
Hari dimana gio melamar sindi kekasihnya pun tiba, semua anggota keluarga sibuk menyiapkan apa saja yang akan dibawa.
Segala jenis jajanan dari kue kering sampai kue basah, parsel buah dan tak ketinggalan cincin mas putih sepasang yang cantik khusus didisain sesuai pesanan dari sindi.
Semua anggota keluarga menggunakan seragam batik.
" Bro kok gue deg degan gini ya" ucap gio pada putra dan anton
" Payah lu baru mau lamar udah nerfes apalagi ntar pas akad, pingsan kali ya" ledek putra
" Kalau gue pingsan pas akad ntar gak jadi nikah dong" ucap gio
" Udah santai aja pasti lamaran lu diterima kok gak ditolak" ucap anton
" Itu sih udah jelas jangan ditanya lagi" sombong gio
" Yo, ni kita udah siap semua gimana mau langsung berangkat aja" tanya pak samsul bapaknya gio
" Ya pak, yo ni aku udah siap lahir batin" ucap gio
Rombongan mobil pun berangkat menuju rumah sindi.
Entah karena nerfes atau kenapa tiba tiba gio lupa arah rumah sindi, yang harusnya masuk gang melati gio malah membawa rombongan masuk ke gang mawar.
" Eh kok kayaknya jalanya beda ya..apa aku tanya saja ya" batin gio
" Kamu kenapa yo" tanya putra
" Gue lupa jalan rumah sindi" jawab gio
" Eh gila, lu bukanya sering main kerumah sindi" ucap putra
" Iya tapi kok otak gue tiba tiba ngebleng ya..put berhenti sebentar di depan gue tanya orang dulu" ucap gio dan gio segera turun
" Mas mau tanya rumahnya sindi dimana ya" tanya gio
" Oh sindi yang hari ini mau dilamar" ucap orang itu
" Iya betul, dimana ya rumahnya" tanya gio
" Mas calonya" orang itu balik tanya
__ADS_1
" Iya mas, boleh kasih tahu rumahnya dimana" tanya gio lagi
" Mas lurus aja terus entar diujung jalan ada rumah gedong warna putih, itu rumahnya sindi" jawab orang itu
" Oh..trimakasih mas" ucap gio dan segera masuk ke mobil lagi
" Wah..hebat ya sindi janda udah punya anak lima tapi dapat berondong, mungkin karena kaya kali ya" ucap orang itu
" Yo, ini benar rumah sindi" tanya putra karena ia tidak melihat istrinya dirumah itu
" Bener yu masuk" ajak gio
" Assalamualaikum"
" Walaikumsalam"
" Eh ini rombongan yang mau lamar sindi ya" tanya ibu yang sudah berdiri didepan pintu
" Iya bu" jawab pak samsul
" Mari masuk semua" ibu itu mempersilakan semuanya masuk
Semua orang sudah duduk, dan segala macam bawaan sudah tertata didepan mereka.
" Gue juga ngrasanya gitu, ni lagi istri gue dimana..perasaan dari tadi gue gak ada yang kenal padahal aku udah pernah ketemu ibunya sindi gak tua amat kayak ibu tadi" ucap putra lirih
" Assalamualaikum wr wb" salam pak samsul
" Walaikumsalam wr wb" jawab semua orang yang ada disitu
" Pertama saya dan rombongan kesini niatnya untuk silaturahmi dan yang keduanya niatnya mau melamar putri bapak dan ibu untuk anak saya gio, bagaimana pak bu diterima enggak lamaran anak kami" tanya pak samsul
" Sebelumnya saya mengucapkan trimakasih atas niat baik bapak, namun disini saya tidak bisa memutuskan diterima atau enggaknya lamaran anak bapak nanti yang menjawab biar sindi langsung saja, tapi sebelumnya mana ya anak bapak'' tanya pak bejo
" Ini pak disebelah saya" jawab pak samsul
" Pak kok beda ya, perasaan kemaren kemaren calonya sindi udah bapak bapak trus gemuk dan kulitnya hitam ini kok masih muda ganteng lagi" bisik ibunya sindi
" Ihs mungkin habis dioprasi plastik kan mereka banyak duit" bisik pak bejo
Ibunya sindi hanya mangguk mangguk " apa iya operasi plastik bisa bikin jadi muda, ah besok aku mau operasi plastik biar kayak gadis lagi" batin ibunya sindi
__ADS_1
" Gimana pak, sindinya mana" tanya pak samsul
" Oh ya sampai lupa, bu panggil sindinya suruh keluar" perintah pak bejo
Ibunya sindi segera masuk kedalam.
" Ndok yu keluar tu udah ditunggu" ajak ibu
Sindi lalu keluar dan bersalaman dengan orang yang ada disitu.
" Nggak salah ni gio milih calon istri bentuknya kayak gini" bisik bisik keluarga gio
" Yo ini calon kamu" tanya pak samsul syok melihat calon mantunya
" Ini mah pantes nya jadi ibu kamu" bisik pak samsul
Sedang gio bengong melihat perempuan yang yang kini duduk dihadapanya
" Yo kok sindi jadi ibu ibu" ucap anton
" Brisik lu gue bingung, kayaknya kita salah masuk rumah nih..gimana dong" ucap gio lemas
" Ya udah tanggung sama sindi yang ini aja udah" ledek putra
" Ogah..mending gue jadi perjaka tua deh" ucap gio
" Mas Dio ya, kok tambah ganteng" ucap sindi
" Eh bukan..aku gio, maaf kayaknya kita salah masuk rumah deh..maaf kita permisi ya" ucap gio dan segera berdiri keluar
" Loh kok gini, gio ini bagaimana" pak samsul bingung
" Pak yang mau dilamar gio bukan sindi yang ini tapi yang lain" ucap putra
" Astagfirullah, ni anak malu maluin orang tua saja..maaf bapak ibu kami minta maaf sebelumya ternyata yang mau dilamar bukan sindi anak bapak dan ibu" ucap pak samsul menahan malu dan kesal pada anaknya
" Oh ya gapapa pak, dari tadi juga kami bingung kok calonnya sindi beda, berarti bener salah ya" ucap pak bejo
" Ya sudah pak kami semua permisi dan maaf barang barangnya kami bawa lagi" ucap pak samsul malu
" Iya pak gapapa silahkan" ucap pak bejo
__ADS_1
* * *
Gimana episode ini, author bikinya aja sambil ketawa sendiri..bagaimana kalau ini terjadi di kehidupan nyata ya..gak bisa ngebayangin deh.