
Gio kemudian membicarakan permintaan sindi kepada putra dan tiara.
" Menurut lu gimana put" tanya gio
" Gue sih terserah sama anak anak, mereka yang akan menjalani" jawab putra
" Ya udah pyh, biar momy aja yang ngomong sama mereka" ucap tiara
Gio, putra dan tiara pun kembali berkumpul dengan yang lain.
" Ra tante mau ngomong ikut tante yu, aa juga ya ikut momyh yu" ajak tiara
" Mau ngomong apa sih myh kok gak disini aja" tanya yusuf
" Kita ngomongnya dikantin aja sekalian kalian kan belum makan kan dari tadi" ucap tiara
" Tapi ibu tante.." ucap Claudia
" Ibu banyak yang jagain..cuma sebentar kok yu" ajak tiara lagi
Akhirnya yusuf dan Claudia mengikuti perintah tiara.
Mereka duduk dikantin rumah sakit.
" Ra mau makan apa biar yusuf yang mesenin" tanya tiara
" Aku gak lapar tante" jawab Claudia
" Kamu harus makan sayang biar gak sakit, entar yang jagain ibu siapa kalau kamu sakit" ucap tiara
" Aku nasi sama ayam aja" ucap Claudia
" Minum nya apa" tanya yusuf
" Air putih aja" jawab Claudia
Yusuf pun segera memesan makanan.
__ADS_1
Setelah nya kembali duduk bersama momy dan Claudia membawa makanan dan minuman.
" Kalian sambil makan gak papa.." ucap tiara
" Sebenarnya momy mau ngomong serius sama kalian, tapi momy mohon kalian jangan melakukan ini dengan terpaksa ya" ucap tiara
" Maksud momy apa" tanya yusuf bingung
" Em..tante sindi ibunya zahra minta kalian langsung nikah aja" ucap tiara
Uhuk uhuk
Claudia tersedak saat mendengarkan ucapan tiara
" Hati hati nak, ini minum dulu" ucap tiara sambil menyerahkan air minum
Claudia menerima gelas itu dan segera minum.
" Tapi kita masih sekolah tante" ucap Claudia
" Iya..tante tahu..tapi ini permintaan ibumu sayang..mungkin dengan kalian menikah kondisi ibumu semakin baik, tapi ini terserah dengan kalian saja" ucap tiara
" Suf, gue gak mau lu terpaksa menikahi gue karena ibu" ucap Claudia
" Gue gak terpaksa, gue mau dampingi lu saat susah ataupun senang" ucap yusuf
" Trimakasih sayang.." tiara memeluk yusuf
" Gimana ra, yusuf sudah mau.." tanya tiara pada Claudia
Setelah mendengar ucapan yusuf akhirnya Claudia mengangguk pelan.
" Alhamdulillah...ya udah momy mau ngomong sama popyh sama bapakmu juga biar mereka menyiapkan semuanya, besok pagi kalian nikah" ucap tiara senang
" Loh kok besok pagi tante" kaget Claudia
" Lebih cepet lebih baik sayang.." ucap tiara
__ADS_1
Setelah pembicaraan itu, gio dan putra mengurus persyaratannya.
Pagi itu Claudia memakai kebaya putih milik ibunya saat menikah dulu dan mak up natural yang membuat cantiknya begitu alami.
" Wah..kakak iparku cantik banget.." ucap nisa
" Jelas dong..kakaknya siapa dulu..adiknya aja ganteng gini" ucap dony
" Ye..pd banget kak dony" ucap nisa
" Iya dong..kan ganteng nya sebelas duabelas sama kak yusuf iya gak kak" tanya dony pada yusuf
" Iya.." jawab yusuf
Yusuf dengan kemeja putih dilapisi jas hitam dan berpeci nampak lebih dewasa dari umurnya.
" Udah kalian kok malah ribut sendiri" ucap tiara
Mereka berkumpul diruangan sindi tapi para kakek dan neneknya tidak bisa datang karena begitu mendadak dan saat ini berada diluar kota.
Pak penghulu sudah siap dengan gio sebagai orang tua pengantin putri.
Anton dan dokter ihsan sebagai saksi.
" Bisa kita mulai akad nya karena semua syarat nikah sudah ada" ucap Penghulu
" Mas sudah siap.." tanya penghulu
" Sudah pak" jawab yusuf
Pak penghulu pun menjabat tangan yusuf.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Yusuf Afiq Syaputra bin Putra adiguna dengan ananda Claudia Az Zahra binti Gio pratama dengan maskawinnya berupa uang seratus ribu dibayar Tunai.” ucap pak penghulu
" Saya terima nikahnya dan kawinnya Claudia Az Zahra binti Gio pratama dengan mas kawin uang seratus ribu dibayar tunai" ucap yusuf
" Gimana..Sah.." tanya penghulu
__ADS_1
" Sah.." ucap anton dan dokter ihsan sebagai saksi
" Alhamdulillah.." ucap semuanya.