karena ia sibuk dengan mainanya saat ini, ia seperti bayi tua yang sedang menyusu pada ibunya, sesekali ia menggigit pelan benda itu hingga tiara menggelinjang nikmat.
Tiara bisa merasakan benda dibawah yang keras namun masih tertutup oleh kain itu menggesek diarea sensitifnya.
" Dek mas boleh minta sekarang" tanya putra yang sudah diliputi dengan hasrat yang sudah tidak terbendung
Sejenak tiara terdiam namun detik selanjutnya ia mengangguk pelan.
Putra tersenyum dengan jawaban istrinya.
" Rileks yang, mas janji pelan pelan" putra segera menanggalkan semua pakainya
__ADS_1
" Mampus tu sosis gede amat..mati udah gue habis ini" batin tiara
"Kenapa yang lihatinya kayak gitu..udah ga sabar ya" ledek putra
" Mas takut" ucap tiara lirih
" Gapapa yang, sakitnya cuma sebentar kok ntar kesananya pasti bikin nagih" putra segera naik mengkungkung istrinya, ia tidak mau istrinya berubah pikiran
Perlahan putra menarik sisa pakaian yang masih melekat di tubuh istrinya.
Putra menelan ludahnya tatkala tubuh indah istrinya terpampang nyata dihadapanya.
Ia segera mengecup bibir istrinya dan membuka kaki tiara agar senjatanya bisa masuk kesasaran.
Perlahan ia memasukanya " Aw mas sakit" tiara meremas rambut suaminya kencang saat senjata suaminya mulai membobol pertahanan yang selama ini ia jaga.
Putra diam sejenak saat senjatanya sudah sedikit masuk kesasaranya, ketika istrinya sudah mulai tenang ia melanjutkan memasukan senjatanya lebih dalam lagi.
" Uh yang sempit banget punya kamu, bikin mas nikmat" rancau putra sambil ********* pelan senjatanya.
" Mas aku mau pipis" ucap tiara saat sesuatu akan keluar dari area sensitifnya
" Bareng yang" putra segera Mempercepat genjotanya hingga cairan keduanya sama sama keluar didalam menyebarkan benih di rahim tiara
Putra mengecup kening istrinya " Makasih yang sudah memberikan yang paling berharga kamu buat mas" ucap putra dan menarik selimut untuk menutup tubuhnya dan istrinya yang masih tanpa pakaian.
__ADS_1
Ia memeluk istrinya dan mereka tertidur bersama karena lelah.