Pernikahan Dini

Pernikahan Dini
Kantor


__ADS_3

Hari sudah pagi ia terbangun dengan keadaan yang semrawut beribu pertanyaan tentang lamaran tersebut membuat ia jadi pusing.Senja menyiapkan sarapan serta menyiapkan keperluan sekolah bunga dan luis.


Mobil terparkir di depan rumah senja rupanya excel sudah menjemput mereka setelah mengantarkan luis dan bunga mereka segera menuju kantor, di dalam mobil mereka berdua tidak ada yang membuka pembicaraan mereka hanya saling lirik sesekali senja melirik dan menilai penampilan excel ia begitu tampan diumurnya yang 36 dia sangat begitu gagah.Saat sedang memandangi wajah excel, excel menatapnya balik senja langsung segera membenarkan posisi duduk nya dan excel tetap santai menyetir mobil maybach hitamnya.Setelah sampai kantor excel berbicara pada recepsionis nya dan tak lama wanita itu mempersilahkan senja dan membungkuk hormat berbeda dengan kemarin dia memang sopan sih tapi tak sampai membungkuk seperti itu didalam hatinya senja tertawa kecil.


Senja mengekor di belakang excel memasuki ruangan nya excel memutar tubuhnya sontak senja menabrak dadanya


"aduhhhh"senja memegangi hidung nya yang memerah karena menabrak dada besi milik excel, excel membungkuk mengamati hidung senja yang memerah dan sigap ia cup mengecup hidung senja


"Haissh si tua bangka benar benar cabul"


excel tersenyum dan tertawa kecil ia duduk di kursinya senja berdiri disamping excel


"Tolong kamu siapkan dokumen sekarang"


Senja hanya menggaruk garuk kepala ia belum berpengalaman jadi asisten bos besar bagaimana ini dokumen apa yang harus aku siapkan batin senja.


Excel tersenyum dan menunjuk pada rak yang berisikan map dan buku buku yang tersusun rapi


"disana dibagian bawah lemarinya ada tanggalnya kamu ambilkan dokumen kemarin"


senja berjalan ke arah rak dan mengambil dokumen tersebut dan memberikan pada excel


"kamu tolong bantu aku ketik ulang yang ada dilembaran ini aku kemarin lupa mengesave jadi kehapus tolong kamu ketikan ulang"


Senja mengangguk dan mulai mengerjakan tugasnya ia sesekali melirik pada excel yang sedang terfokus pada pekerjaan nya excel begitu serius entah mengapa excel lebih terlihat tampan jika sedang serius.


Waktu sudah menunjukkan pukul jam 12 siang waktu nya beristirahat namun excel masih fokus menanda tangani dokumen pekerjaan senja sudah selesai dan ia sangat lapar tapi ia malu mau izin beristirahat pada excel.Pintu terketuk beberapa pengantar makanan masuk dan menaruh makanan pada meja yang berada diruang excel setelah makanan itu rapi disusun excel mengisyaratkan untuk mereka keluar


"istirahatlah dan makan makanan sudah disiapkan"


"ah? "


"Makan siangmu"


"itu makan siang buat ku? "


"bukan tapi buat kita"


"tapi ini banyak banget"


"sudah pilih yang kamu suka dan makanlah"


senja tetap terdiam dengan posisi nya excel mengehentikan pekerjaan nya dan menatap senja


"cepat makan nanti perutmu sakit"


Karena tidak bisa menahan lapar senja menghampiri makanan tersebut,Waahh banyak banget enak enak lagi batin senja


"ini benar aku boleh makan tapi sepertinya makanan nya mahal aku gapunya banyak uang untuk bayar makanan ini pasti makanannya mahal"


"kamu makan saja aku yang bayar"


"tidak"


"kenapa? "


"aku gamau gajih ku dipotong banyak karena makanan ini"


excel tertawa gemas


"senja aku tidak akan meminta bayaran padamu juga memotong gajih mu karena makanan ini makan lah makanan ini semua untukmu"


"tapi ini terlalu banyak"


"pilih saja yang kamu suka,makan lah yang banyak biar tambah gendut"


"hissh memangnya aku gendut"

__ADS_1


excel tersenyum licik sementara senja tersenyum masam namun saat melihat makanan senja tersenyum puas ia segera menyedokan makanan tersebut kedalam mulutnya


"pelan pelan nanti tersedak"


excel memandanginya dan mulai bekerja lagi,senja yang kelaparan lupa akan keberadaan excel


"Pak kamu ga makan"


"Aku masih banyak kerjaan kamu makan dulu saja yang banyak"


"eh gabisa gitu pak jangan lewatkan makan siangmu seberapa banyak pun pekerjaan mu kamu gaboleh lalai makan siang selain menurunkan konsentrasi mu ini tidak bagus untuk kesehatan mu"


"kalo begitu karena aku masih banyak kerjaan aku juga ga mungkin bisa makan dengan kerjaan sebanyak ini aku mau kamu suapi aku seperti waktu dirumahku"


senja terdiam namun ia mulai berjalan menghampiri excel dan menarik kursi di samping excel ia mulai menyendokkan makanan pada mulut excel


"ayo sekarang buka mulutnya aaa"


excel membuka mulutnya ia mengunyah makanan nya dan menilai rasa makanan koki pribadi nya excel memandangi senja


"kenapa kamu memandangku"


"tidak aku hanya sedang merasakan makanan nya"


"kenapa makanan nya tidak enak,menurutku ini lezat"


"ya memang makanan nya enak tapi yang aku heran kenapa bisa makanan ini begitu lezat jika kamu yang menyuapinya"


"alah gombal mana ada makanan bisa berubah tambah enak jika aku yang menyuapinya memang makanan ini sudah lezat"


excel tersenyum dan melakukan pekerjaan nya dibarengi dengan senja yang menyuapinya.Pintu terketuk kembali sepertinya ada tamu batin senja,senja hendak berdiri namun excel menahan nya


"tetap duduk disini"


senja menganggukan kepalanya


seorang lelaki yang senja sangat kenali mengahampiri bossnya ia benar benar terkejut begitupun dengan brama ia pun sama terkejut nya


"Silahkan duduk"Excel mempersilahkan Brama duduk,Brama menarik kursi dan duduk matanya masih memandangi senja yang sedang memegang piring dan duduk disamping excel


"Ada apa pak Brama"Excel membuka pembicaraan


"Begini pak saya mengirimkan kontrak tawaran kerja sama yang kemarin saya harap bapak menerima kontrak kerja ini pembangunan ini akan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak"


"Tentu saja"


Excel memandangi Senja yang daritadi tertunduk gugup tangan senja terlihat sedikit gemetar seperti biasa excel menarik dagu senja


"Ada apa"Senja menggelengkan kepalanya sementara Brama tambah dibuat terkejut oleh Excel, Ada hubungan apa senja dengan pak excel batin brama.


"Pak Brama saya akan menandatangani kontrak kerja sama nya"


Brama menyodorkan dokumen tersebut dengan cekatan excel menandatanganinya


"Kalau begitu saya permisi dulu ya"


"Pak brama tidak sekalian ikut makan bersama kami kebetulan calon istri saya disini kenapa tidak sekalian kita makan bersama"


"aahhh suatu kehormatan untuk saya bisa makan bersama pengusaha terbesar di dunia namun dengan sangat hormat saya tidak ingin mengganggu makan siang bapak"


"tidak tidak mengganggu kok"


"Maaf pak bukan saya kurang hormat tapi saya sudah makan,lain kali saya akan bergabung"


"ahh baiklah tak apa"


"kalau begitu saya permisi dulu pak"

__ADS_1


Brama keluar dengan rasa sakit ia tidak rela jika senja dimiliki seseorang dia merasa marah.Sementara senja sedari tadi terus tertunduk


"ada apa senja"


"Pak?"


"hemm"


"Tamu tadi adalah mantan suamiku"


wajah excel tampak tenang tidak terlihat terkejut seperti ia sudah mengetahuinya


"Lalu? "excel bertanya sembari membulak balik kertas yang berisikan tentang beberapa perjanjian kerja sama dengan perusahaan besar lainnya maupun perusahaan kecil, senja keheranan dan menganalisa wajah excel wajahnya sangat tenang ekspresi nya sulit untuk dibaca


"ehhh lalu? "


"Kenapa memang jika dia mantan suami mu bukan masalah,cepat suapi aku lagi aku masih lapar masih ada banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan"


senja menghentikan pertanyaan nya dia melanjutkan menyuapi excel yang tengah sibuk bekerja.


Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 Wib para pekerja mulai merapikan beberapa dokumen dan bergegas pulang.Excel mempersilahkan senja pulang terlebih dulu karena pekerjaan masih banyak excel memutuskan untuk lembur ia tak ingin akhir pekan nya di ganggu oleh pekerjaan ia ingin menghabiskan waktu akhir pekan nya berkunjung ke rumah senja.


"Pulang lah terlebih dahulu aku masih banyak pekerjaan,aku sudah pesankan taksi"


"iya makasih pak tapi lain kali bapak tidak usah repot repot untuk memesankan taksi aku bisa melakukan nya sendiri kok"


"tidak apa apa, sudah sana pulang hati hati"


"ya"Senja melangkah keluar selangkah dua langkah tiga langkah ia memutarkan badan dan lagi lagi ia menabrak dada excel


"Aduuhhh sakit"


Excel menunduk seperti biasa ia mengamati wajah senja


"Kau rupanya masih rindu padaku ya"


"ehhh apa apaan aku tadi eeeuuu tadi aku"


"tadi apa,sudah sana pulang"cup kecupan kedua di hidung senja, senja mengangkat wajahnya menatap excel, benar benar ajaib sakit nya langsung hilang apa bibir nya memiliki penawar rasa sakit ya batin senja


"kenapa?"


"Tidak aku mau pamit pulang, aku pulang dulu ya dadahhh"senja melambaikan tangannya sembari berlari. Di suatu sudut ruangan Brama bersembunyi ia menatap kepergian senja wajah nya penuh amarah ia seperti mau meledak kedua tangannya mengepal, brama mengikuti senja,senja menaikki taksi ia tidak menyadari jika brama sedang mengikuti nya ditengah perjalanan mobil brama menghadang taksi yang senja tumpangi baik senja maupun supir terkejut dengan kejadian ini. Brama menyuruh supir keluar setelah keluar ia segera menutup hidung dan mulut supir tersebut dengan kain yng sudah diberi obat yang bekerja agar tidak tersadar untuk beberapa saat.


"Senja keluar"


Senja bergidik ngeri mukanya pucat pasi karena ketakutan melihat wajah brama yang penuh amarah


"KELUAR atau aku pecahkan kacanya"Brama berteriak,senja segera membuka pintu taksi tersebut ia menyandarkan punggung nya pada pintu mobil


"Kamu mau apa kamu? "senja bertanya dengan nada sedikit marah dan takut


"ikut aku"Brama menarik lengan senja dan membawa nya masuk kedalam mobilnya


"Kamu mau bawa aku kemana? brama brengs*k kamu,lepas aku gamau ikut "


Brama tidak menghiraukan perkataan senja ia terus menarik lengan senja dan mendudukan di kursi depan ia melanjutkan menyetir dengan brutal


"Brama mau bawa aku kemana aku mau turun cepat turunkan aku atau aku loncat"senja mencoba untuk membuka pintu mobil namun terkunci


"silahkan loncat jika bisa"


"Apa mau mu"


"simple aja kamu gamau kamu menikah dengan excel"


"Apa kamu gila? apa urusannya dengan mu ini tidak ada urusan nya denganmu cepat turunkan aku atau aku akan lapor polisi"Senja mengeluarkan ponselnya namun brama merebutnya dan membanting ponsel tersebut ke bawah kakinya dan menginjak injak ponsel tersebut hingg pecah.

__ADS_1


"Brama apa apaan kamu ini"


__ADS_2