
Putra sudah menyelesaikan skripsi nya dan hari ini ia akan diwisuda.
Ia mengenakan baju toga dan di sampingnya ada istrinya mengenakan baju gamis dengan jilbab senada, perutnya yang sudah mulai kelihatan membuncit karena sudah memasuki bulan ke 4.
Sedang gio didampingi oleh sindi beda lagi dengan anton yang masih sendiri.
" Selamat ya mas putra udah diwisuda dengan predikat nilai IP kumlot" tiara memberikan selamat
" Iya sayang ini berkat doa istriku tercinta" ucapnya
" Selamat ya nak putra, papih bangga sama kamu" ucap pak Danu memeluk menantu nya
" Sama sama pih, trimakasih udah memberikan semua yang putra butuhin termasuk materi dan pendamping hidup" ucap putra
" Ya udah papih pamit pergi dulu ya, ni mau ketemu klien dia udah nunggu di kantor" pamit pak Danu dan meninggal kan tempat itu
Seseorang mendekati putra dan mengucapkan selamat.
" Selamat pak putra atas pencapaian yang telah diraih, gimana tawaran kami waktu itu" tanya pak budi yang mempunyai perusahaan besar di manca negara
" Maaf pak sepertinya tetap sama, saya mau mengelola bisnis cafe saya saja agar tidak jauh dengan istri" jawabnya
" Beruntung perempuan yang menjadi istrimu karena menomor satukanya dari pada karirmu" ucap pak budi
__ADS_1
" Ya pak kebahagiaan menurut saya saat bisa mendampingi orang yang kita cintai, saya tidak bisa menahan rindu yang terlalu lama apa lagi ini jarak jauh dengan waktu yang tak sebentar, kalau sehari gak ketemu aja seperti satu tahun" ucap putra
" Iya saya mengerti apa lagi pasangan pengantin baru dan sebentar lagi mau dapet momongan, ya sudah semoga sukses dengan bisnis cafe nya" ucap pak budi memdoakan
" Trimakasih doanya pak" ucap putra
"Ya sama sama, saya permisi dulu pak putra karena hari ini saya harus terbang ke Singapura" pamit pak budi dan menjabat tangan putra
Setelah selesai ngobrol dengan pak budi, putra menghampiri istrinya dan teman temanya yang lagi foto foto.
" Udah mas" tanya tiara
" Udah tuh pak budinya juga udah pergi, yu kita foto berdua" ajak putra menggandeng istrinya
" Sini pose yang romantis ya" ucap gio
Putra berdiri berhadapan dengan istrinya saling menatap dan tanganya merengkuh pinggang istrinya.
" Wah udah gak sabar pengin nyusulin kalian nikah, biar bebas lakuin apa saja ma ayang beb sindi" ucap gio
" Oh ya gimana udah tahap sampai mana hubungan kalian" tanya tiara pada gio
" Aku sih udah ngomong ke orang tuaku dan mungkin minggu ini mau datang kerumah ayang beb sindi untuk ngelamar" ucap gio
__ADS_1
" Gitu dong bro, gimana ada yang perlu gue bantu untuk acara lamaran lu minggu ini" tanya putra
" Entar lu ma bini lu ngikut rombongan gue aja ni sama anton trus bela sekalian biar rame" ucap gio
" Mas, kalau tiara ma bela ikut rombongan ntar yang dampingi aku siapa" tanya sindi
" Yang dampingi kamu ntar mas lah..masa tiara ma bela" jawab gio
" Itu mah beda lagi, lagian mas kan keluarga besar jadi udah banyak yang ikut rombongan biar tiara ma bela dirumah ku aja ya" ucap sindi
" Ya udah tiara ma bela dirumah kamu tapi putra ikut rombongan gue ya put" ucap gio pada putra
" Ogah masa bini gue dirumah sindi gue nya dirumah lu" ucap putra
" Ya Allah susah ngomong sama orang yang udah bucin akut, putra..lu ntar nemenin aku sama anton lagian ntar kan kita kerumah ayang beb sindi dan bisa ketemu ma tiara lagi paling cuma sebentar gak ketemu masa gak bisa.." ucap gio kesal
"Iya iya..gitu aja baper" ucap putra yang sedari tadi hanya mengerjai sahabatnya itu.
" Gimana lu ton dari tadi diem diem aja" tanya gio
" Iya gue ikut" jawab anton singkat
" Mas coba deh kalian bertiga foto bareng ntar aku yang motoin" ucap tiara
__ADS_1
Putra, Anton dan Gio berpose dan difoto tiara